Sahabat Peradaban Kasih UC News yang terkasih. Jangan takut! Nikmatilah kerahiman Tuhan dalam kehidupanmu, apa pun agama dan kepercayaanmu.

Referensi pihak ketiga

Pada hari Minggu Paskah II (8/4/2018), saya bersyukur boleh merenungkan secara intensif kerahiman Tuhan di Pertapaan Rawaseneng, Temanggung. Pada pukul 03.00 WIB saya sudah bangun dari tidur, 15 menit lebih cepat dari alarm yang kupasang. Sesudah mandi, saya melangkah menuju kapel utama pertapaan untuk mengikuti Ibadat Bacaan, pukul 03.30 – 05.00 WIB.

Di situlah kurenungkan kerahiman Tuhan. Dalam permenungan itu, kusadari bahwa kerahiman Tuhan selalu terbuka untuk kita yang remuk redam, lahir dan batin. Tuhan datang bukan untuk orang sehat, melainkan yang sakit. Tuhan menyelamatkan orang berdosa, bukan orang yang merasa diri suci dan benar sendiri.

Referensi pihak ketiga

Karenanya, langkah penting untuk mengalami kerahiman-Nya adalah menyadari diri bahwa aku membutuhkan belas kasih-Nya. Hatiku yang remuk redam dan hancur adalah persembahan terbaik bagi-Nya.

Lalu, kusadari betapa aku ini sangat berdosa, dan aku membutuhkan pengampunan-Nya. Kusandarkan diriku yang rapuh, lemah, ringkih dan berdosa ini di dada-Nya yang penuh kerahiman. Tangan-Nya membelai dan hatikupun dibenamkan di dalam Hati-Nya!

Referensi pihak ketiga

Berani mencoba? Silahkan, saat ini juga Tuhan menunggu kita untuk menikmati kerahiman-Nya. Sambutlah dengan sukacita dan bahagia. Semoga dari situ, mengalirlah peradaban kasih melalui kehidupan kita yang telah dibenamkan di dalam kerahiman-Nya! Terima kasih. Tuhan memberkati.***

JohArt Wurlirang, 10/4/2018

Sumber: refleksi pribadi

Sumber https://c.uctalks.ucweb.com/detail/454af3f9057a4e089f0ff07a0da315f1?uc_param_str=dnvebintwidsudsvpflameefutpcch&stat_entry=personal&comment_stat=1