Sahabat Peradaban Kasih UC We-Media yang terkasih. Inspiratif, Puji Tuhan! Ternyata kita bisa melakukan langkah-langkah kecil untuk mengasihi. Banyak cara bisa kita lakukan sebagai langkah-langkah kecil untuk mengasihi. Seperti apakah itu?

Referensi pihak ketiga

Saya teringat nasihat Romo Henri J.M. Nouwen. Beliau menulis, “Kita memilih kasih dengan mengambil langkah-langkah kecil kasih setiap kali ada kesempatan yang tersedia. Suatu senyuman, jabat tangan, sepatah kata yang meneguhkan, … salam yang tulus, dukungan, perhatian, kunjungan… ini semua adalah langkah-langkah kecil kasih.” (Sumber: Henri J.M. Nouwen, Bread for the Journey: A Daybook of Wisdom and Faith, 2003.)

Terinspirasi dan termotivasi oleh nasihat itu, meski masih dalam status sebagai pasien dengan infus menembus tangan kananku, aku ingin belajar tetap peduli kendati sakit. Kepedulian itu kutempuh melalui langkah-langkah kecil untuk mengasihi. Maka dari itu, saya mengunjungi Romo Y. Sudarmadi Pr yang pagi ini dirawat di ruangan yang sama dengan ruanganku. Kamar kami berhadapan. Karena itu, saya mengetuk kamar beliau. Kami saling menyapa, berjabat tangan dan berbagai senyuman.

Referensi pihak ketiga

Kebetulan saat itu Dokter Rudy yang menangani Romo Dar visit. Sekejap Dokter Rudy tampak kaget ada pasien mengunjungi pasien. Kami saling berjabat tangan. “Lah ini hiburannya apa? Biasanya kan ini…” kata Dokter Rudy sambil bergaya meniup saksofon sebagaimana biasa saya lakukan saat menghibur umat hahaha. Yang jelas keramahan beliau sudah menjadi sebentuk langkah kecil kasih bagi kami.

Sesudah itu, saya melanjutkan menempuh langkah-langkah kecil kasih dengan menengok seorang bapak yang juga dirawat di dekat ruanganku. Beliau adalah Pak Budi. Kami baru saling kenal. Saya menyemangati beliau dengan langkah-langkah kasih yang kecil: senyuman, jabat tangan dan peneguhan.

Referensi pihak ketiga

Itulah refleksi dan inspirasi langkah-langkah kecil untuk mengasihi. Kita bisa melakukannya kapan saja. Asal dengan cinta yang besar, langkah kecil itu menjadi istimewa. Ilustrasi dengan kalimat-kalimat Italia itu mengungkapkan langkah-langkah kecil kasih dalam salam sehari-hari. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Elizabeth Semarang, 16/4/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi oleh Henri J.M. Nouwen, Bread for the Journey: A Daybook of Wisdom and Faith, 2003.

Sumber https://c.uctalks.ucweb.com/detail/b6d36aa230f84a69a17f4f3a34571f70?lang=indonesian&uc_param_str=dnnivebifrmintcpgieiwidsudsvssnwpflamtch&stat_entry=personal&entry1=shareback1&entry2=page_share_btn&comment_stat=1&uc_news_item_id=2554370933789305