Inspiration

Kejungkel yang Memalukan dan Mengharukan

Sebagai seorang Pastor Katolik, aku mempunyai program yang kuberi nama “Kejungkel”. Jangan salah sangka dulu, kejungkel yang kumaksudkan bukan kejungkel dalam arti terjungkal. Kejungkel yang kumaksudkan adalah kerasulan kunjungan keluarga. Dalam kejungkel ini saya bersama Ketua Lingkungan atau Pengurus Lingkungan berkunjung dari rumah ke rumah warga untuk menyapa. Yang sakit kudoakan. Yang sedih kuhibur. Yang ingin curhat kudengarkan.

Memalukan

Pada hari Kamis (31/8) yang lalu, seperti biasa aku melakukan kejungkel. Sore itu aku diantar untuk kunjungan keluarga Jumadi di Desa Keji, Ungaran. Rumahnya terjauh dan teratas untuk lingkungan St. Yohanes Paulus II. Saat saya bersama Pak Sigit – Ketua Lingkungan – dan Pak Agus – Pengurus Lingkungan – tiba di rumah yang kami kunjungi itu, seorang putri kecil menyambutku di depan pintu. Rupanya, ia adalah cucu Jumadi.

Nah, inilah yang membuatku malu. Gadis mungil itu langsung menyapaku, “Halo Romo Budi….” Dan yang memalukan adalah bahwa ternyata aku tidak mengenali dia. Aku tidak tahu namanya, padahal dia tahu namaku! Dia kelas tiga SD mengenal diriku, namaku, dan aku tidak mengenal dia. Aku tidak tahu namanya padahal dia tahu namaku. Inilah yang membuat diriku merasa malu. Dan itulah yang kumaksudkan sebagai memalukan untuk diriku sendiri.

Maka untuk mengatasi rasa malu itu, aku menanyakan nama gadis kecil itu. Ternyata dia bernama Angel.

Mungkin orang akan bilang, “Ya nggak usah malu ta Romo. Khan Romo adalah public figure. Wajarlah orang mengenal Romo meski Romo tidak mengenal dia atau mereka. Gitu aja kok repot.”

Benar, wajarnya seperti itu. Namun sebagai seorang pastor, gembala, bukankah aku mestinya mengenal domba-dombaku meski tidak mudah sebab itu berarti aku harus mengenal ribuan orang dan pasti tak bisa dan tak mampulah aku melakukannya apalagi daku seorang pelupa terlebih terkait nama.

Hal yang sama terjadi saat daku berkunjung ke rumah Pak Setya Budi. Beliau seorang pegawai negeri di Kota Semarang. Kami sudah sering bekerja sama dalam rangka Natalan maupun Paskahan se-Kota Semarang. Akan tetapi saat berkunjung ke rumahnya, ternyata aku tidak mengenalinya. Padahal kami sudah beberapa kali berjumpa saat saya bertugas di Semarang.

Akan tetapi, begitu saya pindah ke Ungaran dan ternyata Setya Budi adalah warga Paroki Ungaran, saya tak mengenalinya juga. Padahal namanya mengandung unsur yang sama dengan namaku: Budi.

Maka saya pun meminta maaf kepadanya atas ketidakingatan itu. Hal yang sama kuungkapkan dalam doa saat kami hendak berpamitan untuk melanjutkan kejungkel.

Mengharukan

Selain pengalaman yang memalukan diriku itu, ada pula yang mengharukan. Rasa haru muncul dari dua hal. 

Pertama, saat aku berkunjung di rumah keluarga Suparyo. Salah satu cucunya bernama Dio. Kata neneknya, Dio ini sering menirukan gerak-gerik saya setiap kali pulang dari gereja. Bahkan dia minta dibelikan blangkon saat melihat saya memakai blangkon. Dia pun pengen berambut panjang, katanya. Padahal dia belum sekolah. Dia masih kecil.

Saat kami hendak berdoa bersama, dia duduk di pangkuanku. Tangannya tertata rapi dalam sikap berdoa. Sesudah doa, dia turun dari pangkuanku dan kami berdoa “toos”. Dengan sekuay tenaga dia memukulkan telapak tangannya pada telapak tanganku.

Hal kedua yang membuatku terharu adalah ini. Saat kami berkunjung ke rumah keluarga Rukiyat. Kunjungan itu spontan tanpa pemberitahuan. Saat saya dipersilahkan duduk, kulihat di rak album ada album rohaniku. Dengan fotoku pada album itu. Album yang bertajuk “Terima Kasih: Jadikan Hatiku seperti HatiMu”. Itu sungguh mengharukanku. Minimal bisa kubayangkan bahwa keluarga Rukiyat mendengarkan suaraku, mendengarkan musik dan laguku dari album itu. Semoga semua itu bermanfaat bagi mereka.***

Keterangan foto: Ananda Dio di pangkuanku didampingi kakek dan neneknya.

Sumber foto: Dok Pribadi.

Sumber
http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3515842465436414?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.