Inspiration

Paus Fransiskus Membela Korban Kekerasan Rohingya

Tragika Rohingya masih menjadi berita karena masih menyisakan luka bagi martabat kehidupan manusia. Bahkan, Paus Fransiskus pun, turut mengambil sikap dan memberikan pembelaan hak-hak etnis Rohngya, khususnya terkait dengan peristiwa di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Sebagaimana dilansir Radio Vatikan (4/9), Paus Fransiskus menyerukan dari keprihatinan mendalam agar pemerintah Myanmar membiarkan etnis Rohingya yang beragama Islam menghayati dan menghidupi iman mereka. Paus Fransiskus juga menyampaikan kritik kepada pemerintah Myanmar atas kekerasan yang terjadi yang menimpa etnis Rohingya.

Paus Fransiskus mengatakan, etnis Rohingya telah terluka bahkan dibunuh karena mereka ingin menghayati budaya mereka dan iman mereka sebagai umat Muslim. Keprihatinan dan pembelaan Paus Fransiskus terhadap etnis Rohingya tak hanya diungkapkan hari-hari ini, tetapi sudah sejak bulan Februari yang lalu. Paus Fransiskus bahkan menyebut di dalam doanya bersama jutaan pengunjung audiensi hari Rabu di lapangan Basilika St. Petrus. Paus Fransiskus berdoa untuk para korban kekerasan dan pengungsi Rohingya.

Sebagaimana dilansir oleh CNN.com (9/2/2017), pada kesempatan itu, Paus Fransiskus sudah berdoa dan mengatakan, bahwa warga etnis Rohingya adalah orang-orang baik. Memang, meski bukan umat Kristiani, namun mereka adalah orang-orang yang merindukan hidup damai. Sayangnya, mereka harus mengalami kekerasan, penderitaan, bahkan pembunuhan. Paus asal Argentina itu juga menegaskan bahwa warga etnis Rohingya adalah saudari-saudara kita semua, yang membutuhkan doa-doa kita.

Hari Senin lalu (4/9/2017), sebagaimana dilansir cathnews.co.nz, Paus Fransiskus masih menyerukan agar kekerasan terhadap etnis Rohingya dihentikan. Pemimpin tertinggi Umat Katolik sedunia itu menegaskan bahwa kabar buruk dan berita duka menyentuh lubuk hati kita atas peristiwa yang terjadi di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Paus pun mengatakan, “Aku ingin menyampaikan duka mendalam dan mari kita membawa saudari-saudara kita yang sedang mengalami penderitaan itu dalam doa-doa kita. Semoga banyak orang baik membela dan peduli kepada mereka, membamtu mengupayakan pertolongan dan perlindungan terhadap mereka.”

Betapa besar kepedulian Paus Fransiskus, yang menurut rencana pada bulan November mendatang akan berkunjung ke Myanmar. Bahkan, kunjungannya itu, diharapkan dapat menumbuhkan perdamaian dan harmoni di Myanmar yang hari-hari ini masih dilanda konflik berkepanjangan. Tujuan utamanya hanya satu, yakni menghadirkan perdamaian, kerukunan, dan dialog di antara pihak-pihak yang sedang bertikai. Semoga perdamaian, kerukunan dan persaudaraan kian terwujud dalam kehidupan kita bersama, di mana pun kita berada. Jangan lagi ada korban oleh sebab kekerasan atas alasan apa pun di antara kita.***

Foto Paus Fransiskus di Lapangan St. Petrus Vatikan, saya ambil sendiri dengan android galaxy note 5, saat audiensi umum Kerahiman Ilahi, bulan Oktober 2017.

Sumber
http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1830158038824657?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.