Inspiration

Mengapa Harus Gelisah dan Sulit Tidur Saat Menempati Kamar Baru?

Terkadang orang menjadi cemas dan gelisah saat harus menempati kamar baru. Perasaan tak nyaman muncul, bahkan disertai rasa takut. Akibatnya, malam-malam untuk beristirahat menjadi mencekam. Tidak bisa tidur, atau bahkan mimpi buruk hanya dalam “tidur ayam”. Paling tidak, itu yang sering kudengar dikisahkan dan dikeluhkan oleh sejumlah umat padaku. Hal yang baik adalah, yang bersangkutan lalu minta didoakan, dan rumah serta kamar-kamar baru pun diminta untuk diberkati. Ini bagus.

Nah, ijinkan daku berbagi pengalaman. Atas penyelenggaraan Tuhan, saya termasuk orang yang gampang tidur di mana pun. Bahkan saat masih mahasiswa, saya termasuk gampang pula tidur di kelas. Alamak! Ini jangan ditiru ya. Lalu mengapa ada orang yang mudah gelisah dan sulit tidur saat menempati kamar baru?

Salah satu penyebabnya adalah karena kita kurang menikmati hidup ini. Di mana pun kita, Tuhan selalu memberikan nikmat kehidupan ini yang harus disyukuri. Maka, hidup yang ditandai rasa syukur menjadi resep kedua agar kita bisa gampang tidur bahkan boleh mendengkur. Selanjutnya, orang gampang gelisah dan sulit tidur di tempat baru oleh sebab yang bersangkutan kurang berserah kepada Allah. Semua tempat dan kamar yang diberikan kepada kita sesungguhnya merupakan anugerah. Maka, harus diterima dengan hati bungah tak perlu gundah dan gelisah.

Inilah pengalamanku. Syukur kepada Allah, mulai malam ini (Kamis, 14/9), kutempati kamar baru untuk sementara hingga pada saatnya secara sah dan definitif akan berpindah tempat tugas di Pastoran Unika Soegijapranata yang baru, yang hingga saat ini – saat artikel ini kutulis – masih dalam proses finishing. Entah sampai kapan, belum ada kepastian. Sebelumnya, kutempati satu kamar yang hampir dua tahun ini – sejak tanggal 03 November 2017 lalu – menjadi ruang untuk berdoa pribadi, menulis, bekerja, bermain musik, dan beristirahat. Kamarnya cukup luas kurang lebih ukuran 12 meter x 12 meter.

Hingga saat artikel ini kutulis, aku memang masih tinggal di Pastoran Ungaran, yang secara jarak tempuh membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit, dalam kecepatan normal – tidak ngebut – untuk bisa sampai di parkiran Gedung St. Thomas Aquinas, Unika Seogijapranata Semarang. Sejak Romo FX Suyamtyo Pr yang bertugas menjadi Vikaris Parokial di Paroki Ungaran tiba, aku membersihkan kamar yang sebelumnya kutempati itu, agar beliau bisa menempatinya dengan gembira. Semua barangku kurapikan dan kumasukkan ke dalam tas dan kopor. Setelah semuanya beres dan bersih, kupersilahkan Romo Yamto masuk dan menempati kamar tersebut.

Aku pun lalu menempati kamar tamu yang tersedia. Ukurannya separo lebih kecil dibandingkan dengan kamar sebelumnya. Namun, bagiku sudah cukup nyaman dan kusyukuri bahwa Romo Yakobus Sudarmadi Pr sebagai Pastor Paroki Ungaran dan Bapak Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, masih mengijinkan daku beristirahat di kamar tersebut, sembari menunggu Pastoran Unika Soegijapranata bisa ditempati, entah kapan, suatu hari nanti.

Nah, karena resep rasa syukur dan menikmati kehidupan sebagai anugerah itulah, maka, di mana pun, saya bisa menikmati tidur pulas dan mimpi indah. Jadi, mengapa harus gelisah dan menjadi sulit tidur saat menempati kamar baru? Mari kita buang jauh-jauh segala prasangka, ketakutan, dan kegelisahan itu, agar kita bisa tidur pulas di kamar yang baru. Sekali lagi, kuncinya adalah menikmati hidup, penuh syukur dan pasrah kepada Allah. Cobalah, maka Anda akan mudah tidur meski harus menempati kamar yang baru, sebab hidup adalah anugerah!***

Gambar sampul: Saat daku tidur pulas di dalam mobil sekalipun. Sumber Dok pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2711246358365750?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.