Inspiration

Meraih Mimpi di Tempat Yang Tak Diimpikan

Kisah ini adalah kisah tentang saat pertama kali mengikuti pelepasan para Wisudawan di Universitas Soegijapranata Semarang (Sabtu, 09/09/2017). Sebagai Pastor Kepala Campus Ministry, saya mendapat tugas memimpin doa. Inilah doa yang kudaraskan pada kesempatan itu.

Allah Bapa yang maha Pengasih dan Penyayang. Kami bersyukur kepadaMu atas hari yang indah, istimewa dan penuh berkah ini. Pada hari ini, Rektor kami yang baru, Bapak Prof Dr Frederik Ridwan Sanjaya, MSIEC akan mewisuda 459 putri-putraMu yang telah berhasil menyelesaikan studi mereka di Unika Seogijapranata Semarang. Kami bersyukur kepadaMu atas rahmat dan berkat yang Kaulimpahkan kepada kami semua. Allah Bapa kami yang maha rahim, Pada kesempatan istimewa ini, 459 wisudawan dari Program Diploma, Sarjana dan Pascasarjana akan dilepas untuk mempersembahman seluruh talenta dan bakat mereka bagi bangsa dan umat manusia. Berkatilah mereka semua di mana pun akan mengaplikasikan talenta dan bakat mereka bagi bangsa dan umat manusia. Semoga mereka menjadi pribadi-pribadi yang mampu mewujudkan masyarakat dan bangsa kami yang sejahtera, bermartabat dan beriman apa pun agama dan kepercayaannya. Ahkhirnya ya Allah Bapa kami yang maha kuasa, berkatilah seluruh rangkaian acara wisuda kami ini. Berkatilah kami semua agar kami pun mampu saling menjadi berkat satu terhadap yang lain, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Meraih Mimpi di Luar Dugaan

Sambutan yang disampaikan Monica Christiana Widodo mewakili para Wisudawati-Wisudawan amat mengesankan. Dengan jujur, Wisudawati dari Fakultas Psikologi itu mengatakan, “Saat awal berada di Unika Soegijapranata, saya sempat merasa tidak bersemangat sebab saya merasa bahwa Unika Soegijapranata bukanlah mimpi saya. Tetapi justru ternyata saya meraih mimpi saya di sini.”

Lebih lanjut Monica mengatakan, “saya dipercaya menjadi delegasi Unika dalam kegiatan internasional seperti Aseaccu 2015 dan Aseaccu 2016 dengan full sponsorship. Aseaccu 2016 dilaksanakan di University of Notre Dame Australia.”

“Bahkan saya mendapat kesempatan mewakili Unika Soegijapranata dalam simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Imperial College London. Saya bersyukur karena Unika Soegijapranata menyediakan kesempatan yang begitu banyak bagi mahasiswanya untuk berkembang,” tegas Monica.

Kuliah yang Produktif

Sambutan yang disampaikan Rektor Unika Soegijapranata, Prof Dr Frederik Ridwan Sanjaya MSIEC juga menarik. Dia mengatakan, salah satu mahasiswa yang dibimbingnya dalam menyelesaikan tugas akhir memiliki pengalaman unik. Mahasiswa tersebut menyampaikan bahwa aplikasi game yang telah dikembangkanny untuk penelitian skripsi berhasil masuk ke dalam Top Paid Games atau menjadi produk game berbayar yang paling disukai semua kategori dalam Google Play. Bahkan menurutnya untuk kategori game simulasi berbayar, produknya bertahan menempati posisi pertama. Itu semua penting karena merupakan wujud pencapaian penerapan teori dalam skripsinya.

Masih menurut Prof Ridwan, kurang dari enam bulan, penadapatannya dari satu game tersebut telah mengembalikan semua modalnya mulai dari sewa kantor, biaya listrik, promosi dan harga laptop yang dipakai untuk mengembangkan game tersebut. Bahkan, beberapa minggu sebelum skripsinya selesai, mahasiswa tersebut melaporkan kembali bahwa sudah ada investor yang tertarik menanamkan modalnya untuk mengembangkan bisnis rintisannya. Semua biaya terkait dengan rintisan bisnisnya pun ditanggung oleh investor tersebut.

Dengan contoh itu, Prof Frederik hendak menegaskan bahwa orang tua tidak boleh meragukan anaknya jika anaknya memilih jurusan atau bidang yang mungkin tidak umum. Terutama terkait dengan teknologi modern lebih khusus terkait dengan internet. Menurutnya, tingginya penetrasi internet di Indonesia yang mencapai 50,4% telah mendorong banyak anak muda untuk memulai usahanya sejak masih kuliah dengan teknologi media internet.

Rektor Unika yang baru periode 2017-2021 yang baru dilantik Yayasan Sanjoyo per 31/8/2017 itu menegaskan, tataran baru dalam masyarakat digital saat ini terutama pada era disruptive innovation membuka peluang berbagai model bisnis baru dan mulai mengikis orientasi lulusan perguruan tinggi dari semula ke arah pekerja menjadi wirausaha berdasarkan minat yang ditekuninya. Menurutnya, produk-produk start up tidak hanya terbatas pada aplikasi komputer atau game semata, tetapi juga merambah sampai dengan jasa keuangan, konsultan hukum, analisis kesehatan, penasehat gizi, kursus, perencana keuangan, akuntansi, perpajakan dan masih banyak yang lain.

Bagiku, baik yang disampaikan oleh Monica maupun Prof Frederik menunjukkan bahwa kadang kita harus siap meraih mimpi di tempat-tempat yang tidak kita impikan. Di sinilah keajabian alam terjadi. Dalam iman disebut mujizat! Selalu akan ada jalan terbaik bagi siapa saja yang hendak menggapai masa depan yang sejahtera. Syaratnya hanya satu: siapa berkembang sesuai dengan tuntutan keadaan zaman.***

Gambar Sampul: Wisudawan terbaik dengan IPK 4.00 berfoto bersama Rektor dan Kedua Orangtuanya. Sumber foto: Dok Pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2403209721367703?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.