Inspiration

Belajar Merajut Persatuan dalam Keberagaman

Sebagaimana saya sampaikan kepada jurnalis Investor Daily dan kemudian dilansir dalam beritasatu.com (22/9/2017), para mahasiswa baru yang sudah menjadi anggota Unika Soegijapranata Semarang dan bergabung dengan gerakan Campus Ministry mengikuti MAKRAB (Malam Keakraban). MAKRAB dilaksanakan di Kompleks Training Centre Kampus Unika, Rabu-Kamis (20-21/9).

Meski mereka juga baru saling kenal, dalam suasana yang akrab dan bersaudara, mereka merenungkan dan menghayati tema “Unity in Diversity”, Kesatuan dalam Keberagaman. Nyanyian, tarian penampilan dan api unggun membingkai jalannya MAKRAB. 

Dengan model outbond peserta diajak pengurus Campus Ministry untuk saling mengenal satu sama lain. Tak hanya itu, mereka mengajak peserta untuk saling menghormati dalam keberagaman yang bersatu.

Sebagian peserta makrab berfoto bersama. Pemilik hak cipta (sumber Dok pribadi)

“Menjahit” Persaudaraan

Tanda kesatuan dalam persaudaraan itu antara lain ditandai dengan “saling menjahit” untuk persatuan. Dengan menggunakan tali rafia dan dimasukkan ke dalam baju dengan sendok yang menyatukan satu sama lain. Semua peserta dan panitia pun terikat menjadi satu tak terpisahkan.

Pada kesempatan itu, saya juga diminta untuk berbagi pengalaman dan pemahaman tentang kesatuan dalam keberagaman. Atas permintaan itu, saya mulai berbagi pengalaman bersilaturahmi dengan tokoh agama-agama dan merajut persaudaraan di tengah umat dan masyarakat. 

Tidak dengan berteori, kubagikan kepada mereka pengalaman perjumpaan dengan Habib Luthfi, Gus Mus, Gus Umar, Gus Lukman, Gus Nuril, Kiai Budi, dan Kang Sobary. Itu di antara tokoh-tokoh Islam. Dengan tokoh Buddha berjumpa dengan Bante Panjavaro, Bante Damasubo, Bante Suryanadi, dan Bante Cattamano. Dengan tokoh Hindu bersilaturahmi dengan Pak Nyoman, Pak Madhe, Bu Agus Dewa. Demikian juga dengan tokoh agama Konghucu dan Kristen.

Dengan semua itu, para peserta MAKRAB diharapkan terus maju dalam kegembiraan di tengah keberagaman untuk membangun kesatuan. Mereka pun berkomitmen untuk menghayati dan mewartakan kerukunan dalam keberagaman. Semoga demikianlah!***

Gambar Sampul: Ketika saya ikut dinamika “menjahit” persaudaraan. Sumber Dok Pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2584968500028513?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.