Inspiration

Marilah Menjadi Pohon Yang Baik dan Menghasilkan Buah Yang Baik

Pada suatu hari, seorang Guru Kasih dan Kebijaksanaan menyampaikan wejangan ini kepada murid-muridnya. Dia berkata, “Tidak ada pohon baik yang menghasilkan buah yang tidak baik. Dan tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal dari buahnya.” (Lukas 6:43-49)

Berdasarkan sabda kasih dan kebijaksanaan itu, kita bisa bertanya pada diri kita sendiri, apakah kita ini sudah menjadi pohon yang baik yang menghasilkan buah yang baik? Kalau memang kita ini merupakan pohon yang baik, tentulah buah yang kita hasilkan adalah buah yang baik. Sebaliknya, kalau kita ini merupakan pohon yang tidak baik, mustahil pula menghasilkan buah yang baik yang berguna bagi kehidupan.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita mengalami realitas alam. Pisang berbuah pisang. Pisang Raja berbuah Pisang Raja, dan tak akan pernah berbuah Pisang Ambon atau Pisang Kepok. Durian berbuah durian. Mangga berbuah mangga. Jenis Mangga Manalagi berbuah Mangga Manalagi. Jenis Mangga Arumanis berbuah Mangga Arum Manis.

Tak akan pernah pisang berbuah durian, durian berbuah mangga, mangga berbuah pisang. Maka, jelas sekali sabda kasih dan kebijaksanaan itu menginspirasi hidupku dan hidupmu, hidup kita. Dan kita pun bisa bertanya pada diri kita masing-masing: buah kehidupan macam apa yang kita hasilkan? Jika hidup kita menghasilkan tindakan kasih, keikhlasan, iman yang baik dan benar – apa pun agama dan kepercayaan kita, kesabaran dan ketulusan, maka kita pun sadar dan tahu bahwa jiwa kita sehat dan kuat. Jila hidup kita menghasilkan kemarahan, dendam, kebencian, kecemburuan, egoisme dan kemalasan, maka kita pun tahu bahwa ada jiwa yang sedang sakit dan lemah di dalamnya yang harus dirawat dan disembuhkan!

Agar dapat menjadi pohon yang baik dan menghasilkan buah yang baik, kita harus berubah dari dalam, menengok kedalaman akar penyakit jiwa kita dan menyembuhkan jiwa kita dengan pertobatan dan pengampunan dari Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Rahim. Mari kita mohon rahmat agar kita mampu berkarya hari ini umtuk meneguhkan dasar hidup rohani kita dan bertumbuh dalam keutamaan dan belas kasih kepada siapa saja, di man pun kita berada dan kapan saja!***

Gambar Sampul: Aku dan Habib Lutrfi, ketika aku berkunjung ke kediaman beliau di Pekalongan beberapa tahun silam. Sumber: Dok Pribadi.

Sumber
http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2948941969361910?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.