Inspiration

Ketika Para Romo Projo Keuskupan Agung Semarang Saling Belajar Menatap Perubahan Zaman

Bertempat di Pastoran Sanjaya Muntilan, Paguyuan Para Romo Projo Keuskupan Agung Semarang (Unio KAS) mengadakan hari studi bersama (25-27/9/2017). Tim Updating Unio KAS yang dikomando oleh Romo D. Bismoko Pr mengajak kami untuk peka terhadap perubahan sosial, ekonomi dan politik demi membangun sikap pastoral yang tepat dalam mewujudkan peradaban kasih bagi umat dan masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman (apa pun agamanya). Berikut saya sampaikan catatan saya pada hari pertama dan kedua terkait dengan sharing pengalaman dan misa harian.

Sharing Berbagai Pengalaman Pastoral

Pada hari hari pertama (Senin 25/9/2017), beberapa romo diminta untuk memancing pengalaman dengan berbagi hal-hal yang sudah dipersiapkan. Sebelum makan malam, sesudah pengantar dari Romo Edy Wiyanto Pr, Romo Fl Hartosubono Pr dan Romo A. Budi Wihandono Pr berbagi kisah pastoral di Kevikepan Yogyakarta dan Surakarta. 

Sesudah makan malam, kami masuk ke dalam lima kelompok menurut lima Romo yang berbagi kisah pengalaman masing-masing dan dilanjutkan dengan sharing para anggota kelompok. Romo H. Budi Purwantoro Pr berbagi kisah “Seni Hidup, Hidup Adalah Seni-Menghidupi Budaya Rakyat, Merayakan Hidup”. Romo V. Kirjito Pr berbagi kisah “Membela Masyarakat Budaya Air Hujan”. Romo H. Suprihadi Pr berbagi kisah “Ethok-Ethok Bengkel Kreatif”. Romo R. Hardiyanta Pr berbagi kisah “Pengalaman Pastoral di Paroki Sragen”. Saya sendiri – Romo Aloys Budi Purnomo Pr- berbagi kisah tentang “Tantangan dan Peluang Trend Perubahan Sepuluh Tahun Terakhir dan Mendatang dari Sisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK)”. 

Ketika diriku sedang mempersiapkan renungan harian dan dicandit oleh Romo Hartono Patrius. Pemilik hak cipta (Sumber Dok pribadi).

Homili Kisah Anak Beruang dan Harimau

Selain berbagi pengalaman tersebut, saya juga diberi amanah untuk memimpin Perayaan Ekaristi di hari kedua (Selasa, 26/9/2017). Dalam homili, saya mengajak para Romo untuk menyaksikan film pendek tentang anak beruang yang hidupnya terancam oleh seekor harimau. Dalam keadaan kritis yang tak terhindarkan lagi sesudah berusaha menyelamatkan diri namun tampaknya gagal dan sia-sia, anak beruang itu hanya bisa “berteriak” sekeras-kerasnya. Dan ternyata teriakan itu terdengar oleh sang induk beruang yang juga melolong lantang dari kejauhan. Lolongan itu membuat si harimau kecut dan mundur teratur sementara sang anak beruang dan sang induknya bercengkerama dalam damai dan keteduhan. 

Menurutku, ada beberapa pesan rohani dari kisah film fauna itu terkait perubahan zaman. Perubahan zaman ini laksana harimau yang siap menerkam manusia. Apa yang bisa kita lakukan? Menghindar atau menghadapi dengan gagah berani sambil memohon pertolongan Tuhan yang pasti akan menjawab seruan kita dan menganugerahkan damai dan keteduhan di tengah perubahan? Maka sesuai bacaan harian Selasa (26/9), kita diajak untuk menjadi pendengar dan pelaku firman Tuhan. Itulah daya kekuatan kita di tengah perubahan zaman. 

Saya kutip pernyataan Mgr. Albertus Soegijapranata. Beliau mewariskan kalimat-kalimat kuat dalam rangka menatap perubahan, “Kalau kita tidak mempergunakan kesempatan jang ada, fihak lain akan mempergunakan kesempatan itu. Kalau kita tidak memberi inspirasi-inspirasi, fihak lain akan memberikannja. Kalau belum juga dimulai sekarang, kapan akan dimulai, sedang jang lain sudah lama dan selalu dan terus mulai.” (Kita Harus di Depan, Mgr. A. Soegijapranata, 8 Mei 1960 “Aksi Kemasyarakatan Katolik, Aksi Pantjasila”).

Intinya mari hidup dalam inspirasi transformatif-transformasi inspiratif sebagai pendengar dan pelaku firman Tuhan dalam kehidupan dan perutusan kita. Semoga para Romo Projo pun mengalami inspirasi transformatif dan transformasi inspiratif di tengah perubahan zaman.

Sesudah Misa pagi, kami semua sarapan. Sesudah sarapan, kami memplenokan pokok-pokok sharing pengalaman pada malam sebelumnya. Sambil berbagi pokok-pokok pengalaman tersebut, kami saling belajar menyadari kegelisahan di tengah perubahan zaman dan yang terpenting menemukan dan melakukan karya-karya baik yang bermanfaat bagi umat dan masyarakat.***

Gambar Sampul: Saat daku sedang mempersiapkan renungan harian dan dicandit oleh Romo Hartono Pr. Sumber: Dok Pribadi.

Sumber
http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2927516545612606?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.