Inspiration

Obrolan Santai tentang Tuhan Yang Selalu Mencari dan Siap Memeluk Kita dengan KerahimanNya

Kamis (28/9/2017) pagi menjelang siang, sesudah mengajar Pendidikan Religiositas di kelas S1-S2 Manajemen Unika Seogijapranata seperti biasanya, saya ngobrol dengan kawan saya, Mas Donny Danardono. Kebetulan Mas Donny sedang ada tamu juga dari Surabaya, temannya, Mel.

Obrolan semula terjadi di ruangan kerja Mas Donny. Lalu, kami berjalan bertiga menuju ruangan saya. Ruangan Donny di lantai empat gedung Thomas Aquinas. Kami turun menggunakan lift lalu berjalan kaki menuju ruangan saya di Kantor Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata. Kantor saya ada di lantai empat Gedung Mikael.

Sambil menikmati “rempah-rempah”, kami ngobrol tentang pengalaman akan Tuhan. Dari sisi filosofis bahasa, ketika orang menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, sesungguhnya, di sanalah orang bisa mengalami kehadiran dan figur Tuhan. Sayangnya, menurut Donny, keterbatasan bahasa manusia membuat kita tidak mampu menangkap realitas kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita. Dari situlah lalu muncul yang namanya bahaya ateistik. Padahal, sebetulnya, selagi kita berbahasa apa pun, tak mungkin kita menjadi ateis. Begitulah kira-kira, saya menangkap pembicaraannya. Semoga saya tidak salah menangkap dan membahasakannya dalam tulisan ini.

Saya dan Donny Danardono dalam obrolan di Kantor Campus Ministry Unika Soegijapranata, tempat saya bertugas melayani. Pemilik hak cipta (Sumber Dok Pribadi)

Lalu saya pun menanggapi pernyataan Donny dengan mengutip bahasa manusiawi Paus Fransiskus. Pada tanggal 25 September 2017 lalu, sebagaimana dilansir dalam zenit.org (26/9/2017), Paus Fransiskus mengatakan, dalam kerahimanNya, Tuhan selalu pergi mencari kita. Itulah bahasa kasih Tuhan. Tak pernah ada kata terlambat untuk mengalami kasih dan kebaikanNya. Ia bahkan selalu menunggu dan mencari kita.

Dosa terbesar kita adalah saat kita tidak menyadari atau bahkan menolak menyadari bahwa Tuhan selalu menunggu dan mencari kita. Dia tidak pernah bosan mencari untuk menemukan kita, lalu merangkul dan menciumi kita dengan kerahimanNya. Sesungguhnya, Tuhan selalu menunggu dan menunggu kita kendati dosa-dosa kita, aib-aib kita, masalah-masalah hidup kita. Tinggal kita saja, mau djumpaiNya atau tidak, mau dipelukNya atau menghindariNya! Namun, Dia tidak pernah bosa mencari kita!

Obrolan berakhir, sebab giliran Mas Donny harus mengajar, dan temannya harus melanjutkan perjalannya. Terima kasih Mas Donny dan Mel atas obrolan santai namun mendalam itu. Biarlah melalui tulisan sederhana ini, kubagikan pula pokok-pokok obrolan itu kepada siapa saja yang berkenan membacanya. Tuhan memberkati!***

Gambar sampul: Saya dan Donny Danardono dalam obrolan di kantorku: Campus Ministry Unika Soegijapranata. Sumber Dok Pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2643159541291344?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.