Inspiration

Inilah Bukti Kesaktian Pancasila Bagiku

Hari ini, Minggu, 01 Oktober 2017, secara kebangsaan, dikenang sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Di manakah letak dan bukti kesaktian Pancasila dalam konteks kehidupan kita sebagai bangsa pada saat ini?

Menurut saya, letak dan kesaktian Pancasila terutama dan pertama-tama tampak pada implementasi sila-sila Pancasila itu sendiri. Pancasila sakti bukan dalam rangka menghabisi para lawan politik Orde Lama maupun Orde Baru. Pancasila sakti justru apabila kelima sila di dalamnya mampu terimplementasikan dalam kehidupan bersama.

Pancasila sungguh amat sakti, bila seluruh masyarakat kita, mulai dari para pemimpin baik di tingkat eksekutif, legislatif maupun yudikatif hingga seluruh rakyat akar rumput mampu menghayati jatidirinya sebagai orang yang tekun beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hidup beriman dihayati melalui cara hidup beragama yang baik dan benar, apa pun agama dan kepercayaan kita. Hidup beriman dan beragama yang baik dan benar teruji bila kita bisa saling menghormati satu terhadap yang lain apa pun agama dan kepercayaan kita.

Pancasila sakti manakala kemanusiaan yang adil dan beradab kian nyata dalam kehidupan kita bersama. Artinya, sebagai pribadi warga bangsa Indonesia, kita menghayati diri sebagai sesama manusia bagi lain. Kita hidup bermartabat dalam keadilan dan keadaban dengan saat kita bisa menghargai orang lain di sekitar kita. Keadilan diukur bukan dengan melulu saling menghargai hak dan kewajiban, melainkan lebih dari itu, saling menghargai dan menghormati dalam cinta kasih satu terhadap yang lain.

Pancasila sakti saat seluruh warga bangsa saling hidup rukun, tanpa perpecahan, tanpa konflik yang destruktif. Sila ketiga Pancasila yakni persatuan Indonesia dihayati oleh seluruh warga bangsa dengan setia. Tandanya, tiada lagi ujaran kebencian, kebohongan, sikap memecah belah dan dendam. Yang bermusuhan berdamai. Yang berlawanan berjabat tangan. Yang berselisih saling mengampuni.

Persahabatan saya (Pastor Katolik) dan Gus Mus (Kiai Haji) sebagai bentuk penghayatan Pancasila sakti. Pemilik hak cipta (Sumber Dok Pribadi).

Pancasila sakti dibuktikan dalam kerelaan dan keikhlasan saling bekerja sama dalam semangat gotong royong dan musyawarah untuk mufakat. Bila ada perbedaan, kita duduk bersama saling berbicara dalam cinta mencari solusi yang bijaksana dan bermanfaat untuk semua. Tidak ada orang maupun kelompok yang saling memaksakan kehendak.

Akhirnya, Pancasila sakti, bila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia diwujudkan dalam kehidupan. Para koruptor ditangkap dan diadili secara benar. Bila memang terbukti korupsi, mereka di-miskin-kan untuk memberi efek jera. Uang yang dikorupsi dikelola untuk kepentingan kesejahteraan rakyat, terutama mereka yang paling miskin dan membutuhkan kesejahteraan. Para petani, nelayan, pedagang kecil, dan buruh diangkat martabatnya dalam kesejahteraan dan kebaikan.

Itulah, yang saya pikirkan saat merenungkan bahwa hari ini adalah hari kesaktian Pancasila. Tak cukup berhenti hanya pada upacara, melainkan harus mewujud nyata dalam kehidupan nyata, bersumber dari kelima sila yang menjadi bagian utuh Pancasila. Kalau itu sungguh terjadi, benarlah, Pancasila sungguh-sungguh sakti bagi seluruh rakyat dan warga bangsa Indonesia. Namun bila yang terjadi sebaliknya, yang terjadi bukan Pancasila sakti, melainkan Pancasila sedang sakit dan kita semua bertanggung jawab untuk menyembuhkannya agar Pancasila sakti kembali untuk kita semua!***

Gambar sampul: Ketika saya dan para seniman merajut kerukunan persaudaraan demi menghayati sila ketiga Pancasila: Persatuan Indonesia. Sumber: Dok Pribadi

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/64814489207725?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.