Inspiration

Makna Rohani Betah Karena Butuh

Dalam perjalanan dari Ungaran menuju Kampus Unika Soegijapranata Semarang, pagi hari ini (Rabu, 11/10/2017), saya membaca tulisan yang terpampang pada bak belakang sebuah truk yang melaju di depan saya. Sayang, karena keadaan, saya tidak berani memotretnya, demi keselamatan. Posisi jalan menurun di kawasan Watugong atau Makodam IV/Diponegoro.

Tulisan itu berasal dari Bahasa Jawa, berbunyi, “Betah Merga Butuh“. Dalam Bahasa Indonesia bisa diterjemahkan menjadi, “Betah Karena Butuh”.

Saat membaca tulisan itu, saya teringat akan sebuah tulisan lain yang bagiku memiliki makna yang sama, yang terdapat dalam bak truk lain. Begini bunyi tulisan itu, “Aku tanpamu bagaikan sego kucing ilang karete. Ambyarrr!” Saya memnayangkan dan mengisi kata “tanpamu” dengan “tanpaMu” – dengan M huruf besar – yang merujuk pada Tuhan Yang Maha Esa. Tanpa Dia, aku bagaikan nasi kucing kehilangan karet pengikat bungkusnya. Maka, nasi itu akan ambyar…., tumpah berserakan, atau bahkan ancur!

Tulisan pada bak belakang truk “Aku tanpamu bagaikan sego kucing ilang karete. Ambyarrr” (Sumber foto: radarcirebon.com)

Baik tulisan “Betah Merga Butuh” maupun “Aku tanpamu bagaikan sego kucing ilang karete. Ambyarrr!” memiliki makna rohani yang dahsyat dan mendalam bagiku. Saat membaca tulisan tersebut, aku tersenyum sambil “mengunyah” kalimat tersebut sebagai sebuah santapan rohani.

Spontan, inilah yang saya pikirkan dan rasakan. Tulisan-tulisan itu membawaku masuk ke dalam suasana rohani yang disebut doa dan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dari pengalaman yang dibagikan kepadaku, tak sedikit orang berdoa dan beribadah dalam keadaan tidak betah, tidak krasan. Doa dan ibadah dilakukan dengan serba cepat dan kemrungsung, ingin segera selesai.

Saya merasakan dan menemukan, tulisan pada bagian belakang bak truk tersebut menjadi jawaban atas kondisi sementara orang yang tidak krasan dan tidak betah dalam berdoa dan beribadah, apa pun agamanya. Ia tidak betah berdoa mungkin karena merasa tidak membutuhkannya. Padahal, bila kita membutuhkannya, maka doa dan ibadat akan membuat kita merasa betah dan krasan.

Karenanya, lebih dari alasan apa pun, bagiku, tidak berlebihanlah memaknai kalimat “betah merga butuh” dan “aku tanpamu bagaikan sego kucing ilang karete. Ambyarrr!” dalam konteks hidup rohani. Aku akan betah berdoa dan beribadah oleh sebab aku membutuhkannya. Terlebih dan terutama, aku bisa betah dan krasa berdoa dan beribadah oleh sebab aku membutuhkan Tuhan yang hadir dalam setiap doa dan ibadahku.

Ia ada di sana menungguku selalu, dan aku membutuhkan daya kekuatan dan kasih kerahimanNya, hingga aku betah tinggal bersama Dia! TanpaNya, aku tak berdaya dan tak mampu berbuat apa-apa. Itulah makna rohani dari kalimat-kalimat yang kubaca di sebuah bak belakang truk. Mungkin pemaknaan itu di luar bayangan sang pembuatnya, namun begitulah, setiap kalimat yang terbentang di depan kita akan selalu bersifat multi-interpretable, sesuai persepsi dan disposisi batin kehidupan yang bersangkutan. Semoga bermanfaat dan menjadi berkat.***

Gambar sampul: Tulisan pada bak belakang truk (Sumber: radarcirebon.com).

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4261903046208996?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.