Inspiration

Kunjungan Yang Bermakna Walau Tak Berjumpa

Hari Rabu (18/10/2017), saya mendapat pesan melalui WhattsApp dari sahabatku, seorang jurnalis. Namanya Muhammad Syukron, panggilan akrabnya Kang Syukron. Tiba-tiba Kang Syukron menyapaku melalui pesan WA, “Selamat pagi Romo…” Kujawab, “Kang Syukron…” “Ruangan Romo di mana?” tanya beliau. “Saya di Gedung Mikael Lt. 4!”

Kang Syukron (baju hitam) dan saya (berbaju putih) dalam suatu acara buka bersama. Pemilik hak cipta. Sumber foto: Dok pribadi.

Selanjutnya, Kang Syukron mengirimkan foto ruanganku yang kosong. Saat itu saya sedang berada di tempat lain, di Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk pembekalan dan pemotivasian para calon Dekan FEB 2018-2022. Makanya, ruanganku kosong.

Kang Syukron menulis pula, “Saya sudah geser Romo. Tadi ke ruangan Romo kosong. #Ngintip (simbol tangan menyembah) hehehe.” “Iya, tadi aku kasih pembekalan di FEB. Sembah nuwun (terima kasih) diintip = diberkati hehehe” jawabku. “Amin… Berkah Dalem, sehat selalu ya Mo…” “Injih Kang. Sayang tak jumpa ya… (simbol menangis).” jawabku. “Iya Mo, kangen je…” sahutnya. “Mohon selalu doanya ya Romo” mengakhiri komunikasi melalui WA.

Komunikasi itu mengalir di antara kami, dua orang sahabat, Kang Muhammad Syukron (Muslim) dan saya (Romo Pastor Katolik). Komunikasi mengalir sebagai sebuah kelanjutan dari upaya beliau mengunjungi diriku, namun sayangnya, daku tak berada di tempat. Namun, bagiku, kunjungan itu sungguh amat bermakna walau kami tak sempat saling jumpa.

Persahabatan kami dapat dibaca dari proses dan isi dialog di antara kami. Mulai dari hal-hal yang biasa. Sapaan selamat pagi, lalu memuncak pada ungkapan saling memberkati. Bahkan Kang Syukron yang seorang Muslim menulis sapaan salam, “Berkah Dalem”, sebuah sapaan khas Umat Katolik di Jawa Tengah dan Yogyakarta pada khususnya. “Berkah Dalem” sama dengan “Tuhan memberkati!” Lalu dialog berakhir dengan saling memohon doa dan saling mendoakan, kendati kami berbeda agama. Itulah yang namanya persaudaraan dan persahabatan sejati. Dari sana terpancar percikan peradaban kasih dalam kesejahteraan, kemartabatan, dan keberimanan, apa pun agama kami.

Inilah ruangan saya sebagai Pastor Kepala Kampus Ministry Unika, hasil jepretan Kang Syukron yang dikirimkan kepada saya melalui WA. Pemilik hak cipta. Sumber foto: Kang Syukron/Dok pribadi.

Kang Syukron adalah jurnalis yang berkali-kali membuat berita tentang keberagaman dan gerakan persaudaraan dan kerukunan yang saya gagas dan laksanakan di Semarang dan sekitarnya, Beliaulah, yang juga terlibat dalam gerakan komunitas persaudaraan lintas agama di Semarang bersama banyak kawan muda lain demi terwujudnya kehidupan yang rukun damai dalam keberagaman.

Justru karena kualitas pribadi Kang Syukron yang seperti itulah, maka, bagiku, kunjungan beliau ke ruanganku sungguh sangat bermakna, walaupun kami tidak saling berjumpa. Terima kasih Kang Syukron atas kunjungannya. Barokallah. Berkah Dalem. Tuhan memberkati!***

Gambar sampul: Kang Syukron (berbaju hitam) dan saya (berbaju putih)Sumber: Dok pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/21931858551746?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.