Inspiration

Asyiknya Menikmati Perjalanan Panjang Pulang Kampung

Pada hari Rabu (01/11/2017), saya pulang kampung untuk melayat. Ayah Romo Rusbani, sahabat kami, wafat. Perjalanan pulang kampung dari Muntilan ke Baturetno cukup panjang, namun mengasyikkan. Saya harus menempuh jalur melingkar dari Muntilan melalui Yogyakarta, lalu Wonosari hingga tiba di Baturetno. Sesudah itu, saya kembali ke Ungaran melalui Wonogiri dan Solo. Itulah perjalananku yang panjang dan mengasyikkan. Jalur yang panjang melewati sejumlah kota, dari Muntilan, Yogyakarta, Wonosari, Baturetno, Wonogiri, Solo, Boyolali, Salatiga dan Ungaran.

Asyiknya menikmati perjalanan panjang. Kunikmati saja perjalanan itu. Saat berangkat, aku berangkat beriringan dengan rombongan Romo Edy, Romo Ratma, dan Romo Purwatma. Saya mengikuti dari belakang (bahasa Jawa: ngithil), sebab saya sudah tak sehapal dahulu melintasi jalur Yogya-Wonosari-Baturetno. Dengan begitu, saya merasa aman, sebab mobil yang di depanku menjadi penunjuk arah.

Kami pulang untuk menyatakan rasa duka belasungkawa kepada rekan kami, Romo Rusbani. Ayahnya dipanggil Tuhan. Kami pulang, meski terlambat mengikuti upacara pemakaman, namun yang terpenting kami tetap memberikan dukungan dan sapaan kesetiakawanan, sebagai sesama rekan imam dari Baturetno.

Sesudah dari rumah Romo Rusbani, saya pulang kampung sejenak, sebab tinggal lima menit saja waktu perjalanan dari rumahnya ke rumahku. Sesampai di rumah, kurebahkan tubuhku di lantai. Itulah kebiasaanku bila berada di rumah tempat kelahiranku.

Sempat kulihat album kenangan, sebuah foto bertiga yang menampilkan mendiang ibu, adikku yang bungsu, dan diriku. Kutampilkan saja foto itu sebagai gambar sampul dan ilustrasi satu-satunya untuk tulisan ini. Kurepro foto itu dengan androidku sebagai kenangan saat menikmati perjalanan meski sendirian. Kujadikan foto itu sebagai gambar sampul dan ilustrasi untuk tulisan ini sebab dalam perjalanan pulang hari Rabu itu, kami memang tak sempat berfoto bersama.

Mendiang ibuku, si bungsu dan diriku di masa lalu. Pemilik hak cipta. Sumber foto: Dok pribadi.

Sesudah istirahat sejenak, saya pergi ke makam Ibuku untuk berdoa di sana dan menancapkan sekuntum adenium tiga bunga di pusaranya. Tak lupa saya berdoa pula di pusara adikku yang nomor tiga yang dimakamkan pula di tempat yang sama.

Sekitar pukul 18.00 saya berpamitan. Ayahku memberkati dahiku. Saya berangkat lagi, pulang ke Ungaran, sendirian. Kali ini tidak nginthil rombongan lain. Kunikmati perjalanan santai saja, tak harus melaju kencang. Yang penting, saya selamat sampai tujuan.

Sepanjang perjalanan, kudengarkan lagu-lagu Frank Sinatra. Lagu-lagu itu menyejukkan hati, membantu menahan emosi ketika beberapa pengendara sepeda motor ngepot di depanku dengan sengaja. Kudoakan yang bersangkutan agar tetap selamat sampai tujuan.

Kunikmati asyiknya perjalanan itu. Saya bahagia bisa berjumpa keluargaku: ayah dan si bungsu bersama istrinya. Saya juga bahagia bisa berjumpa ibuku dan adikku nomor tiga, meski perjumpaan itu di makam dalam doa dan ditandai bunga adenium dan kamboja. Perjalanan menuju Ungaran pun tak terasa, meski jauh dan lalulintas sedemikian padat.

Itulah, kisah kecil menikmati perjalanan panjang yang tetap mengasyikkan, meski aku sendirian. Terima kasih kepada Bapak Uskup, Romo Vikjen dan Romo Sugiyana Pr yang mengijinkan kami meninggalkan rapat DKP KAS yang belum selesai demi melayat ke kampung halaman. Karena itu pula, maka aku bisa sekalian pulang kampung. Terima kasih kepada Romo Edy, Romo Ratma, dan Romo Purwatmo yang menjadi teman perjalanan pulang, meski tak berada di satu kendaraan. Terima kasih juga kepada Romo Rusbani, Suster Iwit Diana OSF dan Nia, yang menerima kami dengan tetap ceria meski mereka sedang berduka. Berkat peristiwa itulah, saya bisa pulang dan berdoa pula di makam ibu dan adikku serta berjumpa dengan keluargaku di desa.***

Gambar sampul: Mendiang ibundaku, salah satu adikku, dan daku. Sumber foto: Dok pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/133107016453468?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.