Inspiration

Keindahan Persahabatan Mekar Laksana Bunda Harum Semerbak

Keindahan ​p​ersahabatan

s​elalu ​m​ekar

l​aksana ​b​unga ​h​arum​ semerbak​…

Dalam kesempatan sarasehan tentang harmoni dan kerukunan di Kelurahan Kemijen (Selasa, 24/10/2017), ​yang diselenggarakan Fakultas Teknik Unika Soegijapranata dan Kesbangpol Jawa Tengah, mekarlah laksana bunga harum keindahan persahabatan di antara kami bertiga. Kami bertiga adalah Ibu Khanani,​​ Bapak ​Abdul Jawad​ dan saya. Saat kami berjumpa, saya langsung mengajak mereka berdua untuk berfoto selfie, seperti yang tampak dalam gambar sampul dan ilustrasi artikel ini. Hal itu menjadi sebentuk persahabatan yang laksana bunga harum semerbak. Mengapa? Inilah alasannya.

Ibu Khanani, Abdul Jawad dan diriku saat selfie bertiga sesudah lama tak saling berjumpa. Pemilik hak cipta. Sumber foto: Dok pribadi.

Pertama, empat tahun yang lalu, Khanani dan ​​Abdul Jawad ternyata merupakan dua di antara ribuan peserta Kongres Persaudaraan Sejati (KPS) I yang diselenggarakan oleh Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang (Kom HAK KAS) bersinergi dengan Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE), Kepemudaan (Komkep), Karya Misioner dan Komkat KAS. Kala itu, KPS dilaksanakan di Muntilan, baik di kompleks van Lith maupun di lapangan Kauman. Acara dilaksanakan selama tiga hari dua malam dengan berbagai segmen, yakni edukasi, selebrasi, animasi dan pentas seni budaya lintasagama. Para narasumber hebat dihadirkan untuk memberi pencerahan tentang persaudaraan dan kerukunan, yakni Ibu Hajah Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Buya Safii Maarif, KH Abu Hapsin, Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera, Elga Sarapung, I Wayan Sumerta, Lingling, mendiang Mgr. Johannes Pujasumarta, Sr. Martha E. Driscoll OCSO dan Gunretno. Tokoh-tokoh hebat itu menjadi representasi dari semua agama dan unsur kepercayaan yang ada di Nusantara, yakni Islam, Buddha, Kristen, Hindu, Konghucu, Katolik dan Sedulur Sikep.

Peristiwa itulah yang membuat Khanani, Abdul Jawad dan saya mengalami kenangan indah yang mekar laksana bunga harum, saat kami berjumpa lagi. Bahkan, Khanani dan Abdul Jawad bertanya, “Kapan acara serupa diadakan lagi, Romo?” Mereka juga mengatakan, bahwa kawan-kawan lintasagama Semarang peserta KPS tersebut tetap menjalin komunikasi dan mengenang peristiwa itu sebagai hal yang positif dan baik untuk diteruskan. Syukur kepada Allah. Pertanyaan dan pernyataan mereka meneguhkan dan menguatkan daku sebagai Ketua Kom HAK KAS, yang terlibat intensif dalam mempersiapkan dan menyelenggarakan KPS pertama kali itu, dan tahun depan akan menyelenggarakan KPS yang kedua.

Kedua, keindahan persahabatan mekar laksana bunga harum semerbak, ketika kami berdua, Abdul Jawad dan saya, sama-sama menjadi narasumber untuk sarasehan tentang harmoni dan kerukunan dalam keberagaman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tersebut. Kami berdua meneguhkan warga kelurahan Kemijen, Semarang Timur, dalam menghayati indahnya keberagaman yang sudah mereka hidupi selama ini. Berikut ini adalah foto kami berdua, mengapit moderator yang memandu jalannya sarasehan saat kami menjadi narasumber.

Abdul Jawad, Ibu moderator dan saya saat menjadi narasumber dalam sarasehan tentang harmoni dan kerukunan. Pemilik hak cipta. Sumber foto: Dok pribadi.

Ketiga, keindahan persahabatan mekar laksana bunga harum saat, pada hari Selasa malam (24/10/2017), pada pukul 22:02​,​ ​Abdul ​Jawad ​mengirimkan pesan melalui sms maupun WA,​ ​”​Sugeng ndalu ​R​omo​.​ ​B​erkah ​D​alem​ ​(Selamat malam romo. Tuhan memberkati).​ Kujawab pesan tersebut pada pukul 22:14​, “​Sugeng ndalu Pak Jawad. Matur sembah nuwun​.​ (Terima kasih​). ​​Barokallah. Berkah Dalem.”​ Pada pukul​ ​22:29 Abdul Jawad menulis lagi melalui WA, “Sangat indah sekali Romo dan mari kita ciptakan kedamaian dalam merajut kerukunan antarumat beragama dan antariman serta denga terwujudnya pembaruran insan di bumi Nusantara ini. ​Terima kasih sekali. Berkah Dalem Romo. Saya pun masih membalas dengan menulis,​ “​Sam​a​-sam​a​ Pak Jawad. Sugeng ngaso​ (selamat beristirahat).​ Barokallah. Berkah Dalem​.“​

Tiga alasan sederhana itulah yang membuatku mengalami indahnya persahabatan yang mekar laksana bunga yang harum semerbak pada hari Selasa malam itu. Dalam perjumpaan dan komunikasi tersebut mekarlah persahabatan dalam keberagaman yang laksana bunga harum semerbak. Semoga kerinduan Abdul Jawad, kerinduang Khanani, dan kerinduanku itu, menjadi kerinduan kita pula, di mana pun berada.***

Gambar sampul: Ibu Khanani, Abdul Jawad dan diriku saat kami selfie bertiga. Sumber foto: Dok pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1234366118400536?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.