Inspiration

Refleksi Budaya, Merah Putih dan Garuda Pancasila Jaya

Menjadi sebuah kegembiraan bahkan kebahagiaan bagiku, boleh melanjutkan rangkaian Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2017 di Muntilan dalam sinergi dan kolaborasi banyak pihak. Minggu pagi (29/10/2017), dari pukul 09.00 – 10.30, bertempat di Lapangan Pemda atau sering disebut juga Lapangan Kauman atau juga Lapangan Pastoran, diselenggarakan refleksi budaya dalam bentuk tarian kolosal.

Daruno dan Wigati memandu jalannya acara ini, yang menjadi bagian dari Gelar Budaya dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2017. Ditampilkan refleksi budaya bahwa Merah Putih dan Garuda Pancasila tetap jaya menghadapi tantangan zaman.

Foto-foto yang menjadi gambar sampul dan ilustrasi artikel ini merupakan hasil jepretanku dengan menggunakan perangkat android di antara kerumunan banyak pengunjung dan penonton yang memadati arena Refleksi Budaya itu. Kendati panas matahari menyengat, tak membuat mereka merasa penat. Justru tampak sekali, mereka bersukacita sebagai warga masyarakat yang penuh minat menyaksikan refleksi budaya dalam bentuk tarian kolosal itu.

Wajah Pasukan Merah Putih yang diperankan anak-anak dalam Refleksi Budaya di Muntin. Pemilik hak cipta. Sumber foto: Dok pribadii.

Refleksi Budaya melalui tarian kolosal ini melibatkan 125 penari anak-anak dan remaja dari 5 sekolah. Kelima sekolah itu adalah SD dan SMP Kanisius Sumber, SD Marsudirini Muntilan, SMP Marganingsih Muntilan, SMP Kanisius Muntilan. Mereka menghadirkan tarian kebangsaan yang menarasikan Tanah Air Indonesia yang subur. Para petani bekerja di ladang dan sawah menghasilkan rejeki bersama Dewi Sri, Sang Dewi Kesuburan Alam. 

Para petani mengadu kepada Dewi Sri dalam refleksi budaya di Muntilan. Pemilik hak cipta. Sumber foto: Dok pribadi.

Mereka – para petani itu – bekerja demi menghidangkan kesejahteraan di bawah Merah Putih dan Garuda Pancasila. Dalam semangat kebhinekatunggalikaan mereka menggarap ladang dan sawah.

Namun mereka mengalami ancaman yang datang yang digambarkan para raksasa. Syukurlah Dewi Sri, Merah Putih dan Garuda Pancasila menjaga dan melindungi mereka. Pasukan Merah Putih dan Garuda Pancasila berhasil mengalahkan kekuatan jahat itu bahkan mempertobatkan mereka. Mereka pun melepaskan topeng-topeng raksasa dan lalu bergabung dalam kebersamaan membangun peradaban kasih bersama dalam kesejahteraan dan kegembiraan.

Dewi Sri menari bersukacita bersama pasukan Merah Putih sesudah perdamaian dengan lawan terjadi dalam refleksi budaya di Muntilan. Pemilik hak cipta. Sumber foto: Dok pribadi.

Terima kasih kepada Mas Agung Pribadi yang menjadi pelatih bagi anak-anak dalam refleksi budaya dalam bentuk tarian kolosal ini. Terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang mendukung dan menyemarakkan Gelar Budaya 2017 dalam rangka Sumpah Pemuda 2017. Terima kasih atas sinergi dan kolaborasi yang baik berbagai pihak, yakni MMM PAM, Kom HAK KAS, Komsos KAS, dan Lembaga-Lembaga Pendidikan Katolik di Muntilan demi terlaksananya Refleksi Budaya ini. Dengan sangat istimewa, mereka telah menampilkan refleksi budaya tentang Merah Putih dan Garuda Pancasila yang jaya menghadapi tantangan zaman, terutama bersama para petani yang menyediakan kesejahteraan.***

Gambar sampul: Pasukan Merah Putih dan Dewi Sri menari penuh sukacita dalam refleksi budaya di lapangan Pemda/Kauman/Pastoran Muntilan. Sumber foto: Dok pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1927018054958949?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.