Inspiration

Bergembira Memperjuangkan Prinsip Lima M, Apa Itu Prinsip Lima M?

Secara pribadi, saya bergembira boleh berbagi dan memperjuangkan “prinsip lima M” dalam rangka kuliah moral kehidupan manusia. Apa itu “prinsip lima M”?

Dalam konteks moral kehidupan manusia, “prinsip lima M” adalah prinsip untuk menghormati, menghargai, membela, menjaga dan melindungi kehidupan manusia apa pun keadaannya dari sejak awal mula keberadaannya hingga akhir kehidupannya.

Dengan “prinsip lima M” itu, saya mengajak mereka untuk menghormati, menghargai, membela, menjaga dan melindungi kehidupan manusia apa pun keadaannya. Kehidupan manusia tidak boleh diganggugugat sejak awal keberadaannya, yakni pada 00 jam sesudah pembuahan terjadi, hingga manusia menghembuskan nafas terakhir terseturut kehendak Sang Penciptanya. Segala bentuk intervensi atas kehidupan manusia yang melanggar “prinsip lima M” secara moral tidak bisa dibenarkan, justru karena kehidupan manusia adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Karena kehidupan adalah anugerah, maka tidak bolehlah manusia menghancurkannya apalagi menghabisinya, apa pun alasannya.

Itulah tesis dasar pengajaran yang kuberikan kepada mereka dan kuterangkan secara berkobar-kobar kepada mereka dalam rangka moral kehidupan manusia. Tesis itu lantas kuuraikan dalam beberapa bagian, yakni menempatkan “prinsip lima M” pada tahap awal kehidupan, menggunakan “prinsip lima M” dalam rangka moralitas keluarga berencana, dan memperjuangkan “prinsip lima M” dalam menyikapi moralitas aborsi. Prinsip itu berbasis pada azas dan dasar pro-life dari pada pro-choice. Dengan prinsip dasar itu, kita pun boleh bergembira menjadi pribadi-pribadi yang menghormati, menghargai, membela, menjaga dan melindungi kehidupan manusia, selemah dan seringkih apa pun dia.

Di akhir pengajaran mata kuliah moral kehidupan yang saya sampaikan di kelas Program Studi Ilmu Hukum Kesehatan untuk mahasiswi-mahasiswa S-2 Unika Soegijapranata, para peserta kuliah mengajakku berfoto bersama. Bagiku, itu merupakan sebuah kebersamaan dalam kegembiraan di akhir pengajaran. Foto itulah yang kujadikan gambar sampul dan ilustrasi tulisan ini.

Pemilik hak cipta

Saat berfoto bersama, mereka tampak bergembira. Tentu, saya tidak tahu persis alasan kegembiraan itu. Mungkin mereka gembira sebab kuliah yang saya berikan sudah selesai. Mungkin mereka gembira karena mendapatkan tambahan wawasan terkait dengan prinsip moral kehidupan dalam perspektif pro-life yang membela kehidupan apa pun alasannya. Entahlah, apa pun alasan kegembiraan mereka, yang jelas, begitu mereka mengajak berfoto bersama, saya siap melayani mereka. Mungkin foto bersama itu akan menjadi sebuah kenangan di masa depan.

Bagiku sendiri, perjumpaan dengan mereka, angkatan ke-27 Progdi Ilmu Hukum Kesehatan untuk Magister Ilmu Hukum Kesehatan, menjadi sebuah kesempatan untuk berbagi pandangan dan wawasan tentang “prinsip lima M”. Saya pribadi bergembira boleh berbagi pandangan dan “prinsip lima M” tersebut.

Semoga itu juga yang menjadi alasan dan ekspresi kegembiraan dalam kebersamaan berfoto bersama di akhir pengajaran itu. Mereka bergembira sebab diteguhkan dalam menghayati motto Unika Soegijapranata: talenta pro patria et humanitate, mengggunakan setiap talenta dan bakat untuk kesejahteraan bangsa dan umat manusia. Tuhan memberkati dan jadilah berkat untuk memperjuangkan “prinsip lima M” dengan gembira.***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1971831301127448?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.