Inspiration

Mendukung Kang Rosyad Yang Setia Melanjutkan Perjuangan Istrinya

Kang Rosyad adalah suami mendiang Yu Patmi yang meninggal dunia saat berjuang demi keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan hidup di Jakarta 21 Maret 2017. Pernikahannya dengan Yu Patmi berbuahkan dua anak, salah satunya bernama Sri Utami. Kami datang ke rumahnya. Kami terdiri dari Mas Gunretno, Yosi yang merancang Langgar Yu Patmi, Joko, Tole, Mbah Parwadi, Setyawan Budy dan saya serta masih banyak rombongan lain, termasuk dari Tim HAK KAS dan UNDIP Semarang.

Sri Utami, Kang Rosyad, Mas Gunretno dan saya. Pemilik hak cipta

Saat rombongan kami tiba, Kang Rosyad dan Sri Utami, putri Rosyad-Patmi menyambut kami dengan ramah. Secara spontan, meski kami sudah makan bersama di bawah pohon jati, Sri Utami tetap saja menyediakan hidangan untuk kami berupa makanan dan minuman. Perjumpaan kami pun menjadi lebih lama. Kami bertiga (Kang Rosyad, Mas Gunretno dan saya) melakukan tos dengan gelas teh kami, tanda bahwa kami kompak siap melanjutkan perjuangan Yu Patmi. Dalam perjumpaan itu, Kang Rosyad menegaskan bahwa ia akan melanjutkan perjuangan istrinya, menolak keberadaan pabrik semen di wilayahnya demi menjaga kelestarian lingkungan hidup dan keutuhan ciptaan.

Bersama Mas Gunretno, salah seorang tokoh dari komunitas Sedulur Sikep dari Sukolilo, Pati, kami datang ke Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Pati dalam rangka persiapan membangun Langgar Yu Patmi. Direncanakan, langgar itu dibangun di atas tanah yang diwakafkan keluarga Yu Patmi untuk apa saja yang bermanfaat bagi masyarakat. Maka diputuskan, salah satunya, dibangun langgar.

Demi mewujudkan cita-cita dan perjuangan mendiang istrinya, Kang Rosyad bahkan tak hanya menyerahkan tanah bersertifikat atas nama Patmi itu sebagaimana sudah dipesankan almarhumah, melainkan juga sudah menebangi sejumlah pohon jati yang ditanam keluarganya sejak tiga puluh tahun lalu. Kayu-kayu itu sudah digergaji dan dipotong sesuai kebutuhan untuk pembangunan Langgar Yu Patmi.

Masih banyak pohon jati lainnya yang ditanamnya, yang sudah berusia delapan belas tahun. Bila diperlukan, jati-jati itu akan ditebang, dipotong dan digergaji demi terwujudnya perjuangan istri tercintanya. Dalam kesederhanaan dan keikhlasan, Kang Rosyad siap menanggung apa saja untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan istrinya dengan setia.Kang Rosyad, Mas Gunretno dan saya. Toss! Pemilik hak cipta

Kakek satu cucu dari Sri Utami itu telah menata semua benda yang diwariskan istri tercintanya yang pernah menjadi sarana dan prasarana istrinya saat melakukan aksi tolak semen demi kelestarian lingkungan hidup dan keutuhan ciptaan. Rosyad bersama para petani warga Larangan dan desa-desa lain tidak ikhlas bila wilayah mereka yang selama ini menjadi lahan untuk pertanian dirusak gara-gara akan dibangun pabrik semen di situ. Itulah yang selalu dikatakan mendiang istrinya. Itulah juga yang dengan setia hendak diteruskan sebagai perjuangannya.

Saya kagum melihat tekad dan niat Kang Rosyad melanjutkan perjuangan istrinya dengan setia. Bahkan, tanah, tanaman jati, serta bambu yang puluhan tahu dirawatnya, juga diikhlaskan untuk mendukung dan melanjutkan perjuangan mendiang istrinya. Semua itu menjadi pelajaran bagiku, saat boleh berjumpa Kang Rosyad di rumah kediamannya Rabu (8/11/2017) yang lalu. Semoga terkabul dan terwujudlah doa dan perjuangan Kang Rosyad dan rekan-rekan petani di sana, berkat dukungan banyak pihak yang masih memiliki hati nurani bersih dan jernih dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dan keutuhan ciptaan. Terima kasih Mas Agung dari Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan, yang memotret perjumpaan itu dengan androidku, dan kujadikan gambar sampul serta ilustrasi untuk tulisan ini.***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2157173471189178?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.