Inspiration

Viralkan Kebaikan, Kerukunan, Kebangsaan: Ayem, Adem, Tentrem

Pada Hari Toleransi Internasional (Kamis, 16 November 2017), saya mendapatkan kiriman foto yang menjadi ilustrasi pertama dan gambar sampul artikel ini melalui pesan WA di suatu grup komunitas budaya. Sesudah membukanya, saya tersenyum: ayem, adem dan tentrem. Foto tersebut dishare dari instagram komunitas Habib Luthfi sebagaimana tampak dalam ilustrasi ini. Syukur kepada Allah.

Referensi pihak ketiga

Foto tersebut adalah foto kami, yakni Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau dikenal akrab dengan sebutan Habib Luthfi dan saya, Romo Pastor Katolik Roma. Foto tersebut lalu saya secreenshot dan kuunggah di akun facebook saya pada akun aloys purnomo, aloys purnomo II dan aloys purnomo III seraya kutambahkan dua foto lain yang masih tersimpan di ponselku. Foto pertama yang kutambahkan adalah foto asli utuh, yang belum bertuliskan pesan toleransi seperti tampak dalam foto pertama atau gambar sampul artikel ini. Berikut foto asli yang masih tersimpan di ponselku yang menjadi kenangan indah saat kami saling berjumpa di Wisma Perdamaian Semarang, kala itu.

Kedua foto tersebut pernah kukirimkan kepada sahabatku, jurnalis kompas.com, yakni Mas Syahrul Munir. Dengan foto-foto itu, Mas Munir menulis berita berdasarkan press-release-ku tentang perjumpaan kami tersebut. Berita itu pun menjadi viral dalam rangka mewartakan kebaikan, kerukunan, kebangsaan yang ayem, adem dan tentrem. Karena itulah, foto dan berita tersebut tersebar dan menjadi viral. Terima kasih rekan-rekan jurnalis yang memegang prinsip peace-jurnalism.

Pemilik hak cipta

Foto kedua yang kutambahkan di facebook adalah foto itu mengabadikan momen saat kami berjalan melangkah dari Wisma Perdamaian menuju panggung. Foto itulah yang menjadi ilustrasi ketiga artikel ini.

Pemilik hak cipta

Di status facebook saya yang kuberi judul “Viralkan Kebaikan Kerukunan Kebangsaan: Ayem, Adem, Tentrem” itu kutambahkan keterangan sebagai berikut: “Perhatikanlah foto saat kami melangkah. Tangan kiriku menenteng tas. Tangan kananku berpegangan erat dengan tangan kiri beliau di balik ‘jumbai hijau’ yang dikenakan beliau. Adem, ayem, tentrem tak hanya dalam hidupku, semoga dalam hidupmu. Mari kita bangun dan wujudkan toleransi sejati untuk mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera bermartabat dan beriman, apa pun agama dan budaya kita.

Dan di akhir status tersebut masih kutambahkan tulisan sebagai berikut: “Salam hormat penuh cinta katur guru dan sahabatku terkasih Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dariku dan kami Gereja Katolik Roma.

Sengaja hal itu saya angkat di Hari Toleransi Internasional dan sekarang kurefleksikan lagi melalui artikel ini. Dewasa ini, betapa dan begitu mudahnya kita memviralkan hal-hal yang buruk tentang orang lain atau keadaan tertentu. Ya, barangkali itu bagian dari adagium bad news is a good news.

Akan tetapi, bukankah sesungguhnya tugas dan panggilan kita untuk selalu dan di mana saja memviralkan kebaikan daripada keburukan, kebenaran daripada kejahatan, keadilan daripada ketidakadilan, dan seterusnya yang lebih positif daripada yang negatif? Entahlah, sampai kapan kita akan terus berjuang mewartakan kebaikan, kebenaran, dan keadilan di tengah kehidupan; namun baiklah setiap ada kesempatan, mari kita viralkan viralkan kebaikan, kerukunan kebangsaan yang memberi rasa ayem, adem, dan tentrem.***

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4114353777855641?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.