Inspiration

Bersikap Tenang dalam Menghadapi Peristiwa Yang Tidak Terduga

Dalam kehidupan ini, kita harus bersikap tenang dalam menghadapi peristiwa-peristiwa yang tak terduga. Hal yang sama terjadi dan kualami pada hari ini, Kamis, 23/11/2017. Meskipun sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya, ternyata saya tetap terlambat dalam menjalankan tugas perutusan saya. Beginilah kisah selengkapnya.

Pagi ini, seperti biasa, saya berangkat dari pastoran Ungaran menuju Kampus Ungu, sebutan untuk Unika Soegijapranata Semarang. Setiap hari Kamis, sesuai jadwal, saya harus mengajar di kelas pada pukul 07.30 – 09.30 WIB. Karenanya, agar tidak terlambat mengajar, pada pukul 06.30, saya sudah harus berangkat dari Ungaran. Biasanya, sekitar pukul 07.00 saya sudah tiba di Kantor Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata. Bahkan, kadang saya sudah sampai di tempat sebelum pukul 07.00. Sesudah itu, saya berjalan kaki menuju ke ruangan kelas yang telah ditentukan.

Akan tetapi, pada hari Kamis pagi ini, saat hendak berangkat dari pastoran, tiba-tiba hatiku menjadi gundah. Pintu garasi mobil yang biasanya sudah terbuka masih tertutup. Namun syukurlah, saat saya menghidupkan mesin kendaraan, Mas Agus, yang ikut tinggal bersama kami di pastoran Ungaran, dengan cekatan membukakan pintu garasi.

Saat hendak keluar halaman pastoran, saya langsung belok ke arah kiri, dengan maksud menuju ke Semarang melalui jalan tol. Di sini semuanya berjalan sangat lancar dan sesuai harapan. Dari Ungaran hingga keluar tol Jatingaleh, saya hanya membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit saja!

Namun, sesudah keluar dari jalan tol dan berbelok ke Jl. Karang Rejo Raya, kendaraan yang berada di depanku tidak bergerak. Itu bukan karena mogok, melainkan karena mereka terjebak kemacetan. Saya pun terjebak dalam kemacetan yang panjang.

Beberapa pengandara mobil di depanku dan di belakangku berbalik arah. Saya tetap saja mengikuti arus kemacetan, sebab memang itulah jalur yang harus kutempuh untuk bisa sampai ke kampus. Saya sempat tergoda untuk ikut berbalik arah dan mencari jalan lain, namun niat itu kubatalkan, sebab tak ada jamiman bahwa jalan lain itu bisa dilalui dengan lebih cepat dan lancar.

Di sinilah saya harus belajar bersikap tenang dalam menghadapi peristiwa yang tak terduga, yang di luar harapan. Waktu sudah menunjukkan pukul 07.30, saatnya saya harus mulai mengajar, akan tetapi saya masih berada di jalan, terjebak dalam kemacetan. Syukurlah, kemacetan bisa diurai sesudah polisi datang mengatur jalannya lalu lintas. Namun apa boleh buat, saya tetap terlambat.

Saat saya tiba di ruangan kelas, ternyata, ruangan kelas pun masih sepi. Dari sembilan peserta kuliah Manajemen Unggulan, belum seorang pun tiba di ruangan kelas kami. Ternyata, mereka pun terjebak kemacetan. Saya memaklumi keadaan itu sambil menunggu mereka. Tak lama sesudah itu, satu per satu mahasiswa berdatangan memasuki ruangan kelas. Kami memulai perkuliahan kami pada pukul 08.15, sesudah terlambat 45 menit dari jadwal yang seharusnya, dengan peserta sebanyak enam orang. Puji Tuhan!

Pemilik hak cipta

Dalam perkara-perkara yang berbeda, mungkin Anda juga bisa mengalami peristiwa serupa. Ada hal-hal yang tak terduga terjadi dalam kehidupan kita. Satu-satunya cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan tetap bersikap tenang. Kepanikan tidak akan menambah kebaikan, justru bisa menimpakan keburukan. Tidak perlu pula mempersalahkan pihak lain, karena hal itu hanya akan menambah kesalahan pada diri kita sendiri. ***

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3225915279539697?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.