Inspiration

Memotivasi Tekad Menjaga NKRI

Ada banyak cara untuk memovitasi tekad menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Inilah salah satunya, yang kami lakukan dalam rangka merayakan HUT ke-13 karya pelayanan kami melalui karya kerasulan jurnalistik.

Sejak saya merintis karya kerasulan jurnalistik ini, tiga belas tahun yang lalu, saya mengusung semangat menjaga (NKRI). Salah satu adalah dengan mengangkat tema-tema nasionalisme, kerukunan dan keberagaman sebagai bingkai karya kami. Meski karya kerasulan jurnalistik ini bervisi kristiani, khususnya katolik, namun kami membuka diri dan terbuka menerima gagasan-gagasan yang disampaikan oleh para tokoh dan cendekiawan dari agama-agama lain sesuai dengan tema yang bersangkutan.

Pemilik hak cipta

Itulah yang kami lakukan selama tiga belas tahun ini. Karena itu, menandai HUT ke-13, kami juga mengangkat tema “Menjaga NKRI melalui profesi masing-masing” dalam sarasehan yang kami lakukan (Minggu, 26/11/2017). Untuk mendalami tema tersebut, kami dibantu oleh seorang imam yang berkarya di Balai Budaya Rejosari, Kudus, yakni Romo YB Haryono, MSF. Kami juga diperkaya oleh Donny Danardono, dosen Unika Soegijapranata Semarang. Kedua narasumber itu mengajak kami semua dan peserta yang hadir dalam sarasehan tersebut untuk kian menjaga NKRI sesuai dengan profesi, panggilan dan perutusan kami masing-masing.

Acara yang mengangkat tema serius itu menjadi cair dan mengalir karena Lous Sastrawijaya, seorang motivator, yang menjadi moderator. Louis dengan piawai mengajar para peserta menyimak, mencerna, dan termotivasi untuk melakukan pokok-pokok gagasan yang disampaikan narasumber saat itu juga. Itu dilakukan melalui gerakan, ucapan, dan humor yang dipraktikkan dalam rangka menjaga NKRI sesuai dengan profesi masing-masing.

Pemilik hak cipta

Tak ketinggalan, anak-anak SD Antonius dan kaum muda Vitalent dari YPAK Semarang pun memovitasi semangat menjaga NKRI melalui nyanyian dan tarian yang mereka bawakan bukan sebagai tontonan melainkan sebagai ajakan untuk bangga menjadi warga NKRI. Ruang Yustinus Kantor Pelayanan Pastoral Keuskupan Agung Semarang yang berada di Jl. Imam Bonjol 172 menjadi saksi untuk peristiwa itu.

Bagiku, pengalaman ini sangat nyata, menginspirasi siapa saja, sekurang-kurangnya para hadirin, untuk kian mencintai NKRI, menjaganya dan merawatnya dalam sikap hormat dalam keberagaman. Dari peristiwa itu, memotivasi tekad menjaga NKRI dilakukan tidak melalui teori dan kata-kata hampa, melainkan dengan sikap nyata, salah satunya dengan mengembangkan semangat berbagi kepada yang membutuhkan perhatian kita.

Semoga, dalam setiap kesempatan yang ada pada kita, kita pun juga terdorong untuk terus memotivasi tekad menjaga NKRI melalui tugas, panggilan dan perutusan kita masing-masing, di mana pun kita berada. Menjaga NKRI tak harus dengan karya-karya besar dan spektakuler, melainkan melalui cara-cara biasa dalam hidup kita sehari-hari. Salah satunya adalah dengan menjadikan pengalaman hidup bersama sebagai sebuah kisah kemanusiaan sebangsa dan setanah air. Bahkan, Pancasila dan budaya serta bahasa pun bisa menjadi sebuah kisah yang menumbuhkan tekad menjaga NKRI agar tetap jaya, damai dan sejahtera dalam keberagaman.***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2371106577954504?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.