Inspiration

Pentingnya Membangun Kehidupan Rohani dalam Pelayanan Kampus

Semua agama mengajarkan dan memberi ruang bagi pentingnya membangun kehidupan rohani. Kehidupan rohani melandasi kehidupan harian kita. Hal yang sama juga penting di kehidupan dunia kampus. Itulah yang kami jadikan perhatian dalam reksa pastoral kampus (campus ministry) Unika Soegijapranata Semarang.

Reksa Pastoral Kampus (RPK) bekerjasama dengan berbagai pihak untuk membangun kehidupan rohani. Antara lain, kerjasama itu dibangun bersama dengan para koordinator gedung yang menjadi bagian Unika Soegijapranata. Para koordinator gedung tersebut seperti halnya para ketua wilayah bila dibandingkan dengan reksa pastoral parokial. Setiap gedung terdiri dari beberapa fakultas. Fakultas-fakultas itu seperti halnya lingkungan-;lingkuan dalam rangka reksa pastoral parokial yang berkoordinasi dengan Koordinator Gedung.

Pemilik hak cipta

Di Unika Soegijapranata terdapat tujuh gedung, yakni Gedung St. Yustinus, Albertus, Thomas Aquinas, Mikael, Antonius, Henricus Constant dan Richardus, Masing-masing memiliki koordinator penghubung dalam kerjasama dengan RPK/CM (Campus Ministry). Mereka memiliki otoritas kuat berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas, sehingga secara moral dan akademik pun memiliki daya dorong untuk menggerakkan kehidupan rohani di gedung masing-masing bersama para dosesn, tenaga kependidikan, dan mahasiswi-mahasiswa dalam rangka reksa pastoral kampus.

Yang sudah terjadi, dalam rangka itu, mereka memiliki dua hal pokok untuk dijadikan perhatian yakni menyelenggarakan pertemuan adven menjelang Natal dan pertemuan prapaskah menjelang Paskah. Meski tidak mudah, namun para koordinator gedung diharapkan terus menggerakkan warga komunitasnya untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan tersebut.

Pemilik hak cipta

Dalam rangka itulah, khususnya menyambut perayaan Natal 2017, kami para koordinator gedung Kampus Ungu – sebutan untuk Unika Soegijapranata Semarang, mengadakan pertemuan koordinatif. Mereka juga sudah mempersiapkan korona adven dalam rangka persiapan menyambut Natal. Maka, kami berdoa dan memohon berkat agar dengan sarana-prasarana korona adven tersebut, reksa kehidupan rohani menjelang Natal di seitap gedung dapat dijalankan dengan baik.

Dalam kesempatan itu, saya juga mengapresiasi cara mereka membangun hidup rohani di tengah kesibukan mengajar dan melayani di kampus. Kecuali itu, saya mengusulkan barangkali, hal lain yang sudah berjalan di Unika dapat ditingkatkan. Misalnya, keterlibatan koordinator gedung dalam mendorong dan menggerakkan warganya untuk ikut serta dalam religion time yang diselenggarakan tiap Jumat, pukul 12.00-13.00 WIB. Hal ini penting menjadi perhatian. Pada kesempatan ini, warga sivitas akademika Kampus Ungu membangun kehidupan rohani sesuai dengan agama masing-masing. Yang beragama Islam menjalankan ibadat sholat, Yang beragama Katolik mengikuti perayaan Ekaristi di Kapel St. Ignatius. Demikian juga yang beragama Kristen, Hindu, Buddha dan Konghucu, dipersilahkan menghayati religion time untuk membangun kehidupan rohani sesuai agama masing-masing.

Pemilik hak cipta

Dalam pembicaraan bersama para koordinator gedung hari ini (Rabu, 29/11/2017), saya juga menawarkan kemungkinan mewarnai katolisitas Unika Soegijapranata melalui misa harian yang diselenggarakan di Kapel Ignatius. Waktu pelaksanaan dan mekanisme perlu dipikirkan baik-baik. Misa ini bersifat fakultatif bagi yang beragama Katolik, dilaksanakan pada hari Senin-Kamis. Suasana dan pelaksanaannya tentu berbeda dengan yang dilaksanakan pada hari Jumat. Maka, dibuat lebih sederhana, sebagai sebuah misa harian. Usulan saya, hal itu tetap dilaksanakan pada siang hari, pukul 12.00 WIB bagi yang tidak ada kegiatan belajar-mengajar, dipersilahkan turut ambil bagian dalam misa harian di Kapel Ignatius Unika Soegijapranata. Sekali lagi, ini bersifat fakultatif. Namun bila hal itu bisa terlaksana, akan memberi warna reksa pastoral kampus yang berbeda di masa mendatang. Ini salah satu usulan yang barangkali mendesak untuk diwujudkan sesudah saya tinggal di tempat yang baru, yakni di pastoran Johannes Maria Unika Soegijapranata Semarang. Itulah bagian dari pentingnya membangun kehidupan rohani di tengah kampus yang bernama Universitas Katolik Soegijapranata. Semoga dapat terwujud dengan baik.***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3447815921612443?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.