Inspiration

Penuh Syukur Kuterima Kunjungan Perdana

Dikunjungi merupakan sebuah kegembiraan. Demikian pula dengan pengalamanku hari ini (Jumat, 01/12/2017). Keluarga Bu Taslim (yang karena satu dan lain hal tak bisa melihat lagi dengan jelas seperti sediakala), pasutri (pasangan suami-istri) Philip-Katrin, bersama dua putranya, DIto dan Angel, mengunjungiku di pastoran yang baru. Menerima kunjungan umat untuk pertama kalinya sejak kepindahanku dari pastoran Ungaran ke pastoran Unika merupakan kegembiraan, bahkan kebahagiaan. Kurasakan dalam kunjungan itu mengalirlah kasih dan perhatian dari umat kepada romonya.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Saya menerima kunjungan perdana itu sesudah saya pulang dari kunjungan silaturahmiku kepada Ketua RT 06/RW 02 Tinjomoyo, Banyumanik, Semarang yang menjadi ketua RT tempat pastoran Unika Soegijapranata berada, serta kunjungan ke keluarga Parmin dan Jarwo. Mereka adalah satu keluarga terdiri dari seorang Nenek bersama putri dan menantu, serta dua cucu.

Mereka tak hanya berkunjung tetapi juga membawa bekal untuk santap siang bersama. Mereka tak hanya mempersiapkan lauk-pauk dari rumah, tetapi juga membawa makanan kecil untuk teman mengobrol. Bahkan, karena di pastoran belum ada nasi, di tengah-tengah kunjungan itu, Philip dan Katrin, keluar sebentar untuk membeli nasi buat kami makan bersama.

Pemilik hak cipta

Dalam menerima kunjungan perdana itu, saya tidak bisa memberi hidangan kepada mereka. Justru merekalah yang menyediakan hidangan untuk saya dan mereka sendiri. Kuterima kunjungan tersebut dengan rasa syukur. Apa boleh buat. Di tempat yang baru, saya memang sendirian. Dalam kesendirian itu, saya tentu tidak berpikir untuk memasak atau apa pun terkait dengan akomodasi pribadi.

Bu There – Wakil Rektor II Unika Soegijapranata – melalui Mas Dadut – Sekretaris Unika selalu bertanya, “Mo, makannya bagaimana?” Saya jawab, “Gampang…. meooong…. (maksudnya ada nasi kucing).” Dalam dua hari ini, para suster di dormitori Unika Soegijapranata menawarkan sarapan dan makan siang maupun malam kepadaku. Sesudah melayani Perayaan Ekaristi di kapel dormitori, para suster menawarkan sarapan. Mereka juga menawarkan makan siang serta makan malam, meski kadang saya tolak. Bagiku, makan tidak terlalu penting. Yang penting ada kopi, cukuplah. Dan untuk itu, sudah ada persediaan. Romo Y Sudarmadi membekali kopi – sebab beliau paham bahwa selama dua tahun bersama beliau, beliau melihat saya suka minum kopi di pagi hari, di siang hari, bahkan di malam hari. Itulah sebabnya, beliau membekali kopi. Dan bekal itu masih tersedia.

Pemilik hak cipta

Bahkan, selagi persediaan kopi masih ada, Philip dan Katrin masih membawakan pula kopi dan gula buat saya, dalam kunjungan perdana mereka itu. Alangkah baiknya mereka itu, memperhatikan diriku sebagai bagian dari keluarga mereka. Bahkan, Philip masih membelikan daku abon dan berbagai makanan kecil lainnya. Semua itu merupakan berkat, bagian dari menerima kunjungan perdana dari mereka.

Namun ada yang kurang dalam menerima kunjungan perdana itu. Saya bermaksud “memamerkan” kera-kera yang biasa muncul di dekat pastoran baru kepada mereka, terutama Angel, putri Philip-Katrin. Sayangnya, selama beberapa jam kunjungan mereka, hanya satu kera saja yang muncul dan hanya lewat sesaat saja. Itulah yang sedikit membuatku agak kecewa sebab tidak bisa menunjukkan “hiburan” kepada Angel, yang ingin melihat kera-kera liar di dekat pastoran Unika. Bahkan, kami sempat memanggil-manggil dengan membawa makanan, namun, tak satu pun muncul. Hanya satu kera tiba-tiba lewat, tetapi lalu bersembunyi di balik rumpun bambu. Padahal, Angel sudah berteriak-teriak memanggil kera-kera itu dengan suaranya yang melengking.

Pemilik hak cipta

Meski demikian, kami tetap bersyukur boleh saling berjumpa. Kami makan siang bersama di pastoran dengan hidangan yang mereka sediakan untuk kami. Angel memimpin doa, namun doanya berhenti di tengah jalan, lantas ibunya melanjutkan doanya hingga selesai. Kami bersyukur atas kebersamaan itu.

Saat hendak pulang, dari dalam mobil yang mereka tumpangi, tiba-tiba Angel berkata, “I love you romo…” Neneknya terkejut. Kedua orangtuanya dan kakaknya pun tampak terkejut. Namun, anak kelas dua SD itu masih berkata lagi, “I love you romo…. mwuaah…” Akhirnya kami semua yang mendengarnya tertawa. Kasih seorang anak yang polos dalam kegembiraan. Kasih yang ikhlas seorang bocah kepada romonya. Saya pun mendoakan dan memberkati mereka agar selalu dalam perlindungan Tuhan dan diberi selalu kesejahteraan. Saya berterima kasih boleh menerima kunjungan perdana dari keluarga mereka.***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2439666543147054?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.