Inspiration

Peregrinasi, Perjalanan Mengandalkan Kebaikan Tuhan Yang Maha Esa

Kita semua, apa pun agama dan keyakinan kita, diajak untuk mengandalkan kebaikan Tuhan Yang Maha Esa. Percayalah, Tuhan Yang Maha Esa itu amat baik kepada kita. Kebaikan-Nya bahkan seringkali terjadi di luar dugaan dan pikiran kita. Paling tidak, itulah yang kualami selama ini, dan secara khusus kurasakan kembali melalui peregrinasi dari pastoran Ungaran ke pastoran Unika Soegijapranata Semarang. Apa itu dan bagaimana itu terjadi?

Dalam kesempatan perpindahan tempat tinggal dari pastoran Ungaran menuju pastoran Johannes Maria Unika Soegijapranata Semarang (Selasa, 28/11/2017), saya melihat dan mengalami kebaikan Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupanku dan kehidupan banyak orang. Sebagaimana kurencanakan, saya akan pindah dari Ungaran ke Semarang dengan berjalan kaki. Itu adalah bagian dari yang disebut peregrinasi rohaniku. Perpindahan dari tempat tugas yang lama ke tempat tugas yang baru dengan cara berjalan kaki adalah sebentuk peregrinasi rohani.

Seniman Soetikno MA dan Pdt. Wipro menyertai peregrinasiku. Pemilik hak cipta

Dalam khasanah spiritualitas Katolik, peregrinasi adalah sebuah perjalanan dengan berjalan kaki dari satu tempat ke tempat lain dalam semangat rohani. Tujuan spiritual dari peregrinasi adalah mengalami kebaikan Tuhan Yang Maha Esa sebagai andalan satu-satunya kehidupan kita. Peregrinasi juga merupakan sebuah peziarahan rohani napak tilas Sang Guru Kehidupan, yang menempuh perjalanan demi keselamatan seluruh umat manusia.

Satu-satunya syarat untuk bisa melakukan peregrinasi adalah percaya dan mengandalkan kebaikan Tuhan Yang Maha Esa semata. Maka, biasanya, dalam suatu peregrinasi, kita tidak boleh membawa bekal apa pun. Lapar dan haus yang mungkin akan kita alami, kita serahkan kepada penyelenggaraan-Nya, yang pasti akan mencukupi kita melalui kebaikan banyak orang yang kita jumpai dalam perjalanan tersebut.

Pemilik hak cipta

Itulah juga yang kualami dalam peregrinasi dari Ungaran menuju Semarang. Kebaikan Tuhan Yang Maha Esa sudah mulai kurasakan sejak saya turun dari kamar pastoran Ungaran menuju halaman gereja dan pastoran itu. Ada begitu banyak orang yang sudah hadir dari anak-anak hingga para orangtua. Mereka berkumpul untuk mendukung dan mendoakan saya agar selamat dalam menjalani peregrinasi itu. Bahkan, untuk begitu banyak orang yang hadir itu, para ibu paroki dan paguyuban umat peduli imam projo (PUPIP) Ungaran sudah mempersiapkan soto ayam. Siapa saja boleh menikmatinya sebagai bekal perjalanan.

Anak-anak TK Theresia Mardi Rahayu dan para siswa-siswi SMK Kanisius Ungaran pun sudah siap menyemarakkan acara sebelum peregrinasi dimulai. Mereka memberikan dukungan dan doa padaku dengan cara mereka. Adik-adik dari TK Theresiana memainkan drumbad dan menyanyikan beberapa lagu bertema perpisahan dan ucapan selamat jalan. Sementara rekan-rekan SMK Kanisius Ungaran menyanyikan lima lagu dengan perangkat rebana mereka, termasuk mendaraskan doa-doa untuk saya. Salah satu lagu yang dikolaborasikan secara spontan tanpa latihan dengan drumband anak-anak TK Theresia Mardi Rahayu adalah lagu kemesraan sebagaimana sudah saya tulis di laman http://tz.ucweb.com/11_3zU8C ini.

Pemilik hak cipta

Menjelang peregrinasi yang kujalankan, Romo Yakobus Sudarmadi Pr, Pastor Kepala Paroki Ungaran bersama Romo FX Suyamto yang menjadi Vikaris Parokial Paroki Ungaran melepaskan keberangkatanku dengan doa. Bersama seluruh hadirin, kami mengawali peregrinasi pada pukul 15.00 WIB itu dengan doa koronka kerahiman Ilahi. Lalu, Romo Sudarmadi mengangkat bendera tanda, bahwa peregrinasi dimulai. Saya pun memohon doa restu beliau dan kemudian melangkah menempuh peregrinasi dari pastoran Ungaran menuju pastoran Johannes Maria Unika Seogijapranata yang berjarak sekitar 20 kilometer. Tepatnya, dari Jl. Diponegoro 101 menuju Gang Kampung Asri di kawasan Jl. Pawiyatan Luhur IV/1 Bendhan Duwur Semarang.

Kebaikan Tuhan Yang Maha Esa kualami melalui kehadiran dan penyertaan sejumlah umat (hampir seratusan) yang ikut mengantar, baik yang berjalan kaki (sebagian besar) maupun yang mengendarai mobil (sebagian kecil). Meski menurut ramalan cuaca, cuaca sore itu akan buruk. Cuaca ekstrim. Namun, saya mengalami, sepanjang perjalanan, meski sebelum pukul 15.00 hujan deras, pada saat saya mulai berangkat berjalan, hujan reda. Praktis sepanjang jalan, saya yang tidak mengenakan mantol atau pun jas hujan, tidak mengalami masalah. Sempat gerimis turun mengguyur. Namun, sesudah itu, setiap jalan yang kulalui aman-aman saja.

Pemilik hak cipta

Kami tiba di pastoran Unika pada pukul 19.10. Segala sesuatu berjalan lancar tanpa aral melintang. Sesampai di pastoran Unika, rekan-rekan tim Campus Ministry menyambut kami. Mas FX Supardiman – wakil dari Ungaran – menyerahkan saya kepada Mas Theo Sudimin – wakil dari Unika dan pastoran Unika – dalam upacara simbolik. Sejumlah umat mengangkat tubuhku dan diserahkan kepada Tim Campus Ministry untuk kemudian menggotongku menuju tangga menuju pastoran. Ibu-ibu paroki Ungaran membuka jalan dengan simbolik menyampu lorong-lorong yang kulewati hingga sampai di kamar yang akan kutempati. Simbolik itulah yang dalam budaya Jawa disebut slup-slupan. Mereka berjalan di depanku dengan membawa lampu kecil (senthir) yang menyala, tikar, bantal dan guling, serta sapu lidi.

Kusyukuri saja semua itu sebagai bagian dari peregrinasiku dan cara Tuhan Yang Maha Esa menyatakan kebaikan-Nya kepadaku. Sesudah itu, saya dipersilahkan mandi sejenak. Lalu, sesudah itu, acara dilanjutkan dengan pemotongan dua tumpeng dan kemudian, kami menikmati santap malam bersama. Rejeki pun disediakan secara berlimpah ruah.

Begitulah perjalanan peregrinasi kali ini, dengan segala kebaikan Tuhan Yang Maha Esa yang kualami. Benar, bila kita mau mengandalkan kebaikan Tuhan Yang Maha Esa, segala sesuatu yang diperlancar, diberkati, dan dilimpahi dengan kasih karunia dan anugerah-Nya. Terima kasih Tuhan. Terima kasih semua saja yang telah menghadirkan kebaikan Tuhan dalam kehidupanku. Tuhan Yang Maha Esa memberkati Anda semua di mana pun berada.***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/742472345597366?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.