Inspiration

Siraman Rohani Sang Pengamen

Rabu (06/12/2017) malam, saya mendapat berkat di Kota Metropolitan Jakarta. Tepatnya di kawasan Jl. Gunung Sahari Raya, di situlah saya mendapatkan siraman rohani dari dua orang pengamen yang kusebut sebagai Sang Pengamen. Mengapa?

Pemilik hak cipta

Dalam perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju kawasan Cut Mutia, tempat kami berempat beristirahat, saya minta Pak Timan, sopir yang menjemput kami, agar berhenti dulu untuk makan malam. Di sepanjang jalan itu kulihat ada banyak warung makan, warung tenda kaki lima. Pak Timan setuju. Kami berhenti untuk makan, bukan di restoran mewah atau mahal, melainkan di pinggir jalan di kawasan Jl. Gunung Sahari Raya.

Pada saat kami hendak menikmati makan malam, sepasang pengamen datang. Ternyata, mereka berdua langsung menyanyikan lagu-lagu rohani dengan iringan gitar dan tamborinnya. Saat itulah, saya merasa mendapatkan siraman rohani dari Sang Pengamen itu.

Aku yakin, mereka berdua tak mengenalku. Apalagi mengenalku sebagai pastor. Namun hati dan jiwaku sangat terhibur. Dua pengamen itu mengiringi makan malamku di warung tenda kaki lima itu dengan tiga lagu rohani.

Lagu pertama yang dinyanyikan berjudul “Jangan Lelah Bekerja di Ladang Tuhan…” Mendengar lagu itu hati dan jiwaku sungguh terhibur. Benar, aku tak akan lelah bekerja di ladang Tuhan. Persis seperti yang mereka nyanyikan.

Lagu kedua berjudul “Kasih Yang Sempurna“. Pada lagu ini, aku pun turut bernyanyi bersama Sang Pengamen, meski suaraku tak bisa setinggi suaranya. Betapa indahnya meresapkan kasih-Nya yang sempurna di dalam kerapuhan dan kelemahan kita.

Lagu ketiga, berjudul “Hati Sebagai Hamba“. Saat lagu ini dinyanyikan, aku sangat terharu. Benar kawan, kita tak membawa apa-apa, saat kita lahir di dunia. Kita pun tak akan membawa apa-apa saat kita kembali surga. Lalu apa yang harus kita bawa? Kita bawa hati taat sebagai hamba di hadirat Sang Maha Kuasa!

Luar biasa kalian, seakan tahu yang sedang kubutuhkan. Sesudah perjalanan panjang dari Semarang menuju Jakarta, tentu rasa lelah yang menerpa. Namun, kalian telah menyegarkan jiwa dan hatiku dengan siraman rohani yang kalian guyurkan melalui tiga lagu rohani yang kalian nyanyikan. Terima kasih kawan! Meski kita tak saling kenal, namun kalian telah mengerti apa yang sedang kubutuhkan! Tuhan memberkati kalian semua dengan segala rahmat dan kasih setia-Nya!***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3899396498381979?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.