Inspiration

Inspirasi Malam: Berhembus Angin Malam

Malam hari disertai hembusan angin malam, membuat sementara orang merasa tercekam. Mengapa? Karena perpaduan antara gelap malam dan angin malam bisa membuat pikiran seseorang melayang, lalu muncullah berbagai macam bayang-bayang malam. Itulah yang menimbulkan rasa tercekam! Haruskah begitu?

Referensi pihak ketiga – areteem.org

Memang, suasana malam dengan angin yang berhembus, mungkin tak lagi bisa dirasakan di kota-kota besar, apalagi bila kita berada di dalam suatu ruangan. Yang berhembus bukan angin malam, melainkan angin kondisi pendingin, atau kipas angin. Barangkali, saat kita berada di luar ruangan, khususnya di tepi jalan, hembusan angin malam masih bisa dirasakan di kota-kota besar.

Lain di kota, lain di desa, apalagi di sebuah perbukitan atau bahkan pegunungan. Angin malam yang berhembus masih bisa kita rasakan. Juga, di tepi pantai. Angin malam berhembus berpadu dengan debur ombak dan suara burung-burung camar yang beterbangan. Itu menghadirkan keindahan.

Angin malam yang berhembus menerpa punggung kita, bisa memberi aura buruk. Maka tak jarang, saat angin malam berhembus dan menerpa punggung kita, lalu bulu kuduk kita berdiri. Ada rasa ngeri. Padahal, secara alamiah hal itu merupakan hal yang biasa.

Angin malam yang berhembus, menerpa wajah kita, membuat kita terbuai. Maka, bisa membuat kita menjadi ngantuk. Oleh sebab itu, para pengendara sepeda motor harus waspada dan bersikap hati-hati. Helm yang dilengkapi kaca penutup wajah pasti sangat bermanfaat agar kita tetap selamat. Itulah sebabnya, kita sering mendengar, angin malam tidak bagus untuk kesehatan.

Akhirnya, sebagai inspirasi malam dalam terang cahaya bintang-bintang dan bulan pengharapan, kita bisa menikmati hembusan angin malam laksana Roh Tuhan yang menghembusi kita dengan aura kesuciannya. Seraya menikkmati angin malam yang berhembus, secara rohani, kita bisa membayangkan kehadiran-Nya yang menyucikan hidup kita.

Sepanjang hari yang berlalu, ada banyak kelemahan dan kekurangan, kita sesali itu dalam keheningan malam. Berhembusnya angin malam, kita hirup sebagai Roh yang menyucikan, dengan segala rasa sesal dan tobat kita di hadirat-Nya.

Dalam suasana rohani itu, marilah sejenak kita satukan hati kita dengan madah pujian ini (yang kukutip dari Madah Pembuka Completa Hari Rabu Malam). “Ya Tuhan dan penyelamat, sebelum beristirahat, kami bersyukur kepada-Mu, atas hari yang berlalu. Kami mohon Kau ampuni, karna sungguh menyadari, pikiran dan perbuatan, yang sangat kami sesali….

Selamat malam. Selamat beristirahat. Tuhan memberkati.***

Sumber ilustrasi dan gambar sampul: areteem.org

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4124233406593364?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.