Inspiration

Inspirasi Malam: Berserah kepada Allah

Setiap malam tiba, dalam doa malamku, minimal kudaraskan doa-doa yang selama ribuan tahun telah menjadi doa bagi banyak orang di seluruh dunia dalam berbagai bahasa dan budaya. Seperti apakah doanya? Berikut saya kutipkan doa tersebut, seperti ini.

Pemilik hak cipta

“…. Lindungilah kami Tuhan, selama semalam ini, kami mohon ketenangan, dalam istirahat nanti. Meski mata ‘kan tertidur, semoga hati berjaga, rapi selalu teratur, siap menyambut Sang Raja.…”

Kutipan tersebut saya ambil dari madah pembuka sebuah doa malam, yang sering disebut dalam bahasa Latin “completa” atau “completorium“. Kutipan tersebut saya ambil dari madah pembukacompleta hari Sabtu malam dan Minggu malam. Kutipan dan terjemahan saya sesuaikan dengan situasi inklusif kontekstual, tanpa mengurangi makna esensialnya.

Selanjutnya, terdapat pula sebuah antifon refren yang menarik, yang setiap hari dalam doa malam diserukan bersama. Bunyi antifon refren itu sebagai berikut.

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.”

Kalimat doa yang sudah berusia ribuan tahun itu hingga hari ini masih didaraskan oleh para pertapa dalam tradisi Gereja Katolik. Para pertapa mendaraskan doa-doa itu bukan untuk diri mereka sendiri saja, melainkan juga untuk seluruh umat manusia di seluruh dunia. Kebetulan, saya pernah mengajar di pertapaan, dan mengalami retret selama satu bulan, yakni di Pertapaan Rawaseneng, Temanggung. Sampai hari ini pun, saya rutin mencicipi suasana pertapaan tersebut bahkan berbagi kisah pengalaman tentang kehidupan dalam keramaian kepada mereka.

Saya sendiri bersyukur boleh mengenal madah dan antifon tersebut ketika saya masih remaja, di sebuah gereja, namanya Gereja St. Yusuf Baturetno, Wonogiri. Kadang saya pun mendapat giliran untuk memimpin mendaraskan doa malam tersebut. Dalam hal ini, saya banyak belajar dari almarhuman ibu saya.

Dalam doa malam tersebut, terdapat penyerahan diri yang seutuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Malam menjadi malam yang indah untuk berserah kepada Allah. Harapannya, kita pun bisa beristirahat dengan damai-sejahtera dengan segala mimpi-mimpi yang indah. Keesokan harinya pun, kita boleh menyambut fajar yang cerah dan penuh berkah!

Cepat menyelam. Buah pelem. Selamat malam. Berkah Dalem.***

Gambar sampul dan ilustrasi: salah satu potret di Pertapaan Rawaseneng, Temanggung.

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1163083839691522?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.