Inspiration

Membangun Dialog dan Peradaban Bangsa

Menjelang akhir tahun 2017 yang lalu, kita mendapatkan kabar gembira tentang upaya kita membangun dialog, kerjasama dan peradaban bangsa. Ijinkan pada kesempatan ini, saya mengangkat kembali fakta itu dengan harapan agar di awal tahun 2018 ini, kita boleh melihat buah-buah karya tugas perutusan itu yang mendatangkan berkat bagi umat dan masyarakat kita.

Referensi pihak ketiga – Kompas.com

Pada tanggal 23 Oktober 2017 yang lalu, Presiden Joko Widodo melantik Muhammad Sirajuddin atau sering dipanggil Din Syamsuddin sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban. Bagiku, hal ini menjadi sebuah kabar gembira. Siapa pun yang ditunjuk dan diangkat oleh Presiden Jokowi, yang menggembirakan adalah maksud dan tujuan dari pengangkatan untuk tugas khusus dalam rangka Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban.

Sejauh saya membaca dan mengikuti berbagai berita, khususnya menurut Kompas.com, Presiden Jokowi menghendaki hadirnya sosok pribadi yang mampu mengembangkan dialog dan kerjasama antaragama dan peradaban baik untuk kepentingan bangsa maupun dunia. Antara lain, Presiden Jokowi mengatakan dan berharap bahwa Bapak Din Syamsuddin bisa mengembangkan dialog dan kerja sama antarperadaban dengan mempromosikan kebudayaan dan kehidupan Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Inilah yang luar biasa istimewa.

Dengan demikian, tujuan pengangkatan dan tugas khusus itu tidak lain adalah untuk berperan aktif menjaga kerukunan dengan cara mengedapankan dialog dalam mengatasi setiap perbedaan sekaligus menunjukkan kerukunan yang ada di Indonesia kepada dunia. Merespon positif tugas tersebut, Din Syamsuddin pun langsung mengunjungi kantor Konferensi Waligereja Indonesia yakni paguyuban sinergis para Uskup di dan se-Indonesia yang merupakan representasi Gereja Katolik Indonesia. Ini pun bagiku amat bagus dan menggembirakan.

Tugas yang diemban Bapak Din Syamsyuddin tidaklah ringan dan tidaklah mudah. Namun, tidak berarti bahwa hal itu tidak bisa diwujudkan, mengingat pengalaman dan kapasitas beliau selama ini. Kerjasama dan sinergi dengan berbagai pihak pasti akan meringankan tugas yang diemban, dan memberi buah yang bermanfaat bagi bangsa ini.

Saya berharap bahwa dengan itu, kita bisa bersama dialog membangun kehidupan beragama dengan penuh persaudaraan. Kita menyadari bahwa negeri kita sedang dilanda aneka persoalan, mulai dari carut marut demokrasi, berita mengenai korupsi yang menjemukan, serta kontestasi partai politik yang berebut kekuasaan dalam pilkada serentak di tahun 2018 mendatang.

Karenanya, masih di awal tahun 2018 ini, sebagai pastor Katolik yang sepuluh tahun terakhir ini melayani sebagai Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang, saya berharap dan berdoa, semoga tugas yang diemban oleh Bapak Din Syamsuddin dapat terwujud dengan baik. Saya berdoa bahwa beliau selalu diberi kekuatan dan kesehatan yang prima untuk mengemban tugas tersebut seoptimal mungkin. Saya juga berharap dan berdoa, semoga kita bisa bersama-sama mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya, dalam kerukunan, keselarasan dan persaudaraan yang sejati di antara kita. Tentunya, itulah harapan dan doa kita semua, apa pun agama kita.***

Sumber gambar sampul: Kompas.com

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1048898555739477?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.