Inspiration

Memikirkan Masa Depan Perdamaian Anak-Anak Palestina

Dalam rangkaian persiapan menuju pameran lukisan bertajuk “Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita” yang akan kami selenggarakan pada tanggal 21-25 Maret 2018 mendatang, saya mencoba lagi melukis dengan cat minyak pada kanvas. Sudah ada dua lukisan untuk tema itu. Lukisan pertama mengekspresikan semangat perdamaian bangsa Indonesia dalam membela Palestina yang kulambangkan dengan Burung Merah Putih menopang bendera Palestina dari ancaman Gagak Hitam Kematian. Gambar kedua kuberi tajuk “Masa Depan Perdamaian Anak-Anak Palestina”. Seperti apa dan bagaimana prosesnya?

Orisinil

Pada hari Jumat, 12/1/2018 yang lalu, sesudah makan malam senidirian, kugoreskan pada kanvas itu cat minyak itu. Dalam tiga jam draft pertama lukisan itu jadinya seperti tampak pada foto gambar sampul dan akhir video yang terlampir dalam bentuk youtube ini. 

Kumulai dengan menggambar burung yang mengepakkan sayapnya. Sayap kiri dan kanan terbentang dengan masing-masing sebelas lekukan. Angka sebelas merujuk pada rasa perasaan belas kasih. Dalam bahasa Jawa, sebelas digunakan kata sewelas. Bagiku, kata sewelas merupakan akronim dari selalu welas asih, yakni siap sedia mengembangkan belas kasih kerahiman kepada sesama yang sedang menderita. Dalam bahasa Indonesia, sebelas, merupakan akronim dari selalu siap berbelas kasih. Itulah solidaritas dan belarasa.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Pada sayap ekor terdapat tujuh lekukan. Angka tujuh dalam bahasa Jawa pitu, yang bagiku menyimpan pesan selalu siap memberi pitulangan, yakni pertolongan. Pertolongan kepada sesama yang membutuhkan perhatian dan bantuan kita. Pitu itulah tujuh. Saling memberikan pitulungan atau pertolongan, itulah tujuan hidup kita dalam kebersamaan dengan orang lain, bukan sebaliknya, saling mengganggu apalagi menghojat dengan ujaran-ujaran kebencian. Semua agama, apa pun, pastinya tidak mengajarkan sikap negatif itu, melainkan sebaliknya, mengajarkan agar kita semua siap saling menolong tanpa diskriminasi sebagai tujuan hidup kita.

Pada lekukan tengah dari sayap burung itu ada lima lekukan masing-masing di kiri kanan. Dalam Bahasa Sansekerta, lima sama dengan panca. Lima itulah lambang kelima sila dalam Pancasila kita. Asal kelima sila itu dihayati dengan baik, maka, belas kasih dan kerahiman, solidaritas dan belarasa, yang mendorong kita untuk saling menolong sebagai tujuan hidup kita, akan melahirkan perdamaian dalam kehidupan kita.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Burung berekor tujuh lekuk, bersayap lekuk sebelas, dan lima itu membawa bendera Palestina yang menjadi selendang penyelamat bagi masa depan anak-anak yang merindukan perdamaian. Itulah yang tergambar dalam diri anak yang tertopang oleh selendang warna bendera Palestina. Dan itulah yang menjadi judul dari lukisan tersebut dan sekaligus doaku dalam ekspresi lukisan itu.

Selebihnya merupakan pelengkap. Padi dan kapas melambangkan pangan dan sandang yang harus tercukupi sebagai hak dasar anak-anak untuk sejahtera. Makan cukup. Berpakaian sepantasnya. Anak-anak pun melambaikan dua jari lambang kemenangan perdamaian di masa depan.

Sambil melukis dengan tangan kananku, tangan kiriku memotret diri narsis apresiasi diri dokumentatif oleh sebab memang aku sendiri, tak ada orang lain saat aku melukis. Kumpulan jepretan-jepretan selfie narsis dokumentatif saat melukis itu kurangkai menjadi slide-video dan kuiringi musik campursari lagu “Niat Suci Gesang Rukun” karyaku sendiri pula dari album terbaruku: “Untuk-Mu Indonesia – Doa Seorang Imam”. Semua proses itu bisa dilihat dalam video youtube yang terlampir dalam tulisan ini.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Semua jepretan itu kukirimkan kepada Mas Soetikno MA, dari Sanggar Seni Gedongsongo Ungaran yang mendampingiku melukis dari jarak jauh. Hasilnya sepert tampak dalam gambar sampul artikel ini.

Lukisan itu belum selesai. Itu baru draft pertama yang masih harus kusempurnakan tuntas. Sekali lagi, semua itu merupakan ekspresi dan doaku, niat dan tekadku, memikirkan perdamaian bagi masa depan anak-anak Palestina. Tentu, doa yang sama tertuju untuk semua anak di mana pun berada, agar mereka dijamin dalam kemerdekaan dan perdamaian, bukan dengan kekerasan dan kebencian, apalagi dengan peperangan dan kematian!***

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1282606184511604?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.