Inspiration

Perdamaian bagi Palestina, Kerukunan bagi Kita

Dalam tulisan yang diterbitkan BeritaSatu dan Investor Daily akhir tahun yang lalu (26/12/2017) sudah saya sharingkan kerinduan saya untuk mengungkapkan kepedulian kami terhadap perdamaian bagi Palestina, kerukunan bagi kita. Seperti apa dan bagaimana caranya?

Orisinil

Bersama seorang pelukis yakni Joko Susilo, yang kukenal di saat kami berjumpa dalam “Panggung Gus Mus” Mata Najwa kala itu, kami menggagas untuk mengadakan pameran lukisan dengan tema “Perdamaian bagi Palestina, Kerukunan bagi Kita”. Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang (Kom HAK KAS) siap menjadi penyelenggara mewujudkan gagasan ini bekerjasama dengan berbagai pihak, terutama bersama Joko Soesilo, Andri Raharjo AR Production-Grand Edge, Sanggar Seni Gedongsongo Ungaran dan Rumah Seni Mbah Semar Ambarawa. Tentu sinergi dengan banyak pihak akan menjadi hal yang terbaik.

Rencana itu akan kami laksanakan bersama rekan-rekan pelukis dari Semarang (kota dan kabupaten), Ambarawa, Salatiga, Boyolali, Karanganyar Solo, dan siapa pun yang berminat. Pameran lukisan itu akan dilaksanakan di Pastoran Johannes Maria Unika Soegiijapranata Semarang, ​Rabu-Minggu, 21-25 Maret 2018. Semula akan dilaksanakan pada tanggal 28-29 Januari 2018. Namun, Pak Joko Soesilo mengusulkan tak hanya dua hari, melainkan lima hari dan dimulai hari Rabu, diakhiri hari Minggu. Begitulah, kami sepakat, tanggal 21-25 Maret 2018 merupakan waktu yang paling baik dan dimungkinkan untuk pelaksanaan pameran tersebut menurut agenda saya.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Terdorong oleh semangat itu, saya pun tergerak untuk belajar melukis. Inilah lukisan kedua saya sejak 25 tahun silam dengan menggunakan cat minyak pada kanvas. Dua puluh lima tahun silam, saya belajar melukis kepada Soetikno MA di Sanggar Seni Gedongaongo Ungaran. Saat itu saya melukis untuk pertama kalinya dengan menggunakan cat minyak pada kanvas. Maksud hati melukis “domba yang hilang” namun gagal dan berubah menjadi “gembala yang hilang” sebab saya hanya mampu melulis domba dan tangan sementara wajah gembalanya gagal kulukis. Maka lukisan itu kuberi judul “gembala yang hilang”. Karena unik, lukisan itu malah jadi rebutan untuk kenang-kenangan, dan hilang tak terlacak hingga tulisan ini kubuat dua puluh lima tahun kemudian.

Dan dua puluh lima tahun kemudian, untuk kedua kalinya, saya belajar melukis dengan cat minyak pada kanvas bertajuk “Perdamaian bagi Palestina, Kerukunan bagi Kita”. Mas Soetikno MA kembali mendampingi dan mengarahkan daku seturut kemerdekaanku. Jumat perdana, 5 Januari 2018 terjadilah peristiwa itu di Pastoran “Johar Wurlirang” Unika Seogijapranata Semarang, dari pukul 21.45 – 00.30 WIB. Hasilnya seperti tampak pada foto terlampir. Lukisan itu baru draft pertama yang masih harus kusempurnakan selanjutnya dalam waktu yang masih ada.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Mas Aris memvideo proses itu. Mas Tikno memotretnya. Reinardus Ary mengolah menjadi video yang kemudian kuunggah melalui youtube sebagaimana tersertakan di awal tulisan ini.

Gagasan atas lukisan itu orisinil dariku dan kugoreskan lukisan itu pada kanvas yang dipersiapkan oleh Soetikno MA trrmasuk segala perlengkapannya. Mungkin lukisan itu tak bagus, namun saya puas bisa mengekspresikan gagasanku itu dalam lukisan itu. 

Idenya adalah ini. Aku pun tak rela Palestina dikoyak oleh roh konflik seperti tampak sebagai burung warna gitam lambak Gagak pendamba kematian. Maka hadirlah empat burung lain, warna hijau simbol damai, warna merah dan putih simbol peejuangan damai dan burung besar Merah Putih seakan menopang perjuangan perdamaian bagi Palestina, kerukunan bagi Kita. Burung Merah Putih tak lain adalah kita bangsa Indonesia yang hadir menopang jangan sampai Palestina terkoyak oleh siapa pun! 

Itulah narasi atas lukisan itu. Terima kasih kepada Pak Joko Susilo atas dorongan dukungannya. Terima kasih Mas Tikno MA atas pendampingan pengarahannya. Terima kasih rekan-rekan pelukis yang berkenan bergabung dalam pameran karya Panjenengan demi “Perdamaian bagi Palestina, Kerukunan bagi Kita”. Terima kasih kepada Komisi HAK KAS yang berkenan menyelenggarakan peristiwa ini. Tuhan mmelimpahkan berkat bagi Panjenengan semua.***

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3171051044100656?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.