Inspiration

Mendampingi Para Janda Lansia

Hari Minggu (21/1/2018) yang lalu, saya mendapat kesempatan yang sangat berharga dalam menjalankan pastoral bagi para Ibu Janda dan yang sudah lansia bersama PWK Santa Monika se-Keuskupan Agung Semarang. Acaranya bertempat di Gereja Kristus Raja Ungaran, Kabupaten Semarang. Malam sebelumnya, saya masih berada di Gereja Kristus Raja Solo Baru dalam rangka Ibadat Ekumene Pekan Doa Sedunia untuk Kesatuan Umat Kristiani. Karena itu, saya tiba di Ungaran sudah hampir tengah malam, dan beristirahat di kamar tamu Pastoran Ungaran sambil bernostalgia.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Paginya, acara bersama para Ibu Janda dan Lansia PWK Santa Monika dimulai. Dibuka pada pukul 10.00 dengan mendoakan para suami yang sudah berpulang. Acara dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Yakobus Sudarmadi Pr. Saya mendampingi beliau sebagai konselebran. Misa berlangsung kurang lebih satu jam dari pukul 10.30-11.30 WIB.

Dalam homilinya, Romo Yakobus Sudarmadi mengajak para Ibu Janda Lansia untuk tetap mengenang dan mendoakan para suami yang sudah meninggal. Selanjutnya, mengutip beberapa pokok gagasan Surat Gembala Hari Minggu HAK KAS dari Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Romo Darmadi mengajak para Ibu Janda dan Lansia untuk tetap bersemangat menghadirkan Gereja yang inklusif, inovatif dan transformatif dalam kehidupan bersama. Tekun dalam hidup berpaguyuban itu penting. Membangun kerja sama dengan semakin banyak orang dan komunitas.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Perayaan Ekaristi disemarakkan oleh paduan suara para Suster Abdi Kristus Ungaran. Karenanya, Romo Sudarmadi juga berpesan, agar para Ibu Janda Lansia tak hanya berdoa untuk tumbuhnya panggilan hidup membiara, melainkan juga mengajak cucu-cucu yang cewek untuk mau menjadi Suster, syukur masuk AK Ungaran.

Sesudah Misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah. Pada kesempatan itulah, saya diminta memberikan hiburan kepada para hadirin. Maka, saya pun menyanyikan lagu “UntukMu Indonesia” sesuai dengan tema yang mereka pilih dan mengajak mereka bernyanyi bersama sambil menari bertema PWK Santa Monika Istimewa.

Kepada mereka saya juga berpesan, agar mereka menjadi pelopor-pelopor dalam menghadirkan Gereja yang Srawung dengan komunitas-komunitas lain. Karenanya, baik bila PWK Santa Monika juga bekerjasama dengan komunitas-komunitas lain yang serupa meski berbeda Gereja atau bahkan berbeda Agama. Dengan cara itu, para Ibu Janda Lansia pun turut menjadi bentara peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Sedikitnya, sebanyak 587 peserta hadir dari berbagai tempat se-Keuskupan Agung Semarang. Setidaknya, mereka berasal dari 30 paroki yang tersebar di seluruh wilayah Keuskupan Agung Semarang. Terjauh, mereka datang dari Sragen, Jepara, dan Ganjuran. Mereka hadir bersama rombongan masing-masing yang disebut PWK Santa Monika Cabang Sragen, Jepara, Karanganyar, Ganjuran, Kalasan, Sambiroto dan seterusnya, sebanyak 30 komunitas cabang.

Semoga pastoral yang seperti ini juga menjadi perhatian kita semua yang peduli pada kebersamaan dan kerukunan. Proficiat untuk peristiwa ini. Terima kasih, bagus, dan lanjutkan!***

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2397528997630435?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.