Inspiration

Syahdu, Prosesi Pembuka Perayaan Ekaristi di Pertapaan Rawaseneng

Syukur kepada Allah, pada kesempatan retret bersama rekan-rekan The Soegijapranata Institute Unika Soegijapranata Semarang di Pertapaan St. Maria Rawaseneng, Temanggung; saya boleh menikmati keheningan doa dan karya para pertapa. Salah satu hal yang membuat hati dan jiwaku masuk dalam kesahyudan penuh syukur adalah saat mengikuti prosesi pembuka Perayaan Ekaristi sebagaimana tampak dalam video ini.

Orisinil

Kehidupan doa dan karya di Pertapaan Rawaseneng, Temanggung dimulai sejak dini hari sebelum matahari terbit. Pukul 03.15 WIB lonceng berdentang membangunkan para pertapa. Pada pukul 03.30 para pertapa mempersembahkan Ibadat pertama di Kapel Utama. Ibadat pertama ini disebut Ibadat Bacaan.

Selanjutnya, pada pukul 06.00 mereka mempersembahkan Ibadat Pagi (Laudes) dan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi pada pukul 06.30. Ibadat ketiga (Tertia) dilaksanakan pada pukul 08.15. Lalu, pada pukul 12.00 para pertapa mempersembahkan Ibadat Sexta. Selanjutnya, pada pukul 14.30 mereka mempersembahkan Ibadat Nona. Tiga ibadat itu yakni Tertia, Sexta dan Nona,masuk dalam kategori Ibadat Siang. Pada pukul 17.30 para pertapa mempersembahkan Ibadat Sore dilanjutkan dengan meditasi.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Pada pukul 19.45 dilaksanakan Ibadat terakhir sepanjang hari yakni Completorium disertai dengan bacaan rohani menjelang istirahat malam. Begitulah sepanjang hari para pertapa menjalankan dan mempersembahkan doa tujuh waktu dalam rangkaian ibadat plus satu Perayaan Ekaristi, meditasi dan bacaan rohani terpimpin di dalam Completorium. Dalam Ibadat itu, saya dilimpahi Firman Tuhan melalui madah, pujian, syukur dan permohonan bersumber dari Kitab Perjanjian Lama terutama Kitab Mazmur, Surat-Surat Pastoral, dan Injil.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Begitulah, setiap hari, para pertapa menjalankan ibadat tujuh kali plus Ekaristi dan meditasi pribadi di antara karya mereka sepanjang hari. Saya bersyukur, setiap kali datang ke pertapaan ini, sejak tahun 1998, boleh mengikuti dan menikmati ritme hidup harian dalam doa dan karya bersama mereka. Saya juga bersyukur pernah terlibat dalam kehidupan para pertapa sebagai rekan yang berbagi ilmu dan iman (guru) pada tahun 1998. Bahkan, sesudah itu, saya boleh intensif hidup bersama mereka dalam sebuah retret agung, satu bulan penuh yakni pada tanggal 22 November – 22 Desember 1998. Terima kasih kepada mendiang Romo Abas Frans OCSO dan kepada Romo Abas Gonzaga OCSO atas kesempatan-kesempatan indah itu. Romo Abas Gonzaga OCSO bahkan memberi kesempatan kepadaku, minimal setahun sekali, mengalami kebersamaan itu di klausura mereka yang tenang, teduh, hening dan suci.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Justru setelah sekian lama itu, baru pada hari Jumat, 2 Februari 2018 yang lalu, saya mengalami peristiwa yang amat syahdu, yakni saat mengikuti prosesi pembuka Perayaan Ekaristi pada Pesta Tuhan Yesus Kristus dipersembahkan kepada Allah Bapa (Consecratio Christi). Prosesi diawali dengan pemercikan air suci oleh selebran utama, yakni Romo Maxi OCSO dan dilanjutkan dengan prosesi dari samping Kapel Utama menuju altar. Para pertapa membawa lilin menyala di tangan, demikian pula kami umat yang mengikutinya.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Perjalanan prosesi itu diiringi dengan nyanyian dalam bahasa Latin “Christus Lumen Gentium Est” yang dipimpin oleh seorang pertapa. Ini pun menjadi rahmat dan berkat yang diguyurkan dalam hati, jiwa dan hidupku dalam retret tersebut. Semua terjadi di luar rencana dan rancangan manusia. Pengalamanku itu kuterima sebagai berkat dan anugerah yang sungguh istimewa dan meneguhkan hidupku sebagai imam-Nya pula.***

Sumber: Pengalaman pribadi di Pertapaan St. Maria Rawaseneng, Temanggung.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/322333065352168?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.