Inspiration

Pesan-Pesan Kerukunan dari Perwakilan Majelis Agama-Agama

Inilah pesan-pesan kerukunan dari Perwakilan Majelis Agama-Agama. Pesan itu disampaikan dalam Musyawarah Besar untuk Kerukunan Bangsa. Seperti apakah?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Kerukunan adalah nyawa kita. Kerukunan adalah nyawa kita. Kerukunan tidak memaksa dan memaksakan. Kerukunan tidak menodai. Kerukunan dibangun dalam kesepakatan. Ketukunan mejaga kerjasama. Bila ada kesalahan mari saling memaagkan. Kita bangun masa depan yang bahagia (dari Islam).

Kerukunan adalah rahmat. Kita terima kemajukan sebagai anugerah. Kerukunan ini harus dirawat dan dijaga. Kerukunan hadir dalam perjumpaan, saling memaafkan, dan membangun relasi-relasi yang baik dari daerah hingga pusat. Inilah kekayaan bangsa ini. Kita maju bila kita rukun dan bersatu (dari Kristen).

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Kita berbeda, namun Tuhan tidak membeda-bedakan. Siapa pun tahu bahwa kita tak bisa memilih sejak kita dikandung dan dilahirkan. Bukan salah bunda mengandung. Kelahiran dan keberadaan kita adalah kehendak Allah. Keberagaman adalah kehendak Allah. Kita dibentuk dalam keluarga yang menaburkan benih kasih dan kerukunan. Dimulai dari keluarga kita bangun kemanusiaan dan iman. Kita rukun karena martabat kehidupan. Membenci sesama merupakan pelecehan terhadap Allah Sang Pencipta. Kasihilah Allah dan kasihilah manusia seperti dirimu sendiri. Kita datang dalam persaudaraan kita tak terpisahkan (dari Katolik)

Mudah-mudahan kita selalu dalam damai. Keberagaman itu dalam kesatuan. Bhinneka Tunggal Ika. Kita satu dalam keberagaman. Kita merdeka namun bertanggung jawab, disiplin, jujur, dan sejahtera. Kita rukun dari keluarga, RT, RW dan untuk semua. Untuk semua saja damai di hati damai di bumi (dari Hindu).

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Kerukunan umat beragama itu pesan dan harapan kita sebagai bangsa. Inisiatif dan gagasan Prof Dr Din Syamsuddin ini luar biasa dan harus didukung dan diapresiasi. Kebajikan inilah yang kita upayakan bersama. Dalam tradisi Buddha kerukunan dimulai dari kedalaman hati yang bersih dan tanpa pamrih agar segala makhluk berbahagia. (dari Buddha)

Konghucu memandang kerukunan sebagai keniscayaan. Bagi kita semua yang beriman dan bertakwa kerukunan adalah hukum Tuhan. Kerukunan itu terus-menerus tak hanya sesekali. Kerukunan membawa keharmonisan dan damai sejahtera. Semoga Musyawarah ini menjadi ajang silaturahmi dari hati ke hati. (dari Konghucu).

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Begitulah pesan-pesan itu disampaikan secara bergantian sebagai bagian dari upacara pembukaan Musyawarah Besar Para Tokoh Agama Se-Indonesia untuk Kerukunan Bangsa (Kamis, 8/2/2018). Saya mencoba menangkap, mencatat, dan mewartakannya melalui tulisan sederhana ini. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Sumber: pengalaman mengikuti Mubes untuk Kerukunan Bangsa.

Sumber
http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2458820264315365?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.