Inspiration

Semangat Berbagi Yang Berlimpah Berkat

Ini kisah nyata – meski sederhana – yang kualami di hari istimewaku, tanggal 14 Februari 2018, kemarin malam. Masih hangat. Ijinkan kusharingkan di sini. Seperti apa kisahnya?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Tanggal 14 Februari 2018, saya berulang tahun ke-50. Dalam tiga belas tahun terakhir saya bertugas di Semarang, baik Kota maupun Kabupaten Semarang, setiap kali berulang tahun, karena bersamaan dengan Hari Kasih Sayang atau dikenal Valentine’s Day, maka kami merayakan hari tersebut bersama Umat dalam Perayaan Ekaristi. Tema yang kami renungkan selalu seputar kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama sesuai dengan kreativitas masing-masing tempat.

Khusus tahun 2018, hal-hal itu tidak saya alami. Syukur kepada Allah. Apalagi, bertepatan dengan HUT saya tersebut, juga merupakan Hari Rabu Abu. Umat Katolik di seluruh dunia mengawali Masa Prapaskah dengan pantang dan puasa. Karenanya, saya bilang kepada sejumlah teman yang mempunyai gagasan untuk merayakan HUT tersebut dengan pesta, “Oh, tidak. Tidak ada pesta sebab bertepatan dengan Hari Rabu Abu.”

“Loh, ini kan hari istimewa. Pesta Emas!” tanya seorang sahabat. “Justru hari istimewa ini amat istimewa bagiku sebab bertepatan dengan Hari Rabu Abu. Maka tidak ada pesta. Pesta adalah pesta abu. Saya akan membagikan abu kepada umat yang hadir dalam Perayaan Ekaristi Rabu Abu hehehe”, begitulah saya memberikan jawaban sambil bercanda.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Tampaknya, para sahabat itu tetap bersikeras dan berkreasi untuk merayakan HUT ke-50 yang dianugerahkan Tuhan kepadaku. Maka, semalam, dari sore hingga malam, rombongan para sahabat berdatangan. Ada kawan-kawan karya kerasulan jurnalistik (Mas Awi dkk). Ada kawan-kawan aktivis kerukunan (Mas Agung dkk). Ada kawan-kawan seniman dan pelukis (Mas Soetikno dkk). Ada kawan-kawan PUPIP (Paseduluran Umat Peduli Imam Projo) dari Ungaran. Ada pula keluarga Alfons-Yohana dan ketiga anak-anaknya (Rafa, Gaby dan Mika).

Mereka semua datang dalam waktu yang tidak bersamaan, dengan membawa bermacam-macam makanan sederhana hasil bumi dan umbi-umbian. Ada pula yang membawa buah-buahan. Jadilah, semangat berbagi tanpa koordinasi dan rencana itu membuat rumahku berlimpah berkat dan bisa dinikmati oleh siapa saja yang hadir. Satu terhadap yang lain saling memperkaya dan menikmati oleh-oleh yang mereka bawa dalam kasih dan syukur.

Bahkan, pada giliran terakhir, ketika para tamu sahabat yang dari berbagai komunitas itu pulang, lalu datang rombongan lain, para bapak dan teman-teman yang menyebut diri “Rewo-Rewo”, rombongan terakhir pun masih bisa menikmati berkat yang tersedia. Kepada mereka pula pada akhirnya, saya meminta agar semua makanan dibawa dan entah kepada siapa pun dibagikan malam itu juga, jangan sampai ada yang tersisa, apalagi terbuang sia-sia.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Mas Tri GT, Mas Bini, dan Mas Kendi dari “Rewo-Rewo” pun berkenan membawa semua itu. Mereka bilang, makanan itu akan dibagikan kepada para pengeruk pasir yang biasa menunggu truk-truk lewat di tepi jalan. Saya pun menyetujuinya. Prinsipnya, tidak boleh ada makanan – apalagi yang tidak bisa bertahan lama – yang ditinggal di rumah saya! Semua harus dibagikan dan habis, jangan ada yang terbuang. Sebab membuang makanan sama saja menghina mereka yang berkekurangan dan apalagi tidak bisa makan. Itu prinsip saya.

Saya bahagia atas perhatian dan dukungan mereka. Dari anak-anak kecil, remaja, hingga orangtua yang semalam (14 Februari 2018 malam) hadir dalam kebersamaan berbagi dan berlimpah berkat itu. Saya bahagia dengan kreativitas mereka dan mengembangkan semangat berbagi serta saling menjadi berkat. Dari tidak ada apa-apa, menjadi berlimpah dan bermanfaat untuk siapa saja yang hadir. Bahkan, berkat “Rewo-Rewo” berkat itu juga bisa dibagikan kepada sesama yang membutuhkannya.

Inilah kisah sederhana namun nyata dalam hal mengembangkan semangat berbagi dan pengalaman berlimpah berkat. Dalam banyak cara, kita pasti juga bisa melakukannya, sesuai dengan situasi kita masing-masing di mana pun berada sebagai terjadi dalam kisah nyata itu.

Semoga kisah sederhana yang nyata itu menginspirasi siapa saja dan di mana saja. Terima kasih. Mohon maaf bila tidak berkenan atas kisah nyata ini. Tuhan memberkati.***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1421532448016975?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.