Inspiration

Ternyata Doa Itu Masih Amat Penting untuk Mengatasi Kesulitan Hidup Kita

Jangan meremehkan kekuatan doa. Apa pun agama kita, doa ternyata masih amat penting untuk mengatasi kesulitan hidup kita. Bagiku, ini bukan teori melainkan suatu kenyataan. Dalam banyak persoalan dan peristiwa, doa itu kekuatan kita.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Ijinkan pada kesempatan ini, saya memberikan nasehat itu masih berdasarkan pengalaman yang baru-baru ini kualami. Pengalaman ini yang terkait dengan peristiwa saat ponselku tertinggal di jok taksi di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Padahal, kartu identitasku jadi satu di tempat ponsel itu.

Sudah saya kisahkan dalam dua artikel di media ini gambaran umum tentang kesulitan yang saya hadapi itu (lihat di tz.ucweb.com/2_37LDB dan tz.ucweb.com/2_3lYeT). Kesulitan utamanya adalah bahwa saya tidak bisa mengurus proses check-in untuk pulang ke Semarang, karena saya tidak bisa menunjukkan kartu identitasku yang turut tertinggal di jok belakang taksi yang kutumpangi. Untuk proses check-in, kartu identitas itu amat vital. Ibarat tembok beton lapis tujuh, kesulitan itu tidak bisa diatasi dengan cara apa pun selain kita bisa menunjukkan kartu identitas kita, entah itu KTP, SIM, atau Passport.

Dalam kesulitan yang sangat besar itu, dan petugas pun sudah angkat tangan, saya juga angkat tangan namun kuangkat tanganku kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berdoa. Ajaib luar biasa istimewa. DI saat saya sedang berdoa di depan petugas check-in yang sudah tidak bisa menolong saya, ternyata Tuhanlah yang menolong saya. Pertolongannya sangat nyata dan tepat pada waktunya.

Di saat saya angkat tangan dan berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam doa, Tuhan pun turun tangan memberikan pertolongan-Nya kepadaku. Kesulitan yang rasanya mustahil kuatasi sendiri bahkan dengan petugas check-in sekalipun, dengan cepat teratasi berkat doaku.

Apa jawaban Tuhan? Tuhan Yang Maha Esa dan penuh kasih, “mengirimkan” dan “mengutus” sopir taksi yang kutumpangi itu kembali ke bandara dan mencariku. Tentu, dia tidak bisa masuk ke bandara. Maka, dengan bantuan petugas security, dia meminta tolong agar memanggilku.

Menurut logika, dari mana petugas security itu tahu bahwa aku yang dicari oleh sopir taksi itu? Saya bayangkan, sopir taksi itu bilang ke petugas security, “Pak, saya mau mengembalikan ponsel yang tertinggal di taksi saya kepada seseorang yang tadi menjadi penumpang saya dan mau berangkat terbang di sini.” Lalu dengan bekal pesan tersebut, petugas security masuk ke dalam bandara dan langsung menepuk bahu saya seraya berkata, “Pak ada sopir taksi yang menunggu bapak di luar!”

Tapi coba mari kita bayangkan, dari mana petugas security itu tahu bahwa yang dicari sopir taksi itu adalah diriku? Padahal, malam itu, ratusan orang atau mungkin lebih berada di sana. Ajaib bukan?

Sebagai orang yang beriman dan beragama, saya yakin, itulah cara Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kasih menjawab doa saya. Begitulah, doa saya di saat persis berada dalam kesulitan itu, dijawab oleh Tuhan. Kesulitan saya pun dapat diatasi dengan sempurna. Saya bisa check-in dengan baik. Saya bisa pulang dengan selamat.

Wow, bagiku ini sungguh pengalaman yang luar biasa hebat. Sopir taksi itu dan petugas security itu, menjadi perpanjangan tangan Tuhan yang menolong dan menyelamatkanku berkat doa yang kupersembahkan di saat daku mengalami kesulitan yang teramat berat dalam kondisi yang menurut kemampuanku sendiri, tak mungkin hal itu bisa diatasi.

Makanya, ada ungkapan: Tuhan mendengarkan, doa orang beriman. Meski imanku hanya sebesar biji wijen yang amat kecil itu, namun di saat daku berdoa kepada-Nya, Tuhan memberikan pertolongan tepat pada waktunya di saat daku mengalami kesulitan.

Jadi, jangan ragu dan sungkan untuk berdoa bila Panjenengan mengalami kesulitan. Sebesar dan seberat apa pun kesulitan itu, percayalah Tuhan akan membantu Panjenengan dalam mengatasi kesulitan itu.

Angkat tanganmu tertuju pada-Nya dalam penyerahan dan doa, maka Tuhan akan turun tangan menolong Panjenengan untuk bisa mengatasi kesulitan hidup Panjeneng. Itu nasehat saya, bukan dari teori melainkan dari pengalaman nyata. Semoga berguna. Mohon maaf. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Sumber: refleksi pengalaman pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3095134996601683?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.