Inspiration

Banyak Jalan untuk Satu Tujuan

Seperti peribahasa “Banyak jalan menuju Roma” begitulah pengalaman yang kujalani sebagaimana akan kutuliskan dalam artikel ini. Ternyata hal itu juga memiliki makna mendalam bila direfleksikan dalam perspektif keberagaman dan keselamatan. Seperti apakah?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Pada hari Minggu, 18 Februari 2018, atas nama Bapak Uskup Agung Semarang, Mgr. Dr. Robertus Rubiyatmoko, saya menghadiri acara bertajuk “Harmoni Indonesia Budaya Rakyat dan Doa untuk Negeri” di halaman Gelora Universitas Semarang (USM). Oleh karena saya belum tahu persis di mana tempat acara itu, maka saya bertanya kepada rekan-rekan di grup PELITA (Persaudaraan Lintas Agama). 

“Teman-teman adakah yang tahu ancer-ancer dari Unika Soegijapranata menuju Gelora Universitas Semarang?” Bitulah kulempar pertanyaan di grup.

Ternyata ada beragam jawaban yang kuterima. Samuel D Wijaya menjawab, “Turun lewat Unisbank ke perempatan menoreh raya ke arah PDAM. Menuju ke jalan Kaligarang di pertigaan RSUD Karyadi belok kiri ke arah Tugu Muda. Dari Tugu Muda ke Imam Bonjol lalu ke arah Stasiun Tawang.”

Pak Samuel masih memberi tambahan informasi, “Ke jalan yang ada bangunan resto marabunta atau rumah semut lalu ke jalan sayangan bunderan Bubakan ke arah jalan patimura lalu lurus ke Citarum. Dari Citarum lurus terus hingga ke terowongan tol Soekarno Hatta di sebelah kanan ya Universiras Semarang.”

‬Sementara itu seorang rekan dari Santi Badra Institute memberi infotmasi, “Unika langsung cari Jl Gajah saja romo. Lewat MAJT, ada arteri, langsung belok kanan. Lurus terus sekitar +/- 2 km, sampai deh.”

Lalu, Mas Adrianus Bintang menjawab, “Lewat tol saja Romo. Masuk Jatingaleh, keluar di Gayamsari. Ambil kiri, ketemu pertigaan lampu merah ambil kiri. Itu masuk Jl. Supriyadi (arah Telogosari). Sampai lampu merah Telogosari ambil kiri (jalan Arteri). Nanti USM di kiri jalan, kira-kira 2-3 km.”

Sesudah kupertimbangkan, menurutku, jawaban informatif dari dua kawan terakhir tampaknya lebih sederhana dan lebih mudah untuk saya ikuti. Pertama, ancer-ancer yang menyebut MAJT (Masjid Agung Jawa Tengah) merupakan ancer-ancer yang paling mudah. Aku sudah sering ke MAJT. Begitulah, kuikuti saja informasi tersebut, dan sampailah aku di USM dengan selamat dan syukur kepada Allah, aku juga tidak terlambat, meski aku tiba di lokasi satu jam lebih dari jadwal yang tertulis di undangan.

Setiba di lokasi, kujawab lagi kepada rekan-rekan di PELITA dalam ungkapan reflektif inspiratif (semoga demikian). Seraya berterima kasih kepada rekan-rekan, saya katakan, bahwa banyaknya informasi yang beragam tentang arah menuju USM dari Unika Soegijapranata itu, laksana keberagaman agama dan keyakinan, yang memiliki tujuan satu, yakni keselamatan.

Banyak jalan, satu tujuan. Semuanya benar. Semuanya menawarkan kebaikan, kedamaian dan keselamatan. Maka, untuk apa lalu kita harus saling bertikai satu terhadap yang lain. Alih-alih saling bertikai atas fakta keberagaman, mengapa kita tidak justru saling menghargai dan menghormati, serta bekerjasama untuk menghadirkan perdamaian, membela kemanusiaan, dan membangun peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan keyakinan kita?

Itulah makna dari banyak jalan, satu tujuan. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Sumber: refleksi pengalaman pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3125159089108035?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.