Inspiration

Kisah Kecil Kemartiran Romo Stanlety Francis Rother

Tiba-tiba, kuingat kisah kemartiran seorang Romo di Santiago Atitlan di Guatemala City. Beliau adalah Romo Stanley Francis Rother, seorang imam misionaris dari Keuskupan Agung Oklahoma City yang melayani umat dan masyarakat di Santiago Atitlan selama tiga belas tahun. Seperti apakah kisahnya?

Referensi pihak ketiga. Repro dari buku Love in a Fearful Land. Wajah Romo Stanley Francis Rother pada tahun 1975.

Aku pernah membaca kisah kemartiran Romo Stanley Francis Rother dalam salah satu buku yang ditulis oleh seorang romo, pembimbing rohani dan guru bijaksana; yang bukunya banyak saya baca dan koleksi, yakni Romo Henri J.M. Nouwen. Buku itu berjudul Love in a Fearful Land – A Guatemalan Story (Orbis Books: New York, 2006). Buku itu dilengkapi dengan foto-foto bagus karya Peter K. Weiskel, yang bersama Romo Henri Nouwen berkunjung ke Santiago di Guatemala City pada tanggal 27 Agustus sampai tanggal 5 September 1984.

Kunjungan sepuluh hari itu menghasilkan sebuah kisah inspiratif yang tiba-tiba melintas di pikiran, hati dan jiwaku. Kunjungan itu terjadi berkat undangan dari Romo John Vesey, yang menggantikan dan melanjutkan tugas pelayanan Romo Stanley Francis Rother, sesudah Romo Stanley dibunuh.

Peter K. Weiskel yang merupakan rekan seperjalanan Romo Henri Nouwen menuliskan sebuah pengantar yang menarik dalam buku Love in a Fearful Land. Peter menulis “meskipun saya, seperti Henri, tidak pernah berjumpa secara langsung dengan Romo Rother, namun kesaksian yang diberikan oleh para sahabat dan kerabat sekerjanya, serta isi surat-surat yang dikirimkannya kepada keluarganya pada bulan-bulan terakhir masa hidupnya, memberikan gambaran yang jelas tentang seorang pastor yang membaktikan seluruh hidupnya bagi Allah dan masyarakat Santiago Atitlan.”

Referensi pihak ketiga. Repro dari buku Love in a Fearful Land. Romo Stanley Francis Rother bersama anak-anak di Santiago Atitlan.

Romo Stanley Rother mendirikan sebuah rumah sakit, yang membantu mengurangi angka kematian anak secara drastis di sana dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Ia tidak gentar menjalankan tugas perutusannya untuk membela kemanusiaan.

Romo Stanley Rother membantu anak-anak yatim dan para janda yang kehilangan orang-orang yang mereka kasihi karena dibunuh dan oleh sebab teror kekerasan yang terjadi di sana. Romo Stanley Francis Rother sendiri pada akhirnya dibunuh oleh penguasa di pastorannya sendiri pada tanggal 28 Juli 1981.

Dengan tegas, atas dasar pembelajaran Romo Henri Nouwen atas kehidupan Romo Stanley Francis Rother, Romo Henri menuliskan bahwa Romo Stanley Francis Rother adalah soerang martir penganjur nilai kemanusiaan. Ia seorang pria yang dibunuh karena upaya kepeduliannya yang tidak pernah mengenal lelah bagi orang-orang miskin dan terlantar.

Romo Stanley Francis Rother dibunuh karena membela masyarakat yang dilanda kesusahan dan penderitaan. Ia menjadi ancaman bagi para penguasa korup dan elite politik yang menolak perubahan. Ia menjadi martir demi masyarakat miskin yang diinjak-injak oleh elite politik kekuasaan korup, tamak, penuh kebencian dan bengis.

Romo Stanley Francis Rother adalah sosok pria tegar yang lemah lembut. Ia tidak mematahkan buluh yang terkulai. Namun ia tidak pernah takut dalam membela kemanusiaan dan keadilan. Ia tidak pernah lelah bersaksi dan berjuang demi membela martabat manusia, keadilan dan perdamaian.

Referensi pihak ketiga. Repro dari buku Love in a Fearful Land. Romo John Vesey (kiri) dan Romo Henri J.M Nouwen (kanan)

Itulah secuil kisah inspiratif tentang kemartian Romo Stanley Fancis Rother yang tiba-tiba melintas di pikiran, hati dan jiwaku. Kisahnya memberikan semangat kepadaku, untuk terus berjuang dan bersaksi dalam mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya.

Sekecil apa pun tindakan baik yang kita lakukan dengan cinta yang besar, tentunya akan menjadi laksana benih yang ditaburkan dan pada saatnya akan bertumbuh dan berbuah. Semonga bermanfaat. Tuhan memberkati.***

Sumber: Buku Henri J.M. Nouwen, Love in a Fearful Land – A Guatemalan Story (Orbis Books: New York, 2006).

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3732196387072106?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.