Inspiration

Mengasihi Yang Hina, Mengasihi Tuhan Sendiri

Semua agama mengajarkan kasih sayang kepada sesama, terutama mereka yang paling hina di antara kita. Ternyata, saat kita mampu dan mau mengasihi yang hina, tindakan itu juga merupakan cara kita mengasihi Tuhan sendiri! Seperti apa dan bagaimana mungkin?

Referensi pihak ketiga. Sumber: www.ccamedan.org

Itulah kenyataannya. Tak mengherankan kita menemukan suatu firman yang mengajarkan kepada kita, bahwa bila kita mengasihi sesama kita yang paling hina sekalipun, kasih itu tertuju kepada Tuhan sendiri yang hadir dalam diri mereka.

“Sesungguhnya, segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku!” Begitulah Tuhan berfirman kepada orang-orang yang memberi makanan kepada yang lapar, memberikan minuman kepada yang haus, memberikan tumpangan kepada orang asing, memberikan pakaian kepada yang telanjang, merawat yang sakit dan mengunjungi mereka yang berada dalam penjara. Semua tindakan itu adalah tindakan kasih kepada Tuhan sendiri.

Referensi pihak ketiga. Sumber: collection27.blogspot.com

Sebaliknya, segala sesuatu yang tidak kita lakukan untuk mereka yang paling hina di antara kita, hal itu juga tidak kita lakukan bagi Tuhan. Karenanya, marilah, kita saling belajar untuk berbuat baik satu terhadap yang lain, sebab sekecil apa pun perbuatan baik kita kepada sesama kita, terutama mereka yang paling hina sekalipun, itu kita lakukan untuk Tuhan.

Semoga kita dikuatkan untuk selalu berbuat baik kepada siapa pun yang ada di sekitar kita, terutama mereka yang paling hina sekalipun. Semoga kebaikan-kebaikan itu pun menjadi tanda kasih di antara kita, dan terlebih lagi menjadi tanda kasih bagi Tuhan, apa pun agama dan kepercayaan kita.

Referensi pihak ketiga. Sumber: www.cheria-travel.com

Selamat mengasihi sesama yang paling hina. Semoga kasih itu berkenan di hadirat Tuhan dan membuahkan keselamatan dalam kehidupan kita, di mana pun berada; apa pun agama dan kepercayaan kita. Tuhan memberkati.***

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Matius 25:31-46; sumber foto dari www.ccameda.org; collection27.blogspot.com dan www.cheria-travel.com

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/752329963592027?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.