Inspiration

Menghadapi Era Disrupsi dengan Kasih dan Kemanusiaan

Era now adalah era disrupsi akibat kemajuan teknologi dan sistem informasi. Ada bahaya bahwa kita terjebak dalam sistem dan menjadi mekanik digital. Lalu kita harus bagaimana?Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Syukur kepada Allah, saya mendapatkan jawaban yang arif dan cerdas saat mengikuti presentasi yang disampaikan oleh Prof Dr Reinald Khasali. Presentasi disampaikan dalam rangka refleksi karya sivitas akademika Unika Soegijapranata Semarang di Lor In Hotel Solo (21/2/2018). 

Menurut Prof Reinald, inovasi disruptif harus dilakukan karena saat ini sedang terjadi kelangkaan. Contoh ekologis, kita mengalami kelangkaan air. Akibatnya sungai kotor dan dangkal. Dalam menghadapi kelangkaan seperti itu, kita harus mengalami inovasi disruptif. 

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Bila kita berani melakukan inovasi disruptif dengan teknologi, maka produktivitas meningkat untuk kesejahteraan. Banyak hal yang berubah. Kemanusiaan harus tetap dibela dan dijunjung tinggi.

Di tengah kemajuan teknologi dan sistem informasi, kita perlu sifthing. Ibarat saat berkendaraan di jalan tol dengan gigi empat; pada saat berada di tanjakan cukuplah gigi satu. Dalam situasi seperti itu, perlulah self-driving. Kita harus berubah dari sebagai penumpang (pessenger) menjadi driver. Penumpang itu kurang mendapat tantangan, bisa tidur; sementara sopir harus waspada, konsentrasi dan berjaga. 

Ada begitu banyak perubahan dalam kehidupan. Namun kita tidak perlu takut. Kita harus menatap masa depan penuh pengharapan.Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Yang terpenting dalam menghadapi disrupsi dan melalukan inovasi adalah tetap berakar pada kasih dan kemanusiaan. Semaju dan sehebat kemajuan teknologi dan sistem informasi tetap aspek kemanusiaan dan kasih tidak tergantikan oleh teknologi.

Maka, teknologi dan sistem informasi pun harus tetap berpegang teguh pada pembelaan terhadap martabat manusia dan kasih. Yang utama adalah kesejahteraan manusia dan untuk itu tetap dibutuhkan kasih.***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/654361080080812?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.