Inspiration

Merayakan Kebersamaan dalam Kasih

Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang mengadakan refleksi karya 2018 di Solo selama dua hari (Rabu-Kamis, 21-22/2/2018). Refleksi karya dibingkai dalam tema “Inovasi DIsruptif dalam Transformasi Inspiratif”. Berikut merupakan narasi di hari pertama (Rabu, 21/2/2018) dari pagi hingga sore.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Delapan bus besar mengangkut kami semua, para pejabat struktural, dosen dan tenaga pendidikan berangkat dari Unika Soegijapranata menuju Solo. Sebanyak 425 orang ikut serta dalam refleksi karya ini di Lor In Hotel, Solo.

Sesudah semua rombongan tiba di lokasi, acara pub dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Himne Unika, dan doa oleh Theo Sudimin. Sesudah doa, Rektor Unika Soegijapranata, Prof Dr Frederik Ridwan Sanjaya MSIEC membuka refleksi karya dengan harapan agar refleksi karya ini kian membuka mata dan hati semua anggota sivitas akademika Unika Seogijapranata terhadap perubahan-perubahan zaman.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Karenanya, Rektor Unika Periode 2017-2021 berharap, agar refleksi karya menjadi kesempatan untuk introspeksi atas proses karya kita dalam konteks kehidupan di tengah perubahan. Diharapkan, para nara sumber membuka hati kita untuk berkarya lebih baik.

Acara dipandu oleh Abimanyu dan Sisilia Tanti dengan nyanyian-nyanyian bersama yang cair dan heboh. Di sanalah, kami merayakan kebersamaan dalam kaish persaudaraan. Semua bergoyang, menyanyi dan menari dalam irama dangdut.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Kebersamaan semakin membuat para peserta larut dalam tawa, canda dan sukacita saat Ferdinand memandu rangkaian acara refleksi karya. Permainan, teriakan, gerakan dan pesan-pesan reflektif ditawarkan dan dilontarkan Ferdinand secara kocak yang membuat suasana kekeluargaan semakin tampak.

Dalam merayakan kebersamaan sebagai keluarga dalam kasih ini, tak ada lagi sekat antara para Profesor, Doktor dan para intelektual dengan para tenaga pendidikan, termasuk para karyawan dan petugas keamanan. Semua lebur dalam sukacita dan kegembiraan sebagai keluarga besar Unika Soegijapranata, tanpa sekat dan tanpa diskriminasi.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Sejumlah pertanyaan reflektif pun diajukan Ferdinand untuk memotivasi para peserta refleksi karya. Apakah ikut karena terpaksa? Apakah kita mau terlibat? Apakah kita mendapat makna? Apakah refleksi karya yang diadakan dari tahun ke tahun selama dua tahun terakhir ini sudah berdampak bagi pribadi maupun institusi?

Sesudah menikmati istirahat pagi dan menikmati snack, acara dilanjutkan dengan presentasi nara sumber. Prof Dr Rhenald Kasali bertindak sebagai nara sumber pertama dipandu oleh Prof Dr Y Budi Widianarko. Presentasi bersumber dari relaitas bahwa zaman berubah, dan kita semua ditantang untuk mengalami inovasi disruptif. Agar bisa berinovasi disruptif, diperlukan self-disruption, mengalami perubahan cara bekerja dan menatap realitas, dalam semangat transformasi inspiratif.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Sebagaimana kebersamaan yang ditandai dengan kasih, demikian pun Prof Rhenald mengajak semua untuk menghadapi kemajuan dan perubahan tetap dengan mengutamakan aspek kemanusiaan dan kasih dalam kehidupan bersama. Hanya dengan cara itu, kita bisa terus maju menatap perubahan dan tidak mati dalam kebekuan.

Sesi Prof Rhenald berlangsung hingga makan siang. Sesudah makan siang, nara sumber lain mendapat giliran untuk berbagi pengalaman nyata dalam menghadapi perubahan. Nara sumber dihadirkan dari Kompas, yakni Ayu Kartika dan Sutta Dharmasaputra. Mereka berdua berbagi pengalaman terkait dengan strategi Kompas dalam menghadapi perubahan melalui semangat inovasi disruptif. Kuncinya adalah kepekaan, fleksibilitas dan kesetiaan pada komitmen kendati pun harus terbuka terhadap segala kemungkinan perubahan, agar kita bisa tetap maju dan berkembang dalam setiap karya dan pekerjaan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Sesi yang juga dipandu oleh Ferdinand ini tetap segar dan cair dalam suasana kebersamaan dalam kasih sebagai keluarga. Ferdinand menutup sesi ini dengan mengajak semua peserta menuliskan mimpinya pada secarik kertas. Kertas itu dilipat dengan pola burung lalu diterbangkan. Siapa pun diminta memungut kertas yang jatuh di dekatnya, lalu membuka dan membaca mimpi yang tertera di dalamnya. Siapa pun yang menulis, dan tulisan mimpi itu dibaca diminta maju dan saling meneguhkan kemungkinan mimpi itu dapat diwujudkan.

Sesi ini ditutup dengan pernyataan Rektor atas beberapa mimpi yang sempat dibacakan. Harapannya pun hanya satu: semoga mimpi-mimpi itu dapat diwujudkan. Suasana gembira dalam kebersamaan yang penuh kasih dijeda dengan saat istirahat untuk persiapan sesi selanjutnya yang akan dimulai dengan makan malam dan pentas seni yang menghadirkan refleksi menurut kreativitas masing-masing komunitas gedung dan fakultas.

Demikian narasi atas perjalanan refleksi karya dari sesi keberangkatan hingga saat beristirahat menjelang makan malam. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2131670078846840?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.