Inspiration

Penuh Syukur Mengenang Konggres Menuju Srawung Persaudaraan Sejati

Saya mengalami penghiburan rohani. Ada kebahagiaan dan rasa syukur mencair di dada dan jiwaku saat daku membaca berita tentang kunjungan silaturahmi antara Bapak Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko kepada Buya Syafii Maarif di Yogyakarta. Mengapa?

Referensi pihak ketiga. Repro dari m.detik.com/news (Senin 19/2/2018): Mgr. Robertus Rubiyatmoko dan Buya Ahmad Syafii Maarif

Sebagaimana dilansir di laman m.detik.com/news (Senin, 19/2/2018 pukul 17.18 WIB), Bapak Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyamtokko mengujungi Buya Ahmad Syafii Maarif di rumah kediaman Beliau di Perumahan Nogotirto II, Gamping, Sleman, DIY. Bapak Uskup Agung Semarang mengunjungi Buya Syafii untuk membangun silaturahmi. Mgr. Ruby mengucapkan terima kasih kepada Buya Syafii atas kehadiran dan perhatian Buya Syafii bagi Umat Katolik di Gereja Lidwina, Gedog yang menghadirkan solidaritas.

Mgr. Ruby adalah Pimpinan Tertinggi Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang yang meliputi seluruh wilayah DIY dan sebagian besar Jawa Tengah. Buya Syafii Maarif adalah Guru Bangsa yang pernah menjadi Pimpinan Umum Muhammadiyah di Indonesia. Perjumpaan Beliau berdua membuncahkan kebahagiaan dalam hatiku sebagai pelayan di Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang yang selalu bergerak untuk membangun kerukunan dan merajut persaudaraan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr. Empat tahun silam dalam Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Agama di Muntilan. Dari kanan ke kiri: Buya Ahmad Syafii Maarif, saya, Ibu Hajah Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Romo FX Sukendar WS Pr dan Bante Sri Pannavaro Mahatera

Sungguh, dalam perjalanan dari Semarang menuju Salam untuk mengikuti rapat persiapan Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda Keuskupan Agung Semarang, juga di saat bersamaan ketika Mgr. Ruby bersilaturahmi dengan Buya Syafii; saya merasa sangat bahagia dan bersukacita membaca berita tersebut. Itu merupakan suatu perjumpaan yang membawa berkat bagi umat dan masyarakat.

Membaca berita tersebut, jiwa dan hatiku melayang jauh menuju peristiwa empat tahun yang lalu, saat sebagai pelayan di Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang, saya mempersiapkan Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Agama (Oktober 2014). Kala itu, saya juga sowan bersilaturahmi ke rumah kediaman Buya Syafii Maarif. Beliau menerima daku yang bukan siapa-siapa ini, hanya seorang imam muda perindu kerukunan dan persaudaraan sejati; namun diterima dengan penuh kasih oleh Buya Syafii.

Maka, membaca berita kunjungan Mgr. Ruby kepada Buya Syafiii, membuat daku dengan penuh syukur mengenang peristiwa konggres empat tahun silam; dan bagaimana kala itu, saya mempertemukan Buya Syafii Maarif dengan Bante Sri Pannavaro Mahatera dan Ibu Hajah Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid dalam ajang Kongres Persaudaraan Sejati di Muntilan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr. Saat empat tahun silam, saya bersilaturahmi kepada Buya Syafii Maarif di rumah beliau

Kebetulan, hari yang sama di saat Mgr. Ruby bersilaturahmi dengan Buya Syafii, saya dalam perjalanan dari Semarang menuju Salam untuk mengadakan persiapan penyelenggaraan Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda Keuskupan Agung Semarang, yang rencananya akan diikuti sedikitnya 1100 peserta dari berbagai kota. Srawung ini sesungguhnya merupakan kelanjutan dari Kongres Persaudaraan Sejati yang empat tahu lalu terjadi. Hanya, empat tahun kemudian, kata Kongres diganti dengan Srawung. Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Agama menjadi kenangan indah namun tidak musnah, sebab peristiwa itu menjadi titik pijak menuju Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober mendatang.

Kunjungan Mgr. Ruby kepada Buya Syafii membuat hatiku terhibur dan jiwaku bersorak-sorai penuh sukacita, meski secara fisik rasanya begitu lelah sebab hari-hari ini saya hampir kurang beristirahat oleh sebab rangkaian perjumpaan beruntun pula dalam rangka merajut harmoni Indonesia. Minggu malam, hingga hampir larut pagi, saya berada di Universitas Semarang (USM) dalam rangka Harmoni Indonesia, Budaya Rakyat dan Doa untuk Negeri. Pagi hingga siang mengemban tugas pelayanan di kampus masih dengan rasa kantuk dan capek. Lalu masih harus menyertir menuju Salam dari Semarang untuk mengikuti rapat persiapan Srawung Persaudaraan Sejati. Itulah situasiku secara fisik dan mental.

Namun, seluruh rasa capek dan lelah itu lenyap saat daku membaca berita kunjungan Uskup Agungku kepada Guru Bangsaku. Rasa capek dan lelah langsung berubah menjadi sukacita dan kebahagiaan yang membuncah, seraya mengenang dengan penuh syukur peristiwa Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Agama yang akan menjadi Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda.

Karenanya, melalui tulisan sederhana ini, saya ingin menghaturkan terima kasih kepada Mgr. Robertus Rubiyatmoko dan Buya Ahmad Syafii Maarif yang menjadi teladan dalam srawung yang penuh damai dan menghadirkan pribadi yang agung. Terima kasih kepada Romo FX Endra Wijayanto Pr dan Romo Yohanes Dwi Harsanto Pr yang menyertai Bapak Uskup.

Tentu, saya juga berterima kasih kepada rekan-rekan muda dan para sahabat yang tak kenal lelah terus bergerak untuk membangun paradigma positif membangun persaudaraan sejati, entah melalui kongres entah melalui srawung. Kepada mereka yang turut di dalam rapat kami di Wisma Salam (Senin, 19/2/2018), yakni Lukas Awi Tristanto, Setyawan Budy, Agung, Sindajanty, Agnes, Tata, Budi, Nazar, Romo Budi Purwantoro dan Romo Inug SJ, saya ingin menghaturkan pula rasa terima kasihku. Panjenengan semua juga memberikan kegembiraan dalam perjuangan membangun Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda Se-KAS yang akan datang. Kita tak boleh kendor meski kadang-kadang sesekali harus berhadapan dengan teror!***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/539569284809187?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.