Inspiration

Berbekal Kasih Pada Diri Sendiri, Taburkanlah Belas Kasih Kepada Sesama

Sahabat peradaban kasih UC We-Media yang terkasih, sesudah dua artikel tentang mengasihi diri sendiri (lihat ), marilah sekarang kita melangkah keluar berjumpai dan mengasihi orang-orang yang ada di sekitar kita. Itulah maksud dari judul tulisan ini, “Berbekal Kasih Pada Diri Sendiri, Taburkanlah Belas Kasih Kepada Sesama”. Seperti apakah persisnya?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Pertama, mari kita pahami terlepih dahulu makna kata “belas kasih”. Saat kita mengasihi diri sendiri, sesungguhnya, kita sedang belajar mengalami yang disebut “belas kasih”. Kata “belas kasih” yang merupakan terjemahan dari kata compassion dalam bahasa Inggris diturunkan dari kata pati + cum dalam bahasa Latin yang berarti “menderita bersama”. Dalam perkembangannya, kata “belas kasih” selalu berisi rasa-perasaan dan tingkah-tindakan yang positif. Maka, tercakup di dalamnya adalah bela rasa, kemurahan hati, dan kelemahlembutan.

Kedua, saat kita berhasil memandang diri kita secara positif melalui cara pandang belas kasih; kita pun dimampukan menaburkan belas kasih kepada sesama kita. Kalau kita hanya bisa mengasihi diri sendiri, dan tidak bisa mengasihi sesama, kita tak lebih dari jago kandang semata!

Ketiga, untuk dapat berbelas kasih kepada sesama, mari kita buka mata hati kita. Mari kita lihat kehidupan di sekitar kita. Lihatlah, betapa mudah kehidupan kita tercabik-cabik oleh perang, konflik, kebencian, kekerasan, ujaran kebencian, dan bahkan penindasan. Lihatlah, betapa banyak orang yang masih menderita kelaparan, kehausan, kedinginan dan kepanasanan tanpa sandang dan papan, mereka yang sakit dan menderita.

Keempat, dalam situasi itu, menjadi aneh dan sangat mengherankan bila kita tidak terketuk hati untuk menolong dan membantu mereka melalui tindakan belas kasih kasih kita. Ada banyak tindakan belas kasih yang bisa kita lakukan: memberi makan, memberi minum, memberi pakaian, mengunjungi yang sakit, menyapa yang menderita, dan peduli kepada mereka yang terlunta.

Kelima, dalam situasi itu, kita dipanggil untuk menaburkan belas kasih dalam kehidupan bersama. Menaburkan belas kasih menuntut kita pergi ke tempat orang-orang yang terluka, masuk ke tempat-tempat orang yang menderita, terlibat dalam kehidupan mereka yang dicekam kecemasan, ketakutan dan kesepian.

Keenam, belas kasih bahkan menuntut kita trut menjadi rapuh bersama yang rapuh, menangis bersama yang menangis,lemah bersama yang lemah, ringkih bersama yang ringkih, tak berdaya bersama yang tak berdaya. Ini bukan suatu tindakan masokisme yang dangkal, melainkan merupakan tindakan yang nyata bila kita memang sungguh mau menaburkan belas kasih bagi sesama kita. Ibaratnya, Anda tidak bisa menaburkan benih padi di sawah, tanpa Anda sendiri dikotori oleh lumpur dan debu serta berkeringat oleh terik panasnya matahari.

Akhirnya, dengan keikhlasan kita menaburkan belas kasih kepada sesama yang membutuhkan perhatian kita; bersiaplah untuk memanen berkah yang tak terduga, yang meskipun tak pernah kita harapkan; namun dianugerahkan Tuhan kepada kita. Setiap taburan belas kasih akan menghasilkan panenan berkat dalam kehidupan kita. Meski itu bukanlah pamrih dan tujuan kita, namun, tanpa pernah kita duga, belas kasih Allah pun akan selalu dicurahkan dalam kehidupan kita, bahkan di saat-saat yang tidak pernah kita duga.

Demikian, selamat menaburkan belas kasih bagi sesama, terutama mereka yang paling menderita di sekitar kita hingga terbangunlah peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermarabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaan kita. Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati.***

Johar Wurlirang, 28/2/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi dari buku COMPASSION, A Reflection on the Christian Life, karya Henri J.M. Nouwen, Donald P. McNeill dan Douglas A. Morrison (Darton, Longman and Todd Ltd: London, 1982).

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/984305343643517?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.