Inspiration

Cara Membuat Hidup Lebih Bahagia Melalui Persahabatan

D motialam permenunganku, kebahagiaan itu bukan soal rasa-perasaan individual, yang dialami sendiri pribadi seorang diri dalam kesendirian. Kebahagiaan juga kita alami di dalam persahabatan. Makan, salah satu tip yang bisa dilakukan agar hidup lebih bahagia adalah melalui persahabatan. Tetapi, tunggu dulu, persahabatan yang seperti apakah itu?

Referensi pihak ketiga; www.obamaeagle.org

Benar, cara membuat hidup lebih bahagia adalah melalui persahabatan. Kebahagiaan itu bukan sesuatu yang bersifat rahasia untuk disimpan sendiri. Memang, kita semua pasti mempunyai rahasia apa pun bentuknya. Entah itu rahasia terkait dengan rasa-perasaan kita, atau rahasia terkait dengan pikiran dan mimpi kita, atau rahasia terkait dengan pengalaman dan peristiwa hidup kita.

Sesungguhnya, jangan pernah menyimpan satu rahasia apa pun dalam diri kita! Mungkin, selama ini kita beranggapan, bahwa bila seseorang lain mengetahui rahasia kita, lalu orang itu akan menjauh dari kita. Atau, orang itu lantas membocorkan rahasia hidup kita kepada orang lain secara tidak bertanggung jawab. Akibatnya, kita lantas menutup diri, menyimpan rapat-rapat rahasia pribadi hidup kita di lubuk hati yang terdalam.

Referensi pihak ketiga; motivationalpicturess.blogspot.com

Tapi sesungguhnya, perlu kita sadari bahwa rahasia-rahasia hidup yang kita simpan rapat-rapat dalam diri kita, itu justru akan merusak diri kita sendiri. Bahkan, ia akan menjadi semacam racun yang bisa membunuh kita sendiri dari dalam. Rahasia-rahasia itu akan menggerogoti hidup kita, tanpa pernah kita sadari.

Biasanya, rahasia yang kita simpan memang menyangkut kekurangan diri kita. Maka lalu kita simpan sebagai rahasia yang tak seorang pun boleh mengetahuinya. Namun, cepat atau lambat, rahasia itu justru akan menjadi bumerang yang membuat kita merasa malu, bahkan merasa bersalah. Akibatnya, kita menjadi orang yang tidak bahagia! Bisa jadi, kita menjadi tertekan oleh rasa malu dan rasa bersalah itu. Akibat lain lagi, kita lantas menolak diri kita sendiri. Bahayanya, kita bisa lalu lepas kontrol dan melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan diri dan hidup kita, maupun bahkan orang lain.

Referensi pihak ketiga; www.3dize.com

Maka, agar bisa bahagia, jangan menyimpan rahasia hidupmu sendirian. Bangunlah persahabatan dengan pribadi tertentu yang memang sungguh layak dipercayai dan dan diandalkan. Lalu, berbagilah rahasia dengan sahabat kita itu, sehingga hidup kita menjadi lebih ringan dan bahagia.

Dengan berbagi rahasia kepada sahabat, melalui persahabatan, hidup kita lebih ringan. Rahasia hidup kita pikul bersama melalui persahabatan. Kepada sahabat yang terpercaya, kita bisa merasa aman dan bahagia berbagi rahasia hidup kita.

Referensi pihak ketiga; arkalova.blogspot.com

Sharing rahasia hidup bersama sahabat yang kita percaya, akan membuat hidup kita lebih tenang, aman, dan ringan. Dan karenanya kita menjadi bahagia. Tentu, sahabat yang paling tepat adalah sahabat yang bisa menjaga rahasia kita pula dan kita menjaga rahasia hidupnya pula.

Kebahagiaan yang dibangun melalui persahabatan merupakan persahabatan yang saling percaya atas dasar kasih. Kasih itu ditandai oleh pengorbanan. Maka kunci persahabatan sejati adalah pengorbanan. Pengorbanan terjadi dengan saling menjaga rahasia hidup yang saling dibagikan.

Berbagi rahasia melalui persahabatan akan mendatangkan kesembuhan jasmani dan rohani. Percayalah, sahabat yang menjadi tempat kita curhat, akan kian mengasihi kita dan kita pun kian mengasihinya.

Referensi pihak ketiga; www.india.com

Dalam tradisi Katolik, persahabatan tempat berbagi rahasia juga biasa dialami melalui penerimaan sakramen tobat dan pengampunan. Dalam persahabatan itu, bukan manusia yang saling bersahabat, melainkan kita bersahabat dengan Tuhan Yang Maha Kasih yang melimpahkan rahmat penyembuhan jasmani dan rohani melalui pengampunan. Saat kita membagikan rahasia hidup kita dalam sakramen pengampunan, kita tak hanya curhat secara psikologis, melainkan berbagi dari hati ke hati dengan Tuhan sendiri yang mengampuni.

Seorang imam hanyalah saksi dan yang menyalurkan berkat pengampunan itu secara sakramental. Kebahagiaan pun membuncah bukan hanya karena kita berhasil berbagi rahasia, melainkan karena kita mengalami rahasia kasih yang begitu besar dari Tuhan yang mengampuni kita. Di sanalah kebahagiaan sejati menjadi bekal melangkah menapaki kehidupan yang baru. Berapa kali harus melakukannya, tujuh puluh kali tujuh kali. Tanpa batas, setiap saat! Bahkan Tuhan telah mengangkat kita menjadi sahabat-sahabat-Nya. Dia menunggu kita setiap saat kita membutuhkan Dia!***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2178186756571393?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.