Inspiration

Mengampuni Dan Berdamai Dengan Masa Lalu

Para Sahabat Peradaban Kasih Ucers yang terkasih, saya masih tertarik untuk merenungkan rekomendasi tema tentang cara berdamai dengan masa lalu yang suram. Tiba-tiba saya ingat seorang tokoh yang pasti kita kenal, yakni Nelson Mandela (18 Juli 1918 – 5 Desember 2013). Dari hidupnya, saya belajar tentang mengampuni dan cara berdamai dengan masa lalu. Seperti apa?

Referensi pihak ketiga

Nelson Mandela adalah sosok pribadi yang istimewa dalam mengampuni dan berdamai dengan masa lalu serta semua yang terlibat dalam masa lalunya. Siapa yang tidak mengenal dia?

Yang bagi saya paling mengesankan dari kehidupannya yang sangat inspiratif adalah ini. Sesudah menjalani hidup di penjara selama 27 tahun, Nelson Mandela tidak pernah menyimpan dendam. Jangankan menyimpan dendam, membicarakannya pun dia tidak mau. Apalagi melakukannya! Sungguh luar biasa memberi inspirasi bagi kita.

Alih-alih menyimpan, membicarakan atau melakukan balas dendam, Nelson Mandela justru bicara dan berjuang demi kasih dan persatuan. Kerinduannya hanya satu, yakni membangun peradaban kasih bagi bangsa, negara, dan masyarakat Afrika Selatan. Itu saja.

Dan lebih hebat lagi adalah ini. Ketika Nelson Mandel mendapat kesempatan untuk memimpin Afrika Selatan, ia tidak menjadi pemimpin yang berkuasa, melainkan menjadi pemimpin yang mengampuni, melayani, dan mengasihi sebagai buah dari cara berdamai dengan masa lalunya. Ia melupakan masa lalunya itu dan menatap masa depan dengan mempersiapkan penggantinya secara baik. Ia tidak haus kekuasaan melainkan haus kebenaran dan keadilan yang diperjuangkan sebagai bagian dari peradaban kemanusiaan.

Sesederhana itulah, saya mengingat dan merangkum pengalaman hidup Nelson Mandela dalam kaitannya dengan cara berdamai dengan masa lalu. Singkat, padat, dan semoga jelas! Semoga kita pun terinspirasi dan termotivasi untuk berani melupakan masa lalu dan menatap masa depan dengan cara mengampuni seperti yang dilakukan oleh Nelson Mandela.

Semoga bermanfaat. Terima kasih. Salam Inspirasi peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia dan dunia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama kita, di mana pun berada. Tuhan memberkati.***

Johar Wurlirang Semarang, 26/2/2018

Sumber: refleksi pribadi spontan atas satu peristiwa dari kehidupan Nelson Mandela, berdasarkan pembacaan pada www.nelsonmandela.org – Nelson Mandela Official Site.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2272801176315793?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.