Inspiration

Mengasihi dan Mendoakan Musuh Agar Hidup Lebih Bahagia, Mungkinkah?

Referensi pihak ketiga, www.kkipalembang.com

Mungkinkah kita mengasihi dan mendoakan musuh kita, agar hidup lebih bahagia? Jangan heran dan terkejut, menurutku, ini pun menjadi sebentuk cara yang membuat hidup kita lebih bahagia. Seperti apakah dan bagaimanakah?

Sebaik-baiknya seseorang, selalu akan ada yang memusuhi, membenci, bahkan menganiaya dia. Ternyata, hal ini bisa menjadi cara untuk hidup lebih bahagia, sebab kebahagiaan itu antara lain ditandai oleh cara kita mampu mengasihi mereka yang memusuhi, membenci dan menganiaya kita. Dimusuhi, dianiaya dan dibenci, bagi orang tertentu merupakan hal yang menyedihkan, mendukakan, atau bahkan menyakitkan. Namun, ternyata, kita bisa mengubahnya menjadi sumber kebahagiaan kita apabila kita bisa mengubah sikap hidup kita dengan cara mengasihi orang-orang yang memusuhi, membenci dan menganiaya kita, bahkan berdoa untuk mereka.

Referensi pihak ketiga; plus.google.com

Itulah sebabnya, agar kita lebih bahagia, Tuhan bersabda, “Haruslah kamu sempurna, sebagaimana Bapamu yang di surga sempurna adanya.” Tanda kesempurnaan dan kebahagiaan dalam kasih itu apa? Inilah jawab-Nya, “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuh-musuhmu, dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikian kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga. Sebab Ia membuat matahari-Nya terbit bagi orang yang jahat dan bagi orang yang baik pula, hujan pun diturunkan-Nya bagi orang yang benar dan juga orang yang tidak benar.”

Lebih lanjut, disabdakan-Nya, “Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya daripada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sebagaimana Bapamu yang di surga, sempurna adanya!”

Referensi pihak ketiga; teesalonika.blogspot.com

Tuhan mengajarkan kepada kita untuk menjadi sempurna dan hidup lebih bahagia dalam kasih. Dia sendiri yang menghendaki kita untuk menjadi sempurna dan lebih bahagia dalam kasih. Sabda “haruslah kamu sempurna” dalam kasih dan kebahagiaan bukanlah sebuah saran; melainkan sebuah perintah! Hukumnya wajib karena itu perintah dengan kata “haruslah!” Dan yang harus kita kasihi serta doakan adalah mereka yang memusuhi, membenci dan menganiaya kita.

Mungkin kita ragu-ragu dan berpikir bahwa itu tidak mungkin. Namun di dalam Tuhan dan untuk Tuhan, tidak ada yang tidak mungkin, bukan? Tuhan mengingatkan kita bahwa kesempurnaan kita dalam mengasihi orang yang memusuhi, membenci dan menganiaya kita itu sangatlah dimungkinkan. Itulah sebabnya hal itu membuat kita menjadi sempurna dalam kasih dan membuat hidup kita menjadi lebih bahagia.

Referensi pihak ketiga; penakatolik.com

Kesempurnaan kasih yang membuat hidup kita lebih bahagia ditandai oleh kemampuan kita mengasihi orang-orang yang memusuhi, membenci dan menganiaya kita, bahkan mendoakan mereka. Luar biasa istimewa! Mari kita mencari dan mengupayakan kesempurnaan dengan mengasihi dan mendoakan orang-orang yang memusuhi, membenci dan menganiaya kita, agar hidup kita lebih bahagia. Menjadi sempurna dan hidup lebih bahagia dalam kasih kepada orang yang memusuhi, membanci dan menganiaya kita bukanlah hak istimewa segelintir orang saja, tapi kewajiban semua orang.

Jadi, mengasihi dan mendoakan orang-orang yang memusuhi, membenci dan menganiaya kita bukan hanya mungkin, melainkan harus selalu diupayakan dalam kehidupan kita sehari-hari, apa pun agama dan kepercayaan kita. Yakinlah bahwa dengan cara seperti itu, hidup kita pun akan menjadi lebih bahagia! Jangan takut, justru mari kita mengasihi dan mendoakan mereka sehingga hidup kita pun menjadi lebih bahagia karenanya.

Referensi pihak ketiga; id.pinterest.com

Ya Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kasih, tolonglah kami masing-masing untuk berusaha menjadi sempurna dalam karya kasih, bahkan dengan cara mengasihi orang-orang yang memusuhi kami. Kami berdoa bagi mereka yang memusuhi, membenci, dan menganiaya kami, entah dalam kata-kata ejekan, ujaran kebencian, maupun tindakan-tindakan yang menyakitkan dan melukai. Berkatilah mereka semua dalam segala rahmat dan berkat, sebagaimana Dikau selalu memberkati dan mengasihi kami, kini dan selamanya. Amin.***

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Mateus 5:43-48.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2249125855784775?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.