Inspiration

Mengolah Kekurangan dan Kelemahan Agar Bertumbuh, Berkembang dan Berbuah Berlimpah

Referensi pihak ketiga; www.sarapanpagi.org

Inilah salah satu cara memotivasi diri untuk menerima kekurangan dan kelemahan kita. Kita mesti mengolah kekurangan dan kelemahan diri kita agar kita bisa bertumbuh, berkembang dan berbuah berlimpah. Bagaimana caranya?

Referensi pihak ketiga. earthwine.wordpress.com

Pertama, secara negatif, mari kita sadari bahwa hidup kita bisa mandeg, macet, dan tidak berumbuh bila kita tidak menerima kekurangan dan kelemahan kita. Bahkan, kita bisa berhenti berkembang menjadi orang yang lebih baik, berhasil, dan bersyukur hanya karena kita tidak mau menerima kekurangan dan kelemahan kita. Saat kita menutup semua proses untuk mengolah kekurangan dan kelemahan diri kita, kita akan mengalami yang disebut stagnansi diri, yakni keadaan macet, beku, dan kaku. Dan itu berarti kita sudah mati selagi masih hidup!

Kedua, alih-alih menjadi mati selagi hidup, mari kita mengambil segala risiko dan konsekuensi untuk bangun dan bergerak maju, agar menjadi lebih baik. Itulah awal pertumbuhan kita. Sangat menarik mencermati nasihat Romo Henri J.M. Nouwen, seorang pembimbing rohani handal yang sering saya kutip dan melalui buku-bukunya, beliau kujadikan sebagai pembimbing rohaniku, meski kami tidak pernah berjumpa secara fisik. Romo Henri Nouwen menunjukkan kepada kita, bahwa cara ampuh untuk bertumbuh adalah dengan menyadari dan menerima bahwa diri kita tidak indah, bahwa kita mempunyai banyak kekurangan, bahwa kita memiliki banyak kelemahan. Kita ini sesungguhnya sangat rapuh, ringkih, dan lemah, bahkan berdosa.

Ketiga, justru karena sadar bahwa kita ini rapuh, ringkih, lemah dan bahkan berdosa, maka kita membutuhkan sosok yang mampu menguatkan kita, meneguhkan kita, dan mengampuni kita. Sosok itu bisa merupakan sahabat kita, pembimbing rohani kita, orang yang mengasihi dan kita kasihi, bahkan Tuhan sendiri, dengan cara apa pun kita menyebut Nama-Nya. Dialah yang akan membuat kita yang bukan apa-apa, bukan siapa-siapa, yang tidak indah, yang rapuh, lemah, ringkih, bahkan berdosa ini tak hanya bertumbu, melainkan juga berkembang.

Referensi pihak ketiga; www.keyworldhut.com

Kempat, bagaimana kita bisa bertumbuh dan berkembang? Caranya, dengan tetap tinggal di dalam Dia. Laksana ranting-ranting pohon anggur, kita bisa tinggal di dalam pokok anggur yang benar. Setiap ranting yang menempel dan tinggal pada pokok anggur, pasti akan bertumbuh, berkembang bahkan berbuah berlimpah. Tetapi bila ranting itu terpisah dari pokok anggur, maka ia akan menjadi layu, kering, bahkan mati. Kita bisa tinggal di dalam Dia, Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan cara agama dan kepercayaan kita.

Akhirnya, kita pun akan mengalami betapa indahnya hidup kita ini kendati lemah, ringkih, rapuh dan bahkan berdosa. Justru karena kekurangan, kelemahan, keringkihan, kerapuhan dan keberdosaan kita, maka kita membuka diri bagi kekuatan Sang Ilahi. Daya Ilahi itulah yang membuat kita tahap demi tahap bertumbuh, berkembang dan berbuah berlimpah-limpah.

Referensi pihak ketiga; detakkehidupan.wordpress.com

Selamat mengolah kekurangan dan kelemahan kita agar bertumbuh, berkembang dan berbuah berlimpah melalui doa-doa kita, penyerahan diri kita kepada-Nya; seraya terus mengupayakan yang terbaik bagi diri kita sendiri. Semua itu pasti pada gilirannya akan bermanfaat pula bagi sesama kita, di mana pun kita berada.

Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati.***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2148539742520484?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.