Inspiration

Pentingnya Menerima dan Mengakui Kekurangan dan Kelemahan Sebagai Bagian dari Iman

Dalam memotivasi diri untuk menerima kekurangan diri kita sendiri, pertama-tama kita perlu menyadari betapa pentingnya menerima dan mengakui kekurangan dan kelemahan diri sendiri. Menerima dan mengakui kekurangan serta kelemahan diri sendiri adalah bagian dari iman, apa pun agama dan kepercayaan kita. Bagaimana bisa? Inilah jawabannya.

Referensi pihak ketiga

Tidak seorang di antara kita ini sempurna sebagai manusia. Setiap orang memiliki kekurangan dan kelemahan, baik secara fisik maupun psikis, bahkan secara rohani. Akan tetapi, kita tidak perlu meratapinya.

Setiap kekurangan dan kelemahan yang ada pada kita akan mendatangkan rahmat dan berkat dalam kehidupan kita, bahkan bagi kehidupan sesama kita. Tentu, syarat pertama adalah menyadari, mengakui, dan menerima kekurangan dan kelemahan itu dalam kerendahan hati. Pada saat kita mampu menyadari, mengakui dan menerima kekurangan dan kelemahan kita dengan segala kerendahan hati, kita membuka jalan bagi Tuhan Yang Maha Kuasa untuk bekerja justru di dalam kekurangan dan kelemahan kita.

Ada ungkapan rohani yang sangat membantu saya untuk menyadari, menerima, dan mengakui kekuranganku dan membiarkan Tuhan Yang Maha Kuasa bekerja di dalam setiap kekurangan dan kelemahanku. Kalimat itu berbunyi, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna” (2 Korintus 12:9).

Referensi pihak ketiga

Di sinilah, menerima dan mengakui kekurangan dan kelemahan kita menjadi bagian dari iman kita, apa pun agama dan kepercayaan kita. Kuasa Tuhan Yang Maha Esa itu sempurna dalam diri kita, justru karena kekurangan dan kelemahan kita. Untuk bisa sampai pada keyakinan itu, dibutuhkan iman dan kepercayaan, bahwa hidup kita diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Kasih.

Dengan demikian, kita tidak perlu meratapi kekurangan dan kelemahan kita terus-menerus. Alih-alih meratapinya dan membuat kita berjalan di tempat dalam kepahitan dan keputusasaan, kita diundang untuk ikhlas dan rela mengandalkan kekuatan Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Kasih yang pasti akan menyempurnakan setiap rencana dan karya-Nya justru di dalam kelemahan dan kekurangan kita.

Bukan suatu kebetulan, melainkan begitulah Tuhan menyelenggarakan kehidupan kita. Kalimat rohani tadi, selama ini saya hayati sebagai motto hidup saya sendiri yang rapuh, lemah, ringkih, penuh kekurangan bahkan berdosa ini. Dan karenanya, saya mengalami kebenaran bahwa menerima kelemahan dan kekurangan itu sesungguhnya merupakan bagian dari iman, yang akan membuat kita terus berkembang, maju, dan boleh menghadirkan kebaikan.

Itu semua bukan karena jasa dan kehebatan kita, melainkan melulu dan semata-mata karena Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Kasih, yang mampu menyempurnakan karya dan rencana-Nya justru dalam kelemahan dan kekurangan kita. Dalam arti itulah, menerima kelemahan dan kekurangan kusebut sebagai bagian dari iman, apa pun agama dan kepercayaan kita.

Kubagikan pengalaman ini bukan sebagai sebuah teori, melainkan sebagai pengalaman nyata untuk memotivasi kita agar tetap teguh dan bersemangat dalam menerima dan mengakui kelemahan dan kekurangan diri kita sebagai bagian dari iman kita. Percayalah, apa pun agama dan kepercayaan kita, Tuhan Yang Maha Esa dan Yang Maha Kasih, tak akan membiarkan kita terpuruk dalam kelemahan dan kekurangan kita. Tuhan memberkati.***

Sumber
http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3980389780771663?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.