Inspiration

Percayalah, Kasih-Nya Sempurna dalam Kekurangan dan Kelemahan Kita

Referensi pihak ketiga; cropping dari dailyfreshjuice.net

Kadang aku bertanya, makna segala peristiwa.

Walau tak kutemukan, jawaban yang pasti bagiku.

Namun kupercaya, itulah kasih-Nya, yang dilimpahkan Tuhan kepadaku.

Kini tlah kusadari, rahmat-Nya berlimpah senantiasa.

Tangan-Nya selalu menuntunku, dalam setiap langkah hidupku.

Semakin kupercaya, itulah kasih-Nya, yang dilimpahkan Tuhan kepadaku.

Syukur bagi-Mu, oh Tuhanku, atas segala rahmat-Mu.

Dalam kelemahan dan kerapuhanku, kuasa-Mu semakin sempurna!

Orisinil

Percayalah, kasih Tuhan Yang Maha Esa sempurna dalam kekurangan dan kelemahan kita, baik secara fisik, psikis, dan bahkan spiritualis (rohani). Kalimat-kalimat puitis itu adalah syair lagu dan doaku yang kubuat pada tanggal 8 Juli 1996, saat daku ditahbiskan menjadi Imam Pastor dalam Gereja Katolik oleh Bapa Julius Kardinal Darmaatmadja SJ di Seminari Tinggi St. Paulus Yogyakarta. Dari dan di dalam pengalaman nyata itulah, saya menemukan kebenaran demi kebenaran bahwa kasih-Nya sungguh sempurna dalam setiap kelemahan, kekurangan dan kerapuhan kita. Bahkan, kuasa-Nya sempurna dalam keringkihan dan keberdosaan kita!

Jangan jadikan kekurangan, kelemahan dan keringkihan kita sebagai batu sandungan. Sebaliknya, jadikanlah kekurangan, kelemahan dan keringkihan kita itu sebagai batu tumpu penjuru tempat berpijak agar langkah hidup kita tidak menjadi goyah. Maka, percayalah! Kuasa-Nya sungguh sempurna dalam setiap kelemahan, kekurangan, keringkihan, bahkan keberdosaan kita.

Referensi pihak ketiga; peripena.blogspot.com

Dalam artikel yang sudah diterbitkan di UC We Media pada laman tz.ucweb.com/2_4s2uw (23/2/2018, 22.54) ini, saya sudah menerangkan, bahwa menerima kekurangan dan kelemahan adalah bagian dari iman. Artikel ini melanjutkan dan menegaskan kembali gagasan itu. Sikap iman dan percaya bahwa penyelenggaraan Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa lagi Maha Kasih akan selalu sempurna justru dalam kelemahan dan kekurangan kita perlu terus dibangun agar kita bisa mengubah kelemahan dan kekurangan menjadi batu tumpu dan penjuru yang menjadi titik pihak kemajuan kita, bukannya menjadi batu sandungan.

Memang, sebelum kita mengerti makna dari setiap peristiwa hidup kita, yang paling pahit dan mengeringan sekalipun, kita kadang dipagut oleh berbagai pertanyaan. Mengapa semua itu harus terjadi padaku? Mengapa kekurangan demi kekurangan selalu menyertaiku? Mengapa cobaan demi cobaan bahkan menimpaku?

Semua pertanyaan itu membuat kita tak kunjung mendapatkan jawaban. Bahkan, rasanya, jalan kehidupan kita menjadi kian gelap dan tidak menentuk. Namun, percayalah, kuasa-Nya sempurna dalam setiap peristiwa hidup kita, terutama di saat-saat kita rapuh, ringkih, lemah dan bahkan berdosa.

Referensi pihak ketiga; cropping dari peripena.b;ogspot.com

Pada saat kita menyadarinya, maka, batu sandungan diubah menjadi batu tumpuan yang kokoh untuk maju dalam sukacita dan syukur. Sukacita dan syukur membuncah bukan karena kita merasa hebat, kuat, berjasa, berjaya, melainkan semata-mata karena menyadari dan percaya bahwa kuasa-Nya sempurna dalam setiap kelemahan, kekurangan, kerapuhan, keringkihan dan bahkan keberdosaan kita.

Jadi, percayalah, kuasa-Nya sempurna dalam kekurangan dan kelemahan kita! Bahkan, kuasa-Nya semakin sempurna dalam kekurangan dan kelemahan kita, sebab Tuhan Maha Kuasa untuk mengubah kekurangan dan kelemahan menjadi kelimpahan dan kekuatan!***

Sumber: refleksi pengalaman pribadi.

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/862020802765107?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.