Inspiration

Bukan Basa-Basi, Dorongan Persahabatan Itu Mengalir Dari Hati Yang Mengasihi

Sahabat Peradaban Kasih UC We-Media yang terkasih, sejak perjumpaan kami, Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dan saya untuk pertama kali di rumah kediaman beliau di Pekalongan, kami memang berkali-kali berjumpa lagi. Perjumpaan pada Hari Kamis (1/3/2018) malam merupakan perjumpaan yang terbaru di Semarang. Selain yang sudah kunarasikan secara reflektif dalam artikel ini (lihat tz.ucweb.com/3_2rwS5 pukul 12.05 WIB), berikut hal yang bagiku juga menarik untuk direfleksikan. Apa itu?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Persahabatan kami bukanlah basa-basi. Kurasakan, bahwa persahabatan itu membuncah dari dan mengalir dari hati yang mengasihi. Setiap kali berjumpa dengan Habib Luthfi, saya selalu merasakan sorot matanya yang penuh kasih, dan senyumnya yang penuh damai-sejahtera. Sentuhan tangan beliau pun memberikan daya kekuatan yang menopang untuk terus maju dalam menjaga Pancasila, merawat Bhinneka Tunggal Ika, membela NKRI, atas dasar UUD 1945.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Ada satu kalimat yang diulang sampai beberapa kali yang beliau sampaikan kepada Mas Chandra, salah satu santri beliua asal Semarang, yang kini tinggal di Jakarta, yang pada hari Kamis (1/3/2018) juga hadir. Kepada Mas Chandra, Habib Luthfi beberapa kali berkata, “Ayo, Romo Budi diajak ke Pekalongan. Kami harus berkolaborasi.” Itu kurang lebih yang disampaikan Habib Luthfi saat kami menikmati santapan di tengah malam itu.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Mas Chandra pun berkata kepadaku, “Romo yang disampaikan Abah ini perintah kepadaku. Saya minta nomor kontak Romo. Nanti kita jadwalkan agar bisa terlaksana.” Saya pun memberikan nomor kontak saya kepada Mas Chandra. Beliau lantas mengajakku selfie dengan gajetnya. Hasil selfie itu dikirim padaku seprti tampak dalam ilustrasi ini. (Sementara foto-foto lain merupakan hasil jepretan Mas Chandra dengan gajetku.)

Selfie dengan Mas Chandra, yang berkewajiban menjadwalkan untuk mengajakku ke Pekalongan, Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Kalau Mas Chandra menangkap yang disampaikan Habib Luthfi itu sebagai perintah; saya menangkap lain lagi. Yang kutangkap adalah ini. Persis itulah sikap Habid Luthfi yang tidak basa-basi. Beliau mengungkapkan bahwa persahabatan itu bukan basa-basi. Persahabatan itu terdorong oleh hati yang mengasihi. Itulah sebabnya, persahabatan harus terus dipupuk dan dibangun dengan berbagai cara melalui kerja sama, atau apun namanya, apa pun bentuknya.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Alangkah indahnya, bila setiap persahabatan kita, justru dengan pihak-pihak yang berbeda dalam keberagaman, dapat dibangun atas dasar dorongan hati yang saling mengasihi. Kalau kita hanya bersahabat dengan orang-orang yang sama sepaham seagama dengan kita, apalah artinya. Maka, dorongan persahabatan atas dasar sikap saling mengasihi justru semakin terasa maknanya bila kita lakukan dengan siapa saja dalam keberagaman. Inilah yang kupetik sebagai pelajaran dari persahabatanku dengan Habib Luthfi. Persahabatan yang bukan basa-basi, melainkan persahabatan yang mengalir oleh dorongan hati yang saling mengasihi dan menghormati.

Demikian, semoga refleksi ini menginspirasi kita dalam membangun persahabatan yang sejati, bukan atas dasar basa-basi, melainkan mengalir dari dorongan hati yang saling mengasihi dan menghormat. Semoga bermanfaat. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3425513234124559?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.