Inspiration

Indahnya Pentas Seni Lintas Agama Dalam Warkop Anak Bangsa di Paroki Algonz Surabaya

Sahabat Peradaban Kasih UC We-Media yang terkasih, ijinkan daku berbagi indahnya Pentas Seni Lintas Agama dalam Warkop Anak Bangsa di Paroki Aloysius Gonzaga Surabaya (Minggu 4/3/2018). Seperti apakah keindahan Pentas Seni Lintas Agama yang digelar OMK Algonz Surabaya itu?

Orisinil

Pertama-tama, keindahan tampak saat acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan yel-yel “Muda, Berbhinneka, Berkarya  bagi Indonesia”. Kami menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan semangat dan bahagia sebagai sebentuk harapan bagi Tanah Air kita, Tanah Tumpah Darah kita.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Selanjutnya keindahan membuncah saat ditampilkan Tari Sekar Jagat dalam spiritualitas Hindu Bali. Tarian ini selalu hadir dalam keindahan mengawali rangkaian acara-acara yang dimartabatkan.

Sesudah itu, keindahan tampak ketika ditampilkan Tarian Sufi dari Bojonegoro asuhan Kang Juari. Para penari tarian cinta ini adalah Darman, Husein, Nasikin, Shoim, dan Imam sahabat-sahabatku. Mereka menari dalam iringan Hadrah Al Banjari Kenjerean dan Hadrah Al Ikhlas dari Lamongan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Indahnya Pentas Seni Lintas Agama juga disemarakkan dengan Stand Up Comedy oleh Vincentius Yudhit, yang sambil membuat para hadirin terpingkal, menghadirkan pula sesi melek agama lain dalam canda. Lalu keindahan dirangkai dengan Paduan Suara GKJW Perak yang menyanyikan lagu Tuhan Kau Berikan CintaMu. 

Lebih lanjut keindahan pentas seni dihadirkan melalui kolaborasi Indonesia Pusaka by Feligro dengan alunan saksofonku. Namun, yang lebih indah adalah alunan ansamble musik gesek yang dihadirkan orang-orang muda itu.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Aku juga berharap bahwa alunan saksofonku juga menyertai pembacaan puisi “Diah Pitaloka” oleh Luciana E. Ghawa pun memberi keindahan dalam pentas seni tersebut. Meski, semuanya mengalir serba spontan tanp latihan.

Dan sepanjang pentas seni, saat-saat kosong diisi oleh Colour Band Algonz dengan tembang-tembang yang mengentak, membuat semua hadirin bergoyang, menari dan saling mengekspresikan diri dalam cinta kerukunan sebagai saudari-saudara dalam keberagaman.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Begitulah, indahnya Pentas Seni Lintas Agama itu masih membayang di hatiku, dalam perjalanan dari Surabaya pulang menuju Semarang. Sesampai di Johar Wurlirang, kunarasikan catatan reflektif itu melalui artikel ini.

Yang membuatku terharu dalam keindahan adalah saat kalimat-kalimat Daud Jusup yang dibisikkan ke telingaku terngiang begitu kuat, “Romo…, semua ini sesungguhnya terinspirasi oleh karya Romo saat kami datang ke Semarang… dan kami mencoba melakukan di sini. Jadilah seperti yang Romo saksikan. Terima kasih telah menginspirasi kami untuk melakukan semua ini. Mohon doa Romo agar dapat terus berlanjut dan kian berbuah demi kerukunan bangsa kita.”

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Demikian, semoga bermanfaat. Salam peradaban kasih. Sekali lagi, proficiat dan selamat kepada orang-orang muda yang berbhinneka, berkarya bagi Indonesia melalui Warkop Anak Bangsa. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Johar Wurlirang Semarang, 4/3/2018

Sumber: Refleksi pribadi.

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3523622222000374?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.